Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

Remotivi - Laporan Narasi Pertanggung Jawaban Hibah Termin II



Remotivi: Laporan Masyarakat Mengenai Acara TV

ICT WATCH

Instruksi untuk mengisi laporan penerimaan hibah

ICT WATCH mengharuskan seluruh penerima hibah melaporkan kegiatan mereka dalam bentuk laporan naratif dan laporan keuangan berdasarkan Perjanjian Penerima Hibah Cipta Media Seluler yang telah disepakati kedua belah pihak. Laporan naratif disarankan dalam bentuk lima hingga tujuh halaman.

Laporan dapat dikirimkan melalui surel atau dokumen asli

Penerima hibah : Roy Thaniago (Remotivi)

Periode Laporan : 4 Maret 2015 - 31 Agustus 2015

Proyek : Remotivi

1. Pembelajaran

Silahkan tuliskan pembelajaran, acara-acara yang anda buat/ alami yang dapat membuat perubahan dalam satu tahun kedepan sebagai hasil dari upaya upaya yang anda buat dibawah hibah yang anda terima, perubahan-perubahan yang anda percaya dapat membatu organisasi/ komunitas anda mencapai tujuan-tujuannya dan/ atau kesulitan dan tantangan yang tidak anda perkirakan yang anda temukan dalam periode pelaporan hibah ini.

Setelah peluncuran aplikasi Rapotivi pada 21 Februari 2015, kegiatan Rapotivi difokuskan pada promosi untuk mengenalkan aplikasi pengaduan tayangan televisi yang berpotensi melanggar ini kepada masyarakat yang lebih luas. Khususnya, kepada anak muda dan mahasiswa yang menjadi target sasaran utama sebagai pengguna aplikasi ini. Dalam rentang waktu Maret – September 2015, kegiatan yang telah dilakukan Rapotivi, antara lain:

Diskusi kampus dan diskusi publik

a. Jabodetabek

Kampus/Komunitas Tanggal Jumlah Peserta Tema Diskusi
Univ. Indraprasta
(kerja sama dengan LPM Perkubi)
11 April 2015 268 peserta Kupas Tuntas Media: Masihkan Ia Independen?
Uni. Indonesia
(kerja sama dengan KSM Eka Prasetya UI)
16 April 2015 100 peserta Politisasi Media dan Pentingnya Literasi Media
Kineforum 30 Mei 2015 30 peserta Apa yang Tidak Dibicarakan Ketika Bicara Media?
UNJ
(kerja sama dengan BEM-Fak. Ilmu Sosial)
28 Sept 2015 50 peserta Lampu Merah pertelevisian Indonesia: Degradasi Kualitas Tayangan Televisi di Indonesia
UIN Syarief Hidayatullah
(kerja sama dengan LPM Institut)
29 Sept 2015 120 peserta Melek Media: Bongkar Orde Media
BSI Kampus Pemuda
(kerja sama dengan Akademi Komunikasi BSI)
30 Sept 2015 75 peserta Wujudkan Siaran Sehat Demi Bangsa Berkualitas
Kemenpora
(kerja sama dengan Kemenpora dan Forum Indonesia Muda)
30 Sept 2015 50 peserta Kini Nilai TV di Tangan Anda!

b. Luar Jabodetabek

Kampus/Komunitas Tanggal Jumlah Peserta Tema Diskusi
STIKOM Bandung 9 Sept 2015 75 peserta Literasi Media dan Peran Mahasiswa
Univ. Muhammadiyah Malang
(kerja sama dengan prodi Ilmu Komunikasi UMM)
22 Sept 2015 350 peserta Pantau Televisi Indonesia: Membangun Siaran Televisi Berkualitas dengan Masyarakat yang Cerdas
Univ. Islam Indonesia – Jogjakarta
(kerja sama dengan LPM Himmah)
29 Sept 2015 100 peserta Literasi Media
  • dokumentasi kegiatan diskusi kampus dapat dilihat di sini

Kampus-kampus tersebut kami pilih menjadi rekanan dalam diskusi publik, selain karena kemudahan akses komunikasi yang kami temui atau respon terhadap ajakan kami dalam menyelenggarakan diskusi, juga kesiapan panitia dan peserta dalam mengadakan diskusi bertema penyiaran dalam kurun waktu yang telah ditentukan.

Pelatihan Relawan

  • Untuk memperkenalkan aplikasi ini ke masyarakat yang jauh lebih luas, maka kami akan melakukan pelatihan relawan Rapotivi. Relawan berperan dalam kampanye Rapotivi baik offline maupun online, dengan turut serta melaporkan pelanggaran tayangan televisi minimal sekali seminggu, mempromosikan Rapotivi lewat media sosial, dan turut membantu kegiatan kampanye offline Rapotivi.
  • Dalam pelatihan ini, peserta diberikan materi berupa pengenalan Remotivi, pemetaan permasalahan televisi di Indonesia, pengenalan Rapotivi dan simulasi penggunaan Rapotivi.
  • Ada lebih dari 30 orang yang tertarik untuk menjadi relawan Rapotivi. Namun, karena pelatihan dilaksanakan satu hari di Jakarta, banyak calon relawan yang berhalangan hadir.
  • Di hari H pelatihan, ada 10 calon relawan yang mengikutinya dan secara otomatis menjadi relawan Rapotivi.
  • Para peserta pelatihan ini merupakan mahasiswa dari berbagai bidang keilmuan, antara lain Manajemen, Pertanian, Komunikasi, Keguruan, Ekonomi Syariah, Hubungan Internasional dan juga ibu rumah tangga.
  • Selama beberapa bulan ini, relawan menunjukan pengaruh yang positif.
  • Terlihat dari semakin banyak yang mengenal Rapotivi dan menggunakan aplikasi ini karena relawan memperkenalkan aplikasi ini ke lingkungan sekitar dan rekan-rekannya.

Rekanan Media Kampus

  • Media kampus menjadi rekanan Rapotivi mengingat target sasaran utama pengguna aplikasi ini adalah mahasiswa. Banyak media kampus (pers mahasiswa) yang menjadi rekanan Rapotivi, baik pers Jabodetabek, maupun luar Jabodetabek.
  • Bentuk rekanan ini yaitu dengan mempublikasikan info terkait Rapotivi sebagai aplikasi pengaduan tayangan televisi melalui media-media yang dikelola oleh pers mahasiswa di kampus, misalnya buletin, website, media sosial, serta majalah.
  • Media kampus yang menjadi rekanan Rapotivi antara lain:
    1. Pers Mahasiswa Univ. Sumatra Utara
    2. Pers Mahasiswa Univ. Paramadina Jakarta
    3. Pers Mahasiswa Univ. Indraprasta Jakarta
    4. Era Komunikasi
    5. Rasida FM, Radio UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta
    6. Pers Mahasiswa UIN Imam Bonjol, Padang (Suara Kampus)
    7. Pers Mahasiswa Univ. Muhammadiyah Surakarta (LPM Pabelan)
    8. dll

Car Free Day

  • Senayan dan sekitarnya merupakan salah satu titik yang ramai dikunjungi masyarakat dalam acara Car Free Day (CFD) tiap hari minggu pagi. Rapotivi berkunjung ke CFD di Senayan ini dalam rangka memperkenalkan Rapotivi ke masyarakat yang lebih luas lagi. Selain mengajak masyarakat untuk mengunduh atau mendaftarkan akun ke website Rapotivi, Rapotivi juga membawa photoboth yang bisa digunakan oleh masyarakat untuk berfoto.
  • Photoboth yang membawa pesan “Tayangan TV Merugikanmu? Adukan Saja” ini diharapkan mampu viral ke media sosial. Untuk membuat hal ini menjadi viral, kami mengajak masyarakat yang berfoto di photoboth ini mengupload gambarnya ke twitter dan mention @Rapotivi. Animo masyarakat di CFD untuk tahu lebih jauh tentang Rapotivi cukup besar. Banyak respon yang diberikan masyarakat menanggapi adanya Rapotivi karena semakin banyaknya tayangan televisi yang tak sehat.
  • Selain di Car Free Day, Rapotivi juga hadir di acara-acara komunitas. Misalnya saat Greenpeace Indonesia mengadakan acara komunitas di Taman Krida Loka, GBK, Rapotivi membuka booth bersama dengan komunitas lainnya yang juga memperkenalkan komunitas masing-masing. Banyak masyarakat yang berkunjung dan “mengeluh” tentang tayangan televisi yang terlihat banyak potensi pelanggaran.
  • Dokumentasi dapat dilihat di sini

Lomba Menulis Notes di FB Rapotivi

  • Lomba Menulis Notes FB Rapotivi merupakan salah satu kegiatan untuk memperkenalkan Rapotivi pada khalayak internet (netizen) secara lebih luas.
  • Lomba dilaksanakan pada tanggal 5 Juni - 8 Juli 2015 dengan tema: “Hidupkan Televisimu, Hidupkan Pikiranmu, Bagikan Ceritamu”.
  • Pilihan topik tulisan: Kebiasaan menonton televisi di keluarga atau lingkunganmu, Mengulas tayangan televisi yang menurutmu bermasalah, Pentingnya mengadukan tayangan televisi bermasalah.
  • Juri lomba: Maman Suherman, Penulis Buku; Arman Dhani, Blogger; Perdana Putri, Tim Rapotivi
  • Jumlah tulisan masuk: 235
  • Jumlah akun peserta: 209 (1 akun bisa mengirim lebih dari 1 tulisan)
  • Tulisan dinilai: 214
  • Didiskualifikasi: 21 (diskualifikasi terjadi karena tidak memenuhi syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan, seperti: dikirim setelah tenggat waktu pengiriman karya berakhir, tidak ditulis dalam bentuk notes, panjang tulisan tidak sesuai ketentuan, dan sebagainya).
  • Pemenang:
  • Juara I Dlaify Bruinsma “Teliti Menonton Komedi” Hadiah sebesar Rp 500,000;
  • Juara II Hina Yana “Keluh Kesah Sumpah Serapah Tayangan Televisi. Kemana Kami Mengadu?” Hadiah sebesar Rp 350,000;
  • Juara III Heroe Purnomo “Alasan Penting Mengadukan Tayangan Televisi” Hadiah sebesar Rp 250,000;
  • Juara Favorit I Chezar Dwi Vidya “Pentingnya Mengadukan Tayangan Televisi Bermasalah” Hadiah sebesar Rp 200,000;
  • Juara Favorit II Djie El Quro R Nafist “Mari Kita Miliki Televisi” Hadiah sebesar Rp 200,000

Sayembara Komik

  • Salah satu konten yang diproduksi oleh Rapotivi untuk ditampilkan di aplikasi android ini adalah komik yang merupakan hasil visualisasi Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).
  • Untuk menjaring komikus muda yang dapat menghasilkan karya dengan visual yang bagus, tapi tetap engage dengan isu yang diusung Rapotivi yakni tentang tayangan televisi, maka Rapotivi mengadakan Sayembara Komik.
  • Ini bertujuan untuk mendapatkan karya-karya yang tidak monoton dibanding dengan menggunakan satu komikus saja.
  • Sayembara yang dilaksanakan selama bulan Agustus ini mendapat respon positif ditunjukan dengan banyaknya karya yang masuk. Tapi mempertimbangkan hasil visual dan tetap pada koridor yang telah ditetapkan dalam sayembara ini, maka tidak semua karya yang masuk cocok dan akan dipublikasikan di Rapotivi.
  • Karya masuk: 41
  • Pengirim: 18 (rata-rata kirim 2-3 komik)
  • Karya yang akan dipublikasikan oleh Rapotivi: 7

Promosi di Twitter (Q&A, kuis, kultweet)

  • Untuk promosi Rapotivi secara online, kami melakukan beberapa kegiatan rutin di media sosial Rapotivi, baik Twitter maupun Facebook antara lain dengan melakukan Q&A dengan buzzer dan kuis interaktif dengan hadiah merchandise Rapotivi. Q&A dilakukan dua minggu sekali, berselang-seling dengan kegiatan kuis interaktif di twitter.
  • Tujuan dari Q&A ini untuk memperluas pengetahuan follower Rapotivi tentang berbagai isu yang diangkat yang berkaitan dengan media dan juga memperluas jangkauan Rapotivi.
  • Beberapa buzzer yang pernah diajak untuk Q&A bersama Rapotivi antara lain Saras Dewi (dosen, pemerhati isu perempuan), Maman Suherman (pemerhati media), Sammy (stand up comedian, pekerja di media)
  • Sambutan Q&A dari follower cukup hangat terlihat dari banyaknya retweet terhadap jawaban narasumber dan menambah followers Rapotivi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini cukup efektif jika tepat dalam pemilihan isu dan buzzer yang diajak.
  • Sedangkan kuis interaktif yang dilakukan media sosial Rapotivi antara mengajukan pertanyaan-pertanyaan substansial terkait isu media dan frekuensi milik publik dan follower dapat menjawabnya dengan membalas tweet tersebut.
  • Selain kuis interaktif yang berisi pertanyaan substansial, kuis interkatif juga kadang berupa ajakan kepada para followers, misalnya ajakan mengunggah foto harapan pribadi untuk televisi Indonesia ke depan.
  • Kesulitan/Kendala
  • Kesulitan ataupun kendala Rapotivi dalam melakukan kegiatan-kegiatan di atas khususnya ditemui saat harus bekerja sama dengan komunitas atau pihak lain.
  • Misalnya dalam kegiatan diskusi kampus/diskusi publik, di mana kami butuh bekerja sama dengan komunitas atau institusi setempat agar diskusi dapat dilaksanakan di temapt yang kami rencanakan.
  • Berbagai macam respon dari komunitas menanggapi ajakan kami untuk bekerja sama menggelar diskusi. Selain itu, jika diskusi dilakukan di kampus dan bekerja sama dengan mahasiswa, maka butuh waktu yang lebih panjang untuk mengeksekusi diskusi ini karena banyaknya kegiatan mahasiswa yang bersangkutan dan juga kesiapan ruangan yang akan digunakan untuk berdiskusi.
  • Selain itu, perlu mempertimbangkan waktu libur semester para mahasiswa, sehingga kegiatan diskusi baru dapat dilaksanakan setelah masa libur berakhir.
  • Kendala lainnya terkait Q&A dengan para buzzer. Selain tantangan dalam menentukan waktu yang sesuai untuk dapat berbincang dengan buzzer di twitter, juga sinyal internet menjadi tantangan tersendiri saat melakukan Q&A. Tak jarang Q&A harus ditunda beberapa saat karena salah satu pihak kesulitan mendapat sinyal internet.

2. Aktivitas/ Isu yang Anda usung dan mencoba atasi

Berikut adalah aktivitas dan isu-isu yang anda masukkan pada permohonan hibah anda:

Masalah 1

Tidak dikenal dan diberdayakannya KPI sebagai saluran yang disediakan negara yang bisa dipakai publik untuk menuntut haknya atas muatan TV.

Aktivitas 1

Tidak dikenal dan diberdayakannya KPI sebagai saluran yang disediakan negara yang bisa dipakai publik untuk menuntut haknya atas muatan TV.

Masalah 2

Tiadanya informasi yang memadai terkait isu pertelevisian yang menyebabkan pasifnya partisipasi dan absennya argumentasi publik dalam mengadvokasi haknya atas muatan TV.tensi maupun produk unggulan desa tidak terpromosikan dengan maksimal sehingga potensi dan produk desa belum dikenal oleh masyarakat luas.

Aktivitas 2

Penyediaan dan distribusi informasi tentang isu pertelevisian melalui aplikasi tersebut yang dikirim secara rutin dalam rupa infografik, komik, atau artikel singkat.

Aktifitas dan isu yang anda atasi:

Aktivitas 1

Membuat aplikasi di ponsel cerdas yang mempermudah mekanisme pengaduan atas muatan TV bermasalah sekaligus mendorong lebih dikenalnya KPI oleh publik.

  • Remotivi telah membuat aplikasi di ponsel cerdas dan situs web Rapotivi yang telah diluncurkan secara resmi pada 21 Februari 2015, di Bakoel Koffie, Cikini.
  • Rapotivi dapat diunduh di Google Playstore atau mengakses situsnya di www.rapotivi.org.
  • Rapotivi ditujukan untuk mempermudah mekanisme pengaduan atas muatan televisi yang tak sehat.
  • Selain itu dengan mekanisme pengaduan di Rapotivi, di mana setelah proses verifikasi data dan pelanggaran maka aduan akan diteruskan ke KPI. Dengan mekanisme ini diharapkan publik akan semakin mengenal adanya KPI sebagai saluran negara yang mengawasi isi siaran televisi dan menjatuhkan sanksi bagi yang melanggar.
  • Sejauh ini sambutan yang ada di media sosial mayoritas bernada positif. Selain respon positif yang kami terima langsung dari masyarakat ketika kami mengadakan acara-acara offline, seperti car free day dan acara komunitas, respon positif juga dapat dilihat di comment dan rating yang diberikan pengguna android di google playstore Rapotivi.
  • Selain itu, respon positif juga dapat dilihat dari berbagai pemberitaan dan ulasan-ulasan di media terkait aplikasi dan data yang dikeluarkan oleh Rapotivi ini. Beberapa contoh pemberitaan media, antara lain: Antara News Gressnews

Aktivitas 2

Penyediaan dan distribusi informasi tentang isu pertelevisian melalui aplikasi tersebut yang dikirim secara rutin dalam rupa infografik, komik, atau artikel singkat.

  • Penyediaan informasi tentang isu pertelevisian ditayangkan secara rutin di aplikasi Rapotivi.
  • Setiap bulannya ada minimal satu artikel singkat (kabar), satu infografis, dan satu komik yang ditayangkan.
  • Berikut data lengkapnya:
Infografis Tanggal
Kekerasan dalam Sinetron 12 Maret 2015
Apa Kata Orang Tua tentang Televisi 26 Maret 2015
Frekuensi Punya Siapa? 17 April 2015
Periksa Klasifikasi Sebelum Menonton Televisi 30 April 2015
KPI, Saluran Negara yang Diabaikan 25 Mei 2015
Stasiun Televisi Mana yang Paling Banyak Diadukan 8 Juni 2015
Siapa Sponsor Pesbukers? 15 Juni 2015
Tayangan Lokal VS Mancanegara di TV Indonesia 7 Juli 2015
Seberapa Jauh Kenal KPI? 31 Agustus 2015
Sanksi KPI Hanya Basa-Basi 2 Oktober 2015
Komik Tanggal
Meliput Bencana 5 Maret 2015
Rokok 19 Maret 2015
Kata-kata Kasar 10 April 2015
Anak Jadi Narasumber 23 April 2015
Tayangan Sadis 18 Mei 2015
Klasifikasi Usia 1 Juni 2015
Sensor Wajah 30 Juni 2015
Sumbangan Bencana 30 Juli 2015
Katakan Friendzone 19 Agustus 2015
Bullying Nasional 24 Agustus 2015
Tontonan Keras 7 September 2015
Tutorial Kriminal 14 September 2015
Gosip! 25 September 2015
Celakanya Kecelakaan 16 Oktober 2015
Kabar Tanggal
Meliput Bencana 5 Maret 2015
Melindungi Anak dan Remaja, Iklan Rokok Dibatasi 20 Maret 2015
TV Sehat, Peduli dengan Hak Anak 27 Maret 2015
Komitmen KPI Terhadap Rapotivi 8 April 2015
Kata-Kata Kasar di Televisi 10 April 2015
Kita Tidak Menonton Tayangan TV dengan Gratis 17 April 2015
Mewawancarai Anak-Anak Diluar Kapasitas Berpikirnya 24 April 2015
Pembatasan Tayangan Kekerasan untuk Lindungi Anak 22 Mei 2015
Dian Sukma Anidhita, Pengguna Rapotivi yang Aktif 27 Mei 2015
KPI, Lembaga Negara untuk Awasi Isi Siaran 29 Mei 2015
Pentingnya Klasifikasi Usia dalam Program Siaran 19 Juni 2015
Sponsor Tayangan yang Paling Banyak Diadukan 25 Juni 2015
Publik Mengadu, KPI Sedang Apa 3 Juli 2015
Privasi Diumbar, Siapa Yang Dihibur 13 Agustus 2015

3. Indikator sukses anda dalam permohonan hibah

  • Pengunduh aplikasi mencapai 5.000 orang
  • Ada 100 aduan per bulan
  • Akumulasi penonton video promosi mencapai 20.000 orang

Hasil yang diharapkan dari proyek

  • Aplikasi “RAPOTIVI” di ponsel berjenis Andoid
  • Situs RAPOTIVI.ORG
  • Pengisian konten untuk aplikasi dan situs:
  • P3SPS, data-data penelitian, dan informasi seputar TV yang dibuat dalam wujud komik, trivia, artikel singkat, dan infografik
  • Rekapitulasi laporan pengaduan warga dan membuat pemeringkatan
  • Promosi:
  • 3 video promosi di YouTube
  • Merchandising: kaos, buku saku, dan stiker
  • Advokasi: mengadakan audiensi bulanan dengan KPI untuk membahas laporan yang masuk dan meminta tindak lanjut KPI

Hasil aktual hingga laporan ini dibuat:

  • Sejak diluncurkan, berikut jumlah aduan yang masuk melalui Rapotivi setiap bulannya

Jumlah aduan

Bulan Aduan masuk Aduan Terverifikasi Aduan Ditolak
Februari 66 43 (65%) 23 (35%)
Maret 43 (-35%) 22 (51%) 21 (49%)
April 60 (+29%) 51 (85%) 9 (15%)
Mei 74 (+12%) 58 (78%) 16 (22%)
Juni 115 (+64%) 95 (79%) 20 (21%)
Juli 181 (+63%) 139 (70%) 42 (30%)
Agustus 279 (+65%) 206 (65%) 73 (35%)
Sept 130 (-46%) 99 (75%) 25 (25%)
Total 948 713 235

Pengunduh dan pengguna

Pengunduh: 1726 Pengguna: 2551

  • Pengunduh merupakan akun yang mengunduh aplikasi Rapotivi melalui Google Playstore
  • Pengguna merupakan akun yang mendaftar melalui website www.rapotivi.org

Penonton video

Video Youtube
(Jumlah View)
Facebook
(Jumlah View)
Apa dan Bagaimana Rapotivi 426 1,475
Tayangan Berita 497 4,054
Tayangan Anak 619 13,297
Total penonton video 20,368

Merchandising

  • Segala keperluan promosi offline seperti materi promosi dan merchandising untuk hadiah gamifikasi telah diproduksi, seperti mug, kaos, booknotes, sticker, serta brosur.

  • Hingga September 2015, kami memproduksi:
  • mug sebanyak 160 buah
  • kaos 300 buah
  • booknotes 70 buah
  • sticker 1000 buah
  • dan brosur 5 rim (250 buah)

Hinga saat ini, lebih dari 80% materi promosi dan merchandise telah didistribusikan, baik melalui acara-acara yang digelar oleh Rapotivi, dikirim ke pers mahasiswa yang menjadi rekanan Rapotivi, maupun didistribusikan oleh relawan.

Audiensi

Audiensi dengan KPI yang awalnya dijadwalkan dapat terlaksana sebulan sekali, hingga bulan ini hanya terlaksana sebanyak satu kali. Hal ini dikarenakan respon KPI yang lambat mengenai permintaan audiensi dari Rapotivi. Audiensi yang terlaksana pada tanggal 6 April 2015 lalu setelah surat permohonan audiensi dari Rapotivi yang dikirim tanggal 24 Februari 2015. (Pranala berita lengkap).

4. Tujuan dan Sasaran

Silahkan anda jelaskan apa yang telah anda berhasil peroleh dengan hibah ini yang berkaitan dengan tujuan yang lebih besar yang anda harapkan dapat anda capai Sasaran-sasaran yang diharapkan dapat dicapai:

Tujuan pada proposal

  • Lebih dikenal dan diberdayakannya KPI sebagai alat publik untuk menuntut haknya atas muatan TV yang sehat, benar, dan mendidik.
  • Mahasiwa dan orang tua muda menjadi kritis terhadap TV sekaligus partisipatif dalam mengadukannya.
  • Stasiun dan pekerja TV bekerja dengan lebih menempatkan kepentingan publik pada prioritas kerjanya.

Sasaran pada proposal

Mahasiswa dan orang tua muda pengguna ponsel cerdas di beberapa kota besar di Indonesia.

Tujuan dan sasaran yang berhasil dicapai hingga saat ini:

  • Jenis pelanggaran yang diadukan oleh masyarakat beragam dan diluar yang kami perkirakan. Ini membuktikan bahwa masyarakat peduli terhadap apa yang mereka tonton dan sadar akan adanya potensi pelanggaran yang muncul di layar kaca.

  • Untuk melihat ada tidaknya potensi pelanggaran dalamaduan yang akan diverifikasi, kami berpatokan pada ketentuan dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS). Namun, beberapa aduan memiliki potensi pelanggaran yang belum diatur dalam P3SPS 2012.

  • Beberapa potensi pelanggaran tersebut antara lain:
  • eksploitasi terhadap korban tindak kriminal. Misalnya kasus kematian Angeline yang diangkat TV One setiap hari dalam beberapa tayangan selama kurang lebih seminggu dan terkadang tanpa informasi tambahan untuk kepentingan masyarakat
  • misrepresentasi. Penggambaran yang keliru mengenai profesi atau hubungan tertentu dalam kehidupan masyarakat. Misalnya ibu tiri yang selalu digambarkan seseorang yang jahat dan selalu berusaha menyingkirkan anak tirinya; penggambaran guru di sekolah yang selalu di-bully dan hubungan percintaan guru-siswa secara vulgar/gamblang.
  • durasi. Durasi acara yang terlalu panjang. Misal D’Academy yang disiarkan dari jam 18.00-22.00 bahkan hingga tengah malam yang lebih banyak menampilkan gurauan-gurauan para juri dan pembawa acara dibanding kompetisi menyanyinya.

  • Secara garis besar, berikut jenis pelanggaran yang banyak diaduakan oleh pengguna Rapotivi periode Maret-Agustus:
Jenis pelanggaran Jumlah
Privasi
(menjadikan detail urusan pribadi sebagai materi utama tayangan; menampilkan rekaman kamera tersembunyi yang tidak ada hubungannya dengan kepentingan publik)
160
Kekerasan
 
(Menampilkan detail peristiwa kekerasan; adegan berbahaya; pembenaran terhadap bullying; menampilkan darah secara vulgar) 155
Politik
 
(eksploitasi media untuk kepentingan pemilik) 117
Malpraktik Jurnalisme
 
(berita tidak akurat; tidak ada sumber; menampilkan identitas/wajah korban/keluarga korban tindak kriminal; menampilkan wajah/identitas pelaku kriminal yang belum diputus bersalah) 80
Klasifikasi tayangan
 
(klasifikasi tayangan tidak sesuai dengan isi tayangan) 53
Kesusilaan & Kesopanan
 
(menampilkan kata-kata kasar/cabul); menampilkan adegan menjijikan) 48
Pelecehan
 
(Pelecehan terhadap kelompok masyarakat tertentu; pelecehan atas institusi pendidikan; pelecehan atas agama) 42
Eksploitasi seksual
 
(menampilkan gerakan tubuh/tarian erotis di luar jam dewasa; kamera fokus pada bagian tubuh tertentu seperti dada, paha dan bokong; menampilkan percakapan tentang aktivitas seks diluar pembicaraan kesehatan atau semacamnya) 19
Lainnya
 
(iklan/tayangan yang disponsori oleh perusahaan rokok, menampilkan tayangan mistik/supranatural/kesurupan tanpa mempertimbangkan norma-norma dalam masyarakat; Lain-lain) 83

Lihat Tabulasi data aduan terverifikasi per bulan

5. Perubahan Lingkup Organisasi/ Lingkungan Sekitar

Tolong jabarkan perubahan perubahan signifikan yang organisasi anda dapatkan yang memiliki dampak pada pekerjaan anda pada periode pelaporan yang anda lakukan untuk saat ini. Masukkan secara deskriptif bagaimana anda menangani perubahan perubahan tersebut dan bagaimana perencanaan anda berubah sebagai hasilnya.

Sejauh ini belum ada perubahan yang signifikan terjadi dalam organisasi kami.

Beberapa hal yang baru terjadi seiring program ini adalah rutinitas pekerjaan kami yang bertambah untuk mengelola Rapotivi dengan pertama-tama memverifikasi seluruh aduan yang masuk tiap harinya—sesuatu yang tidak kami lakukan sebelumnya.

Di luar itu, melalui program ini kami membuat jalur komunikasi baru dengan lembaga lain seperti kelompok mahasiswa dan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Dengan pengalaman-pengalaman yang ada, kami belum menemui kesulitan berarti yang menganggu pekerjaan kami.

Isu-isu manajemen atau organisasi apakah yang anda hadapi pada saat anda menuliskan laporan ini (apakah ada perubahan signifikan pada komposisi staf/ dewan atau anggota tim anda. Apakah ada faktor-faktor lain yang dapat membatasi kemampuan organisasi/ komunitas anda untuk mengumpulkan data dan menerjemahkan data data keuangan atau aktivitas yang terkait dengan program dalam tujuan awal). Bila mungkin juga tuliskan dan tekankan kebutuhan yang belum terpenuhi/ teridentifikasi sebelumnya dalam menangani penguatan organisasi/ komunitas anda

Tantangan/ masalah organisasi/ pengelolaan yang dihadapi

Terkait isu manajemen organisasi, di bulan Agustus ada perubahan penanggungjawab program Rapotivi, yang awalnya dipegang oleh Roy Thaniago kemudian diteruskan oleh Muhamad Heychael.

Hal ini dikarenakan perubahan direktur Remotivi sesuai dengan AD/ART organisasi serta keberangkatan Roy Thaniago untuk melanjutkan studi ke Swedia.

Namun, perubahan manajerial organisasi ini tidak terlalu menganggu atau berdampak negatif pada pengelolaan Rapotivi.

Dari lingkungan eksternal, tantangan dan hambatan kami dapatkan dari pihak KPI yang belum merespon pekerjaan kami. Respon KPI tentu sangat mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara ini dan juga Rapotivi.

Masyarakat akan merasa aduan yang masuk melalui Rapotivi berdampak jika KPI merespon aduan tersebut dengan menjatuhkan sanksi jika memang tayangan yang diadukan melanggar. Namun, kenyataannya hingga saat laporan ini ditulis, dari total 713 aduan yang diteruskan ke KPI, tak lebih dari 3%-nya yang mendapat sanksi tindak lanjut dari KPI.

6. Keberagaman

Silahkan ditulis perubahan perubahan yang berpengaruh dalam keberagaman (contohnya apabila anggota komunitas, dewan, atau komposisi staf anda mulai beragam dari sisi jenis kelaminnya, suku, pendidikan, umur, budaya, agama, latar belakang asal lokasinya, bahasanya, dan lain sebagainya) dalam periode pelaporan ini. Apabila organisasi/ komunitas anda mengalami tantangan keberagaman, silahkan tuliskan juga pendapat anda:

Tim Rapotivi terdiri dari berbagai latar belakang, tapi tentu hal ini tidak menghalangi pekerjaan karena perspektifnya dalam mengawal isu penyiaran sudah sepaham dan satu frekuensi.

7. Laporan keuangan

Silahkan masukkan pranala laporan keuangan anda disini:

[Pranala Laporan Penggunaan Dana(http://wiki.ciptamedia.org/wiki/Remotivi:_Laporan_Masyarakat_Mengenai_Acara_TV/Laporan_Penggunaan_Dana)

8. Pengesahan Saya, sebagai penandatangan, menyatakan bahwa saya adalah individu yang berwenang untuk menyerahkan laporan ini atas nama komunitas/ organisasi saya sesuai dengan persyaratan yang dicantumkan pada Perjanjian Hibah Cipta Media Bersama yang telah ditandatangani sebelumnya dan seluruh dana yang dibelanjakan telah dibelanjakan sesuai dengan tujuan-tujuan yang tercantum dalam permohonan hibah.

Tertanda: Lokasi dan tanggal:

Jakarta, 20 Oktober 2015

Muhamad Heychael

Tags:



October 2015 | CC BY 4.0