Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

Benor FM - Mentoring 18-20 April 2012



Oleh Siska Doviana, Laporan kunjungan kantor KKI Warsi di Jambi dan stasiun radio Benor FM di Kecamatan Air Hitam, (Desa Pematang Kabau - terdekat), Sarolangun, Jambi

Benor FM adalah radio komunitas orang rimba yang merupakan perwujudan kedua dari radio komunitas sebelumnya yaitu Radio Buana di 107.7 FM yang di bredel karena siaran percobaan dari kantor Jambi. Dengan tujuan mempersiapkan orang rimba untuk mendapatkan informasi, radio ini diperuntukkan untuk orang rimba dengan melakukan pemahaman antara orang rimba dan orang luar.

Radio Benor FM kemudian didirikan di akhir 2011 di kantor lapangan KKI Warsi terletak di Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Sarolangun, Jambi. Ada sepuluh rombong orang rimba yang ada di daerah ini, diantaranya Orang Rimba suku (atau dikenal juga sebagai rombong) Air Panas, Sungai Keruh, Kendundung Muda, dan Gemuruh.

Orang rimba sendiri memegang telpon seluler dan banyak yang telah memiliki TV, perangkat radio bukan sesuatu yang mereka suka dan sudah tidak terlalu didengar lagi, mereka mendengar siaran radio melalui telpon seluler atau telpon seluler tersebut digunakan untuk mendengarkan musik. Karena ketiadaan listrik mereka mempelajari cara mencatu ulang telpon seluler mereka dengan menggunakan batere godong. Bahasa yang digunakan orang rimba campur antara bahasa rimba dari daerah utara dengan bahasa Indonesia. Perangkat lunak yang digunakan oleh Benor FM radio menggunakan BPM studio/ Radio Boss. Penyiar Benor FM adalah Nazaria (Sasa), dan secara terus menerus staf KKI Warsi mendorong agar anak-anak rimba mau siaran, namun mereka masih malu. Listrik 150 watt dan KWH dibawah 200 atau 190 sehingga Andi sebagai penanggung jawab utama memprioritaskan pembelian stabilizer sehingga KWH baru diajukan (dalam proses) atau mungkin tidak diajukan karena takut masuknya listrik menjadi penarik pemukiman. Kantor Lapangan KKI WARSI dan Studio Benor FM berada di salah satu Desa Penyangga Taman Nasional Bukit Duabelas (SP-I Bukit Suban).

Menurut informasi dari Andi Agustanis, ia telah melakukan pertemuan dengan Komisi Penyiaran Jambi sebanyak dua kali, kali pertama pada tanggal 13 Maret 2012 untuk penyerahan berkas, dan kali kedua adalah untuk menanyakan kelanjutannya. Menurut Andi pertemuan dengan komisi penyiaran butuh 1 bulan waktu dan kunjungan lapangan oleh KPID butuh didatangi oleh 7 orang dan harus menunggu 3-5 stasiun lain mengajukan. Berdasarkan urutannya adalah ijin untuk siaran percobaan, musyarawarah, cek lapangan, dapat IPP penyiaran, rekomendasi KPI Pusat baru Kominfo.

Karena takut dibredel lagi seperti radio sebelumnya dan seluruh peralatan disita, maka hingga saat ini radio Benor FM bersiaran menggunakan pengeras suara.

Tim Ciptamedia menyarankan bahwa seluruh berkas di pindai (scan) dijadikan elektronik dan diunggah pada laporan aktifitas. Surat pertanyaan status ijin radio komunitas di kirimkan melalui surat tercatat secara formal melalui pos, dan seluruh surat yang dikirim diarsip. Sehingga apabila sudah berkali-kali dikirim tidak ada jawaban, maka kasus dapat dibawa ke KPI pusat.

Andi juga menunjukkan bangunan baru, rencana pembangunan menara radio, untuk radio komunitas yang didirikan tidak jauh dari Kantor Lapangan Warsi

Tags: