Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

Indonesian Street Art Database - Mentoring 3 Juli 2012



Oleh: Idaman Andarmosoko, Sekertariat ISAD, Pasar minggu, Jakarta pukul 16.00 -18.00 Hadir: Andi RhaRhaRha, Isrol , Syaiful Ardianto, Jasser Alif, Riksa Afianty

Pada saat konsultasi ISAD menyatakan bahwa mereka sedang dalam proses menulis laporan fase pertama. Konsultasi ini adalah catatan diluar laporan yang akan dibuat ISAD kemudian. Masukkan teks yang tidak akan diformat di sini Organisasi

ISAD ingin merubah institusi dari yang sebelumnya tercatat sebagai RESPECTA menjadi ISAD, dan hal ini telah didiskusikan dengan Wikimedia Indonesia. Kini ISAD dalah tahap konsolidasi staf-staf internal dan ingin memperkenalkan struktur baru setelah konsolidasi kemudian, termasuk perekrutan staf Teknik Informatika. Pencapaian program

Menurut ISAD mereka telah mencapai 4 tujuan program yang meliputi:

Tercapainya infrastruktur untuk menyediakan akses pada Street Art dalam bentuk situs web.
Pengarsipan karya-karya seni jalanan dan pendokumentasian
Memperluas jaringan seni jalanan
Memperkaya partisipasi aktif para artis seni jalanan
Menempatkan seni jalanan sebagai salah satu bagian dari wacana sosial urban, budaya, dan pencatatan sejarah

Pada saat ini ISAD sudah menjalankan secara signifikan kegiatan terutama yang mengacu pada sasaran A (infrastruktur website) dan B (pengumpulan data). Namun demikian Data yang terkumpul belum sepenuhnya bisa diakses dari website. Data yang terkumpul berupa rekam digital berbagai format atas berbagai obyek (karya, diskusi, dsb) masih disimpan di folder-folder di harddisk, dan belum ditata dengan sistim simpan temu kembali (database management) yang memadai.

Mengenai sasaran sasaran lain seperti misalnya sasaran E menempatkan street Art sebagai bagian dari wacana, sebagian kegiatan yang mengacu ke sana telah dilakukan seperti pameran dan diskusi Konsultasi dan rekomendasi

ISAD mengalami kesulitan ketika data rekam obyek dan kegiatan street art membesar jumlahnya, dan kemudian merasa kesulitan mengkategorisasikan. Kesulitan ini sebenarnya adalah persoalan pada rancangan pengelolaan database, yang oleh ISAD belum disiapkan. Kesulitan-kesulitan tersebut dapat diatasi dengan rekomendasi berikut:

Rekomendasi I: Menyusun panduan dokumentasi

ISAD perlu menyusun panduan internal tentang cara mendokumentasikan street art. Panduan ini mencakup pemilihan obyek, cakupan apa yang dicatat, dan bagamana merekam image (foto) obyek dalam soal sudut, pencahayaan, resolusi dsb. Panduan ini akan berfungsi untuk memastikan standar kualitas perekaman dan memudahkan team dokumentasi mereka untuk bekerja.

Rekomendasi 2: Menyusun rancangan simpan data

Data-data ISAD, perlu dikelola dengan suatu rancangan pengelolaan data yang memadai, sehingga dapat ditemu kembali dengan cepat dan tepat, dan juga menjadi representasi yang mencerminkan kenyataan yang hendak dikumpulkan oleh ISAD. Aspek ini secara teknis diistilahkan sebagai rancangan database

Rekomendasi 3: Pelatihan internal tentang pengelolaan data

Hal-hal yang direkomendasikan pada rekomendasi 1 dan 2 , tidak bisa dilepaskan begitu saja sepenuhnya kepada teknisi di luar ISAD. ISAD perlu memahami walaupun tidak sampai ke detail teknologisnya, tentang hal hal yang prinsipil. Karena kapasitas ini belum ada di ISAD, maka disarankan ISAD untuk mengikuti pelatihan pengelolaan data. Pelatihan ini bisa dijalankan di luar ISAD maupun di dalam tubuh ISAD.

Tags: