Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

Remotivi - Mentoring 23 Agustus 2014



From: Nanang Syaifudin

Date: 2014-08-23 10:28 GMT+07:00

To: Heru Tjatur, Roy Thaniago

Mas Roy dan kawan-kawan CMS semua Maaf Saya datang tiba-tiba, Remotivi dengan Kampanye “Frekuensi Milik Publik” kontennya sangat Nasional bang-et dan Keren bang-et, jadi menurut saya sangat disayangkan jika orang di NTT atau Maluku sana tidak tahu tentang Remotivi.

Jika Remotivi menerima pengaduan dari masyarakat tentang tayangan TV yang bermasalah seharusnya Remotivi ada kerjasama resmi dengan KPI, sehingga Masyarakat optimis bahwa pengaduan mereka memang akan di tindak lanjuti oleh KPI. Dalam hal ini Remotivi berperan menggantikan KPI atau menjembatani antara Masyarakat dengan KPI menggunakan teknologi,disinilah sisi uniknya teknologi, dengan menggunakan teknologi pelaporan akan sangat mudah di lakukan masyarakat, dimanapun siapapun dan kapanpun. “Jangan berharap banyak pada teknologi karena pada dasarnya teknologi hanya membantu, tetapi bagaimana kita memanfaatkan teknologi untuk mempengaruhi kebijakan yang lebih baik.” Strategi alternatif lainya untuk pengaduan masyarakat dan keterlibatan masyarakat dalam mengawasi penyiaran TV adalah membangun poeple power atau public judge, mengkin terlalu absurd tetapi bukankan ini sudah dilakukan oleh kawan-kawan kita di change.org menghimpun kekuatan publik untuk mempengaruhi kebijakan. Paling tidak sanksi sosial dari masyarakat kepada media TV yang nakal, embargo Media TV nakal. Kolaborasi adalah salah satu strategi yang efektif dalam menyebarkan virus Remotivi, kolaborasi dan bekerjasama dengan banyak lembaga nasional maupun lokal yang juga punya kepentingan yang sama dalam memberikan informasi yang positif kepada masyarakat, contoh ; Blogger, Relawan TIK, JRKI, Asteki, stasiun TV lokal di daerah-daerah, dan kelompok atau komunitas-komunitas didaerah yang aktif dan vokal dalam mengawasi penyiaran di indonesia, banyak sekali lembaga yang bisa di ajak kolaborasi, atau menggunakan jaringan dari Mas Tjatur dari ICTwatch dan kawan-kawan CMS lainya. Remotivi saat ini hanya sebagian orang atau komunitas urban saja yang tahu akan adanya Remotivi sehingga kampanye atau konteks yang di perjuangkan Remotivi hanya di dengar oleh masyarkat kota saja, apalagi masyarakat di NTT sana? sedangkan pengakses terbesar siaran Televisi yang kurang berkualitas adalah masyarakat menengah kebawah (Tulisan Republika Tahun 2011).Di daerah banyak juga yang komplain dengan siaran-siaran TV yang tidak mendidik tetapi masyarakat tidak tahu harus mengadu kemana? Intinya bagaimana Remotivi bisa dikenal masyarakat Indonesia. Untuk masalah teknis saya setuju dengan Mas Tjatur, pada intinya jangan terlalu mengacu pada dana hibah CMS. CMS hanya satu tahun bagaimana jika nanti sudah tidak ada CMS, pengenalan Frekuensi Milik Publik dan virus Remotivi akan berhenti, jadi saya menyarankan untuk membuat rencana teknis dengan mengacu pada keberlanjutan program ini. membuat seefektif mungkin, dan seefisien mungkin, satu hal lagi Remotivi isunya sangat spesifik dan momen yang sangat pas di saat media TV menjadi alat kepentingan pemilik modal. Remotivi harus tetap hadir memberikan penghakiman kepada mereka.

Tags: