Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

Border Blogger Movement - Mentoring 30 Mei 2013



 Dari Alexander Mering kepada Siska (Wikimedia Indonesia) via surel, subyek: Laporan penggunaan dana sisa BBM

Dear Mbak Siska yang baik Maaf agak telat maengirimkan email, karena kemarin saya sedang berada di lapangan. Berikut saya kirimkan rincian penggunaan sisa wang dari seluruh kegiatan BBM priode lalu. Sebab dari kegiatan yang lalu, ternyata sisanya masih ada sekitar Rp.10.041.850.

Penggunaan dana tersebut akan kami gunakan untuk training 10 warga Desa Sebunga, khususnya di kawasan transmigrasi yang berada di sekitar Border Indonesia-Malaysia, Aruk. Kondisi mereka sangat memprihatinkan, Sudah sejak bulan Desmber tahun lalu ditempatkan disana, tetapi masih belum jelas nasibnya. Mereka belum memiliki lahan yang definitif, tidak ada tanah untuk digarap, minum air dari parit kebun sawit yang tercemar pestisida dan pupuk, bahkan beberapa rumah milik warga trans ini dirobohkan paksa oleh pihak perusahaan sawit yang ada disana, karena dianggap mereka menempati kawasan milik perkebunan sawit tersebut. Bututnya Kepala Dinas Transmigrasi Sambas yang menempatkan mereka disana dijadikan tersangka oleh Polres setempat. Berita tentang kasus ini kurang mendapat perhatian meski bisa ditemukan di media lokal.

Saat saya datang melakukan PRA dsana awal bulan lalu, setelah jatuh bangun ngojek (jalannya hancur lebur), saya menemukan para guru yang sudah 5 bulan tidak terima gaji, begitu juga para pekerja medis. Anak-anak usia SMP terpaksa putus sekolah, dan bagi yang masih punya sedikit uang, akhirnya pulang ke Jawa. Bocah-bocah SD, gak punya alat2 untuk belajar, mereka didikte saja oleh gurunya sambil duduk dan berguling-guling di lantai.

Guru honorer yang ditempatkan disana akhirnya ada yang berhenti karena tak dibayar. Beberapa guru yang masih bertahan, mendapatkan uang dengan cara sekali sebulan menyeleggarakan hiburan dangdut, menarik bayaran, guru-guru yang lainmembuka warung. Mereka hampir prustasi karena tak ada cara bagi mereka menyuarakan masalah2 hidup mereka. Padahal mereka berada di border, di anjunga negeri ini. Udah ah, itulah backgroud mengapa saya dan teman-teman BBM, memilih menggunakan sisa dana tersebut untuk membantu orang-orang muda disana untuk bisa menyuarakan masalah-masalah yang mereka alami. Jarak mereka cuma ‘sejengkal’ dari luar negeri, tapi perlu satu 12 jam untuk tiba disana, melalui medan dan jalan yang russak sejak dari Ibu Kota Kabupaten. Terkait biaya yang digunakan, rinciannya saya sertakan bersama email ini. Total biaya, adalah Rp.9.900.000. Dengan demikian saldo yang tersisa direkening kami sekitar Rp.141.850 saja. Demikian dulu mbak laporan dari saya.

Tags: