Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

Peta Persampahan Bandung - Mentoring 28 Oktober 2014



Laporan mentor monitoring Yanuar Nugroho tahap I

From: Yanuar Nugroho

Date: 2014-10-28 15:03 GMT+07:00

Subject: LAPORAN MENTORING [Cipta Media Seluler] Peta Persampahan Bandung

To: Siska Doviana, Arbuckle, Heidi Arbuckle, Adyani Widowati, Biyanto Rebin

Dear mb Siska dkk

Terlampir di bawah dan dalam email Tian sebelumnya (juga di bawahnya lagi, inseparable - please include) Laporan Mentoring I Program Persampahan Bandung. Best, y

Laporan Mentoring: Mengembangkan Piranti Lunak Untuk Mendorong Sistem Persampahan Berbasis Komunitas di Kota Bandung Tanggal 28 Oktober 2014 Hadir via Skype: David, Tian, Chitra - Yanuar (mentor)

Perkembangan aktivitas/perjalanan proyek

  1. Nama: plaformnya dipilih BebasSampah.ID, visinya bandung jadi piloting tapi possible direplikasi, nama ini disesuaikan visi di UU yaitu Indonesia Bebas Sampah 20sekian
  2. Membangun: tim Board dan Eksekutif sudah terbangun common visionnya, sudah coba mematangkan lagi indikator sebagai panduan vision bersama. Ada satu proses perencanaan lagi untuk me-link-kan ini dengan desain kegiatan, sambil paralel dengan pembangunan aplikasi yang sudah berjalan.
  3. Sudah: ada perbaikan signifikan pada kerangka logis proyek yang akan menjadi alat penting untuk komunikasi board proyek dan eksekutif serta perbaikan desain proyek.
  4. Audiens: membangun kepemilikan stakeholders pada platform.Sudah audiensi dengan BPLH bandung, Bandung Creative Team, Enggagement dengan stakeholder kunci di bandung sudah mulai menguat sebelum proyek dimulai, karena sudah dibangun 1 tahun sebelumnya lewat BJBS,jadi tinggal di-harvest, tapi yang penting memang ide di kita, lead kemana, desainnya kemana. November kita rencana buat FGD multistakeholder di bandung.
  5. Mengembangkan: piranti lunak sudah buat kolaborasi dengan petakita.com, nanti malam mereka akan launching.

Hambatan/Persoalan/Outstanding issues yang dialami dan respon Diingatkan bahwa sering terjadi masalah baru diidentifikasi menjelang proyek berakhir. Maka para mentor selalu diingatkan agar selalu bertanya aktif pada team agar bisa diantisipasi jauh-jauh hari.

Hambatan signifikan memang belum ada sejauh ini,tapi memang harus dibiasakan early warning system termasuk notifikasi ke mentor jika ada tanda-tanda hambatan.

  1. Delay: dalam membangun common vision
  2. di level pemikiran memang ada loop sedikit masalah krusial “enggaged citizen”, ini perlu diskusi mendalam lagi, perlu lihat-lihat contoh lain, apa yang works apa yang nggak works, bagaiamana ide kita menambal loopholes di prakarsa2 lain, dst.
  3. Berapa lama konsolidasi ini? Sudah berjalan paralel dengan kegiatan lainnya, mulai minggu depan sudah berjalan kencang. Sejumlah kegiatan paralel sudah mulai berjalan baik, pembuatan aplikasi sudah berjalan cepat
  4. mau:pakai google, atau openstreet, tapi servernya ada di luar. Sudah coba juga OneMap BIG tapi lumayan lambat

Solusi/follow up

  1. Konseptualisasi: sudah cukup baik jadi mulai bisa berjalan kencang dalam bulan depan. dan perlu ada rapat board dan eksekutif untuk menyepakati outcome, indikator dll dan konsekuensinya pada perbaikan desain proyek.
  2. Secepatnya:menghasilkan platform dan segera disosialisasikan walau tak sempurna. Perkiraan mentor dalam 6-7 bulan terakhir perlu dilakukan sosialisasi intensif
  3. Gunakan: peta apa saja di awal, google pun tidak apa-apa, karena Onemap Big Kompatibel dengan google, jadi aman untuk lanut dengan peta apa saja. Begitu siap lakukan juga komunikasi dengan BIG.
  4. Memang: enggage dengan stakeholder ini enak kalau bentuk platformnya kelihatan di awal, tapi juga jangan menunggu kesempurnaan, jalan paralel saja
  5. Buat: early warning system di dalam manajemen proyek agar masalah dapat segera diantisipasi dan dikonsultasikan

Potensi

  1. Program: kita ini di UU persampahan sudah ada, tanggung jawab pemerintah, tepatnya KLH, jadi perlu koordinasi dengan KLH agar match.
  2. Ada:Bandung Smart City digitalisasi informasi, dipimpin Ilham Habibie, sano (board member ini TL ITB) juga bagian dari team BSC. Ini semacam war room nya Emil.
  3. Bangun: kemungkinan kolaborasi dengan PEMKOT dengan dana PEMKOT. Intinya gunakan kesenangannya pemimpin untuk jadi entry point managing yang kita inginkan. Jadi perhatikan insentif pemimpin, masuknya ikuti dari sana. Walikota butuh digital map sampah, mulai dari waste producer,collecting point, vehicle - misalnya :
  4. mobil di pasang alat jadi kelihatan bergerakan mobil - sampai TPA. Coba masuk website nya KKP kementerian perikanan dan kelautan, dulu mendorong pasang transmitter di kapal-kapal, jadi kelihatan pergerakan kapal-kapal.
  5. Sedang bekerja untuk isu Biodigester, ada alat untuk monitor pergerakan biomassa realtime.
  6. Enggagement: dengan wartawan bandung sudah bagus,
  7. Board: proyek dan FBJBS juga man behind di belakang pembuatan master plan sampah bandung yg akan selesai november ini, jadi ini bisa jadi base proyek ini juga.
  8. Sedang: dikembangkan juga kerjasama dengan Australian Bussiness Voluntter untuk program IBM Corporate Service Corps ( https://www-146.ibm.com/corporateservicecorps/) mereka bisa memberikan konsultasi ekspert singkat secara probono. sekaligus kegiatan ini akan meleverage profil platform kepada publik.

Hal lain dari mentor

  1. Perkembangan: pilot ini encouraging dan sangat menjanjikan, memang jangan terbebani juga too much expectation tapi memanng banyak yg bisa dieksperimentasikan di proyek ini.
  2. Modelnya: benar - bisa ditunjukkan bahwa ini bisa model mobilizing citizen, apalagi terlihat tanpa perlu tambahan dana APBD, ini akan jadi pilot menarik.

Laporan mentor monitoring Ilham Cendekia tahap I

Laporan Tahap I Ilham Cendekia

Tags:



October 2014 | CC BY-SA 3.0