Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

Benor FM - Mentoring 2 dan 3 Februari 2013



350px-Orang_Rimba_dan_Pak_Onno_Kantor_Lapangan_KKI_Warsi.jpg 350px-Anggara_Aska_Ani_Onno_KKI_Warsi_Taman_Nasional_Bukit_1.jpg 350px-Andi_Agustanis_dan_stasiun_radio_ditengah_hutan.jpg 350px-Penyiar_radio_cilik_dari_Desa_Sarolangun_Jambi.jpg

 Kantor KKI Warsi (Jambi) dan Kantor Lapangan Warsi (perbatasan Taman Nasional Bukit 12) 

Anggara Pak Onno dan Orang Rimba, Kantor Lapangan KKI Warsi Anggara, Aska, Andi, Onno disebelah tiang pemancar FM, Kantor Lapangan KKI Warsi Stasiun radio ditengah hutan Penyiar radio cilik dari Desa Sarolangun Jambi

Laporan dan Rekomendasi untuk Radio Komunitas Benor FM

Peserta:
    Siska Doviana
    Onno W. Purbo
    Anggara
    Andi Agustanis
    Robert Nainggolan
    Askarinta Adi

Laporan dan Rekomendasi (Dari sisi hukum)

KKI Warsi memutuskan untuk mendaftarkan Benor FM menjadi radio komersial dengan alasan daya jangkau orang rimba yang tersebar. Dari sisi sebaran, alasan ini dapat dipahami, namun dari sisi teknis hukum akan ada beberapa kesulitan, terutama perubahan pola dari Radio Komunitas menjadi Radio Komersial

Dengan perubahan menjadi radio komersial, Benor FM harus menyadari, sejak saat itu ada keterikatan dengan UU Pers, Standar Jurnalistik yang ketat, dan kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik. Keseluruhan standar ini berlaku sejak saat Benor FM memutuskan untuk menjadi radio komersial. Dengan keberlakuan standar UU Pers, maka Benor FM harus menyediakan tim news room yang baik dan ini berarti ada jurnalis yang secara khusus harus digaji oleh Benor FM

Pertanyaan pentingnya, apakah Benor FM menyadari dengan baik semua konsekuensi hukum yang mungkin terjadi pada saat Benor FM melakukan perubahan ijin siaran? Sangat diragukan dengan pola perubahan ini, akan mudah diikuti oleh Orang Rimba dan orang – orang di desa sekitar Taman Nasional Bukit Duabelas yang menjadi konstituen utama dari Benor FM.

Disamping itu dengan perubahan pola tersebut, maka Benor FM harus dengan ketat melakukan jadwal siaran dengan beragam program yang harus diatur ketat pula.

Untuk itu, kami memberikan rekomendasi agar Benor FM mengurus kembali ijin siaran menjadi radio komunitas, agar problem – problem diatas tidak terjadi. Onno Purbo

Tujuan utama-nya lebih ke arah konten, khususnya menyuarakan orang Rimba, radio hanya salah satu alternatif media saja
membuat perpustakaan audio untuk suara orang Rimba juga bisa berupa audio on demand di Internet
Objectif selanjutnya adalah replikasi sistem sistem harus bisa di replikasi sebanyak mungkin jadi harus dibuat sederhana, murah dan pakai sumber terbuka, pemancar sesuai dengan radio komunitas FM sekitar 25Watt
konsekuensi replikasi adalah dokumentasi, buat buku supaya pengalaman bisa di pakai di tempat lain
Prototype relay FM sederhana yang bisa dipasang dengan mudah ini tidak perlu bangunan besar. Bahkan dibangun tanpa bangunan jadi pemancar FM kecil, sambung dengan kabel coax ke antenna kecil yang bisa di pasang di atas pohon tanpa tower. Daya bisa diambil dari Aki / Genset sederhana Siaran bisa di ambil dari radio FM penerima atau dari MP3 player menjalankan rekaman suara orang rimba yang pernah di rekam sebelumnya.
Tags:



February 2013 | CC BY-SA 3.0