Anda berada di mode pratinjau.
| |

Pantau - Laporan Narasi Pertanggung Jawaban Hibah Termin I



Wikimedia Indonesia

Instruksi untuk mengisi laporan penerimaan hibah

Wikimedia Indonesia mengharuskan seluruh penerima hibah melaporkan kegiatan mereka dalam bentuk laporan naratif dan laporan keuangan berdasarkan Perjanjian Penerima Hibah Cipta Media Bersama yang telah disepakati kedua belah pihak. Laporan naratif disarankan dalam bentuk lima hingga tujuh halaman.

Laporan dapat dikirimkan melalui surel atau dokumen asli

Penerima hibah : YAYASAN PANTAU (IMAM SHOFWAN)

Periode Laporan : 5 Januari 2012 hingga 11 Desember 2012

Proyek : Follow up Survey Persepsi Wartawan Indonesia Terhadap Islam

1. Pembelajaran

Silahkan tuliskan pembelajaran, acara-acara yang anda buat/ alami yang dapat membuat perubahan dalam satu tahun kedepan sebagai hasil dari upaya upaya yang anda buat dibawah hibah yang anda terima, perubahan-perubahan yang anda percaya dapat membatu organisasi/ komunitas anda mencapai tujuan-tujuannya dan/ atau kesulitan dan tantangan yang tidak anda perkirakan yang anda temukan dalam periode pelaporan hibah ini.

Banyak temuan baru, dalam pelaksanaan Survey Persepsi Wartawan Terhadap Islam 2012, yang bisa dijadikan pembelajaran.

  1. Persiapan Survey: Dalam persiapan ini Pantau melakukan update dan memperbaharui kuisioner dengan isu-isu terbaru terkait dengan Islam dan kebebasan beragama. Temuannya adalah, banyak sekali kasus-kasus baru tentang kekerasan terhadap minoritas di seluruh Indonesia.

Di samping itu, ada undang-undang dan fatwa-fatwa yang biasa dipakai rujukan dalam melakukan kekerasan terhadap minoritas.

Di samping hal itu, pantau juga mencoba menelisik bagaimana media di Indonesia memberitakan isu minoritas. Dan temuannya adalah media di Indonesia tidak punya sejarah yang cukup panjang dalam liputan isu minoritas. Pada masa orde baru, meliput minoritas di larang karena dianggap sebagai pemicu disintegrasi bangsa. Setelah reformasi, suasananya lebih baik, dengan tumbuhnya banyak media baru. Namun hal ini tidak disertai dengan kecakapan para wartawannya. Dalam meliput minoritas, misalnya, mereka sering menggunakan kata yang menghakimi, “sesat,” “harus ditobatkan,” dan sebagainya.

Pelajaran yang bisa diambil adalah para wartawan menemukan kesulitan untuk mencari narasumber yang tidak diskriminatif, karena: pejabat, ulama, masyarakat mendukung diskriminasi tersebut. Wartawan perlu bekerja keras untuk bisa membikin berita yang tidak diskriminatif.

Untuk bisa mengumpulkan dan meramu semua itu dalam kuisioner, Pantau memerlukan waktu lebih panjang.

  1. Pelaksanaan Survey.

Survey ini dilakukan serempak di 16 provinsi dengan mewawancarai 600 wartawan. Kendala yang dihadapi para interviewer di lapangan, terutama di Jawa Barat, adalah: mereka dituduh anggota organisasi minoritas tertentu dengan agenda tertentu pula. Para interviewer memerlukan waktu cukup lama untuk menjelaskan bahwa survey ini perlu untuk pengembangan media. Selain itu, pada pelaksanaan survey, Pantau menemukan dua interviewer yang melakukan kecurangan. Mereka tidak melakukan wawancara dan kuisionernya di isi sendiri. Pantau melakukan interview ulang untuk kasus ini.

  1. Penulisan Laporan

Dalam penggarapan laporan ini, Pantau melakukan dua cara, yaitu: melaporkan laporan keseluruhan survey dan mencuplik bagian-bagian penting dari laporan untuk ditulis di media untuk mengetahui reaksi publik.

Untuk hal ini Pantau menulis untuk Jurnal Indoprogres dan Jurnal Ma’arif Institute untuk audien berbahasa Indonesia dan The Jakarta Globe untuk audien berbahasa Inggris.

2. Aktivitas/ Isu yang Anda usung dan mencoba atasi

Berikut adalah aktivitas dan isu-isu yang anda masukkan pada permohonan hibah anda:

Pada tahun 2009 Yayasan Pantau melakukan penelitan mengenai persepsi wartawan Indonesia dan ingin menyebarluaskan hasilnya. Sekaligus ingin mengetahui persepsi wartawan tentang Islam (terkini - 2012)

Data mengenai persepsi wartawan mengenai Islam ini penting terkait masalah:

2.1. Pemberitaan di media yang bias soal Islam dan penggunaan kata-kata yang cenderung mengaburkan persoalan sebenarnya (Cikeusik 2012) 2.2. Pemberitaan Ambon 1999-2002 di mana media Muslim dan media Kristen ikut memperburuk suasana, pelajaran utama yang didapat Wartawan musti menanggalkan identitas mereka saat meliput. 2.3. Survey Yayasan Pantau ini sebelumnya dilakukan pada tahun 2009 dan digelar di 16 provinsi di Indonesia dan mewawancarai 600 wartawan dan 500 wawancara pertama dilakukan dengan tatap muka langsung dengan responden. 2.4. Temuan lain survey sebelumnya untuk disebarluaskan adalah sebanyak 99 persen wartawan menjawab tujuan pemberitaan adalah untuk mendidik, 98 persen setuju tujuan pemberitaan adalah untuk memperbaiki keadaan, serta 96 persen untuk memberitakan kaum lemah. 2.5. Temuan-temuan menarik ini perlu disebarluaskan kepada pekerja pers khususnya, dan masyarakat umumnya supaya mereka tahu kecenderungan wartawan saat ini. 2.6. Menurut wartawan, tantangan sebagai wartawan Indonesia saat ini, adalah: soal etika dan kurang profesionalnya wartawan, “59,8 responden menjawab, kurangnya profesionalisme menjadi hambatan mereka dalam melakukan aktivitas jurnalistik,” 2.7. Untuk mengetahui kondisi terbaru soal persepsi wartawan Indonesia mengenai Islam untuk tahun 2012.

Aktifitas dan isu yang anda atasi:

2.1 Hibah Cipta Media Bersama memungkinkan Pantau untuk meneliti pemberitaan di media yang bias soal Islam dan penggunaan kata-kata yang cenderung mengaburkan persoalan sebenarnya (Cikeusik 2012) 2.2 Keberagaman masih persoalan besar yang dihadapi wartawan diruang redaksi mereka. Untuk meminimalisir pemberitaan yang menghakimi pantau menegaskan pentingnya keberagaman di redaksi. Ini pula yang direkomendasikan Pantau di laporan Survey 2012. 2.3 Update Survey Persepsi Wartawan Terhadap Islam dilakukan pada tahun 2012 digelar di 16 provinsi di Indonesia dan mewawancarai 600 wartawan dan 500 wawancara pertama dilakukan dengan tatap muka dengan responden dan 100 wawancara dilakukan via telepon karena waktunya sudah tidak memungkinkan lagi untuk wawancara tatap muka. 2.4 Hasil-hasil survey 2012 ini, saya publikasikan dalam bentuk tulisan yang diterbitkan di jurnal Indoprogress dan harian Jakarta Globe dan di Jurnal Ma’arif Institute. 2.5. Tidak dijawab 2.6. Menurut wartawan, tantangan sebagai wartawan Indonesia saat ini, adalah: soal etika dan kurang profesionalnya wartawan, “59,8 responden menjawab, kurangnya profesionalisme menjadi hambatan mereka dalam melakukan aktivitas jurnalistik,” (Informasi lebih lanjut baca laporan lengkap Survey Persepsi Wartawan Indonesia Terhadap Islam 2012) 2.7. Untuk mengetahui kondisi terbaru soal persepsi wartawan Indonesia mengenai Islam silahkan baca laporan lengkap Survey Persepsi Wartawan Indonesia Terhadap Islam 2012.

3. Indikator sukses anda dalam permohonan hibah

  • Tersedianya data mengenai persepsi wartawan Indonesia terhadap Islam di tahun 2012 berupa laporan Survey Persepsi Wartawan Terhadap Islam 2012.
  • Ada publikasi soal hasil Survey di jurnal dan koran berbahasa Indonesia dan Inggris dan setelah diluncurkan di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Jawa akan dipublikasikan di media-media lokal di daerah-daerah tersebut.
  • Data mengenai hasil survey 2012 diumumkan via jejaring sosial: facebook dan twitter bersamaan dengan peluncuran hasil survey

    Hasil aktual hingga laporan ini dibuat:

    Dari Survey 2009 Pantau mencoba untuk memberikan masukan untuk para wartawan lewat berbagai tulisan di media soal peran penting pers dalam menginformasikan isu minoritas dan kekerasan atas nama agama, di mana para wartawan perlu hati-hati memilih diksi yang menghakimi, namun, upaya itu ternyata masih belum maksimal, hal ini terlihat dalam kasus kekerasan mutaakhir yang menimpa minoritas Syi’ah di Sampang, bahwa media masih banyak menggunakan kata-kata yang menghakimi, macam “sesat” dan sebagainya.

4. Tujuan dan Sasaran

Silahkan anda jelaskan apa yang telah anda berhasil peroleh dengan hibah ini yang berkaitan dengan tujuan yang lebih besar yang anda harapkan dapat anda capai Sasaran-sasaran yang diharapkan dapat dicapai:

600 wartawan dan aktivis di Indonesia (Jakarta, Makassar, Pontianak, Aceh, Bali);

  • Teridentifikasi pendapatnya mengenai 10 tugas pokok wartawan yaitu: Mendidik masyarakat, memberi suara yang lemah, mendukung pembangunan nasional dan regional, menganalisis isu-isu yang komplek, mendorong perubahan politik, menghibur masyarakat, mendorong nilai-nilai agama, mendorong keterlibatan warga, menindaklanjuti pernyataan pemerintah, dan melindungi tradisi Islam.
  • Teridentifikasi bahwa kurangnya profesionalitas dan rendahnya etika adalah tantangan utama jurnalisme Indonesia. Selain itu tantangan yang lain adalah kepemilikan media dan kontrol dari pemerintah.
  • Teridentifikasi di basil survey 2012, para wartawan lebih cenderung menyatakan diri sebagai Muslim ketimbang sebagai orang Indonesia.
  • Ada kenaikan dukungan dari para wartawan terhadap penerapan syari’at Islam, perda wajib mengenakan jilbab, dan hukum cambuk, poligami.
  • Terhadap kebijakan pelarangan Ahmadiyah, para responden yang setuju kebijakan ini turun namun tidak terlalu signifikan.

    Tujuan yang berhasil dicapai hingga saat ini:

    Sampai saat ini, Pantau telah menyelesaikan proses survey dan laporan update terbaru soal bagaimana persepsi wartawan terhadap Islam 2012 telah siap diluncurkan.

5. Perubahan Lingkup Organisasi/ Lingkungan Sekitar

Tolong jabarkan perubahan perubahan signifikan yang organisasi anda dapatkan yang memiliki dampak pada pekerjaan anda pada periode pelaporan yang anda lakukan untuk saat ini. Masukkan secara deskriptif bagaimana anda menangani perubahan perubahan tersebut dan bagaimana perencanaan anda berubah sebagai hasilnya.

Komposisi di Yayasan Pantau yang menangani program ini cukup beragam latar belakangnya dari sisi agama, gender dan latar belakang pendidikan. Begitupun saat pembuatan laporan kita berusaha untuk mencari masukan dari beberapa kawan dengan pertimbangan perbedaan latar belakang agama terutama.

Tantangan/ masalah organisasi/ pengelolaan yang dihadapi

Isu-isu manajemen atau organisasi apakah yang anda hadapi pada saat anda menuliskan laporan ini (apakah ada perubahan signifikan pada komposisi staf/ dewan atau anggota tim anda. Apakah ada faktor-faktor lain yang dapat membatasi kemampuan organisasi/ komunitas anda untuk mengumpulkan data dan menerjemahkan data data keuangan atau aktifitas yang terkait dengan program dalam tujuan awal). Bila mungkin juga tuliskan dan tekankan kebutuhan yang belum terpenuhi/ teridentifikasi sebelumnya dalam menangani penguatan organisasi/ komunitas anda.

Pengerjaan laporan ini ditangani oleh penanggungjawab dari berbagai latar belakang Agama, begitupun para interviewer di lapangan juga beragam.

6. Keberagaman

Silahkan ditulis perubahan perubahan yang berpengaruh dalam keberagaman (contohnya apabila anggota komunitas, dewan, atau komposisi staf anda mulai beragam dari sisi jenis kelaminnya, suku, pendidikan, umur, budaya, agama, latar belakang asal lokasinya, bahasanya, dan lain sebagainya) dalam periode pelaporan ini. Apabila organisasi/ komunitas anda mengalami tantangan keberagaman, silahkan tuliskan juga pendapat anda.

Tidak ada perubahan signifikan soal keberagaman di Pantau, pasalnya, dari awal organisasi kami sudah mempraktekkan keberagaman di latar belakang agama, gender ataupun tingkat pendidikan.

7. Laporan keuangan

Silahkan masukkan pranala laporan keuangan anda disini: http://ciptamedia.org/wiki/Follow_up_Survey_Persepsi_Wartawan_Indonesia_Terhadap_Islam/Laporan_Penggunaan_Dana

8. Pengesahan

Saya, sebagai penandatangan, menyatakan bahwa saya adalah individu yang berwenang untuk menyerahkan laporan ini atas nama komunitas/ organisasi saya sesuai dengan persyaratan yang dicantumkan pada Perjanjian Hibah Cipta Media Bersama yang telah ditandatangani sebelumnya dan seluruh dana yang dibelanjakan telah dibelanjakan sesuai dengan tujuan-tujuan yang tercantum dalam permohonan hibah.

Tertanda: Lokasi dan tanggal:

Jakarta, 11 Desember 2012

Imam Shofwan

Tags:



December 2012 | CC BY-SA 3.0