Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

Monitoring Wilayah Hutan Suku Tobelo Dalam Dodaga dengan Seluler - Mentoring 10 Oktober 2015



Laporan mentor pembimbing Yantisa Akhadi tahap III

Laporan Ketiga Monitoring Wilayah Hutan Suku Tobelo Dalam Dodaga Mentor: Yantisa Akhadi - Oktober, 2015

1. Status penerima hibah kini

Data geospasial penggunaan lahan dan hutan taman nasional telah masuk ke dalam peta OSM dan akah terus ditambahkan. Platform Ushahidi masih berjalan dengan baik, dimana pada bulan Oktober laporan terakhir yang masuk adalah pada tanggal 10 Oktober 2015. Sejak 15 Juni 2015, pelaporan tidak lagi dilakukan lewat SMS namun langsung pada platform Ushahidi.

**2. Tantangan yang dirasakan oleh penerima hibah **

Walaupun data spasial penggunaan lahan telah berhasil diunggah pada peta OpenStreetMap (OSM), namun data lain yang cukup relevan tidak dapat diunggah, seperti data konsesi lahan dan perhutanan sosial karena berupa data tematik. Data tematik tidak dapat divisualisasikan pada peta OSM berhubung OSM lebih bersifat sebagai peta dasar yang mengakomodir data umum. Di sisi lain, data konsesi lahan merupakan data dinamis, dimana kepemilikan lahan dapat berubah. Pada platform Ushahidi sebenarnya terdapat fitur untuk mengintegrasikan layer data tematik diatas peta OSM, namun masih terdapat kendala untuk memasukkan data ini sebagai layer tambahan di atas peta utama. Contoh tampilan yang diharapkan adalah sebagai berikut:

575px-Peta_OSM_Monitoring_Hutan_Dodaga

Pada contoh tampilan diatas terdapat 3 jenis data yang ditampilkan secara simultan.

  1. Peta OSM sebagai peta dasar
  2. titik-titik laporan dari platform Ushahidi;
  3. dan layer perhutanan sosial dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

3. Perbaikan yang bisa dilakukan oleh penerima hibah

Terdapat beberapa alternatif solusi untuk agar berbagai data yang relevan dengan proyek dapat ditampilkan dalam satu peta dinamis:

  1. Upgrade Ushahidi. Saat ini platform Ushahidi yang digunakan oleh proyek ini adalah versi 2.7.4. Versi 3.0 baru saja dirilis pada bulan Agustus 2015. Namun perlu diuji coba terlebih dahulu apakah cara ini dapat menyelesaikan permasalahan penambahan layer peta.
  2. Mengembangkan website terpisah untuk menampilkan layer data tambahan. Fungsi utama website ini untuk visualisasi layer data tambahan diatas peta dasar dan laporan-laporan yang masuk dari Ushahidi. Kelebihannya, kostumisasi peta lebih fleksibel dan terdapat beberapa fungsi tambahan yang tidak diakomodir oleh Ushahidi, seperti modifikasi warna titik, garis dan poligon dan simbologi data. Kekurangannya dibutuhkan sumber daya tambahan dalam bentuk perangkat keras, perangkat lunak dan personel yang memiliki kemampuan pemrograman web.
  3. Menggunakan platform pemetaan daring. Saat ini terdapat banyak pilihan platform pemetaan daring yang mudah digunakan dalam mengelola dan memvisualisasikan data spasial. Namun tentunya pilihan ini juga membutuhkan biaya berlangganan sesuai besarnya media penyimpanan dan fitur yang ditawarkan. Beberapa platform yang populer diantaranya: GIS Cloud, CartoDB dan MapBox.

4. Kemajuan proyek dari titik laporan terakhir

Hingga akhir bulan Oktober 2015, telah masuk 96 laporan dalam 11 kategori. Terjadi penambahan sebanyak 43 laporan dibandingkan pada bulan April 2015 (53 laporan). Sebagaimana pada laporan sebelumnya, laporan yang masuk masih didominasi oleh laporan konflik antara masyarakat adat dengan negara dan diikuti oleh konflik antara masyarakat adat dengan swasta.

695px-Ushaidi_Monitoring_Hutan_Dodaga

Dari Agustus 2014 hingga Oktober 2015, platform Ushahidi proyek ini telah menerima sekitar 1.070 kunjungan dan laporan/halaman didalamnya telah dilihat sebanyak 3.584 kali.

690px-Statistik_pengunjung_ushaidi_monitoring_hutan_dodaga_-_sebelum

Merupakan peningkatan yg cukup signifikan jika dibandingkan dengan kunjungan hingga April 2015 sebagaimana terlihat dibawah

690px-Statistik_pengunjung_ushaidi_monitoring_hutan_dodaga_-_sesudah

5. Nilai (0 hingga 10) : 7

Tags:



October 2015 | CC BY 4.0