Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

Acara Bincang Edukasi



200px-Januari_19_2012_NextGeneration_Bined131.jpg

200px-Januari_19_2012_NextGeneration_Bined132.jpg

200px-Januari_19_2012_NextGeneration_Bined133.jpg

200px-Januari_19_2012_NextGeneration_Bined134.jpg

Tujuan : Acara Bincang Edukasi

Lokasi : BCCF Simpul Space #2

Alamat : BCCF Simpul Space, Purnawarman, Bandung.

Jam : 09.00 - 13.00

Hadir :

  • Muhamad Iqbal Tawakal (Narasumber, NXG Indonesia)
  • Khemal, Ressa, Rini (NXG Indonesia)
  • Kreshna, Deta, Ardianti (Bincang Edukasi)
  • Ivan Lanin (Narasumber, Wikipediawan)
  • Agus Suhendar (Narasumber, Rumah Pelangi)
  • Tina Maladi (Narasumber, Kids Yoga Jakarta)
  • Komunitas Sahabat Kota dan Greeneration Indonesia
  • dan 80-an Peserta Lainnya (Komunitas sejenis, kepala sekolah, orang tua, guru, praktisi, pegiat pendidikan, dari berbagai kota)

Ringkasan

  • Acara diawali oleh inisiator Bincang Edukasi, Kreshna. Ia menjelaskan acara Bincang Edukasi merupakan sarana bagi komunitas untuk berkumpul dan bertukar ide seputar isu pendidikan agar jadi lebih baik. Kegiatan seperti ini juga jadi ajang silaturahmi komunitas yang ada di kota tersebut, bahkan tak jarang banyak sinergi yang dihasilkan setelah mereka bertemu. Bincang Edukasi sudah dilakukan 13 kali di Surabaya, Jakarta, Bandung, dan beberapa kota lainnya, acara kali ini merupakan yang keempat di Bandung.
  • Materi 1 (Komunitas Sahabat Kota dan Greeneration Indonesia) : Mereka menceritakan bagaimana sinergi dalam komunitas membantu mempercepat setiap program terlaksana. Mereka juga menjelaskan sepintas tentang Film Animasi Petualang Banyu yang bertema pendidikan, hasil garapan bareng. Harapannya melalui film ini, dunia pendidikan dan sains jadi lebih menyenangkan untuk anak-anak.
  • Materi 2 (Iqbal) : Menjelaskan singkat mengapa NXG Indonesia terbentuk dan mengapa isu video game menjadi begitu penting, juga pengaruhnya pada dunia pendidikan. NXG Indonesia juga menjelaskan mengapa video game perlu di rating, dan apa yang orang tua dan pendidik dapatkan dari rating video game. Selain itu, pembentukan lembaga khusus yang mengurus rating video game perlu di bentuk, mengingat di Indonesia belum ada. NXG Juga menjelaskan beberapa contoh rating video game, dan kegiatan media literasi yang dilakukan.
  • Materi 3 (Asep) : Latar belakang terbentuknya Rumah Pelangi dan apa yang dilakukan. Kegiatan lebih bersifat pendidikan informal bagi anak-anak di desa, mereka juga membuat perpustakaan mini yang koleksinya di dapat dari hasil menabung dan sumbangan. Melalui Rumah Pelangi, anak-anak diberi kesempatan untuk memperluas pengetahuan melalui berbagai kegiatan. Diantaranya pergi mengunjungi musem, melakukan observasi di kebun dan sawah, juga kegiatan yang bersifat kelestarian lingkungan.
  • Materi 4 (Tina) : Penggunaan Yoga sebagai alternatif bagi anak berkebutuhan khusus. Yoga yang identik dengan orang dewasa ternyata bisa juga dipraktekan oleh anak-anak, dan mereka banyak yang suka. Tak cuma membantu anak autis, Yoga juga bisa mendongkrak minat belajar anak-anak.
  • Materi 5 (Ivan) : Pentingnya manajemen pengetahuan dan bagaimana cara memanfaatkannya agar pengetahuan yang kita miliki lebih berguna bagi banyak orang. Ivan juga menjelaskan, peran media sebagai sarana penunjang manajemen pengetahuan. Misalkan fungsi blog dan media sosial akan lebih bermanfaat bila digunakan untuk mennyebarkan pengetahuan, bukan sekadar perasaan. Ia juga menjelaskan sedikit tentang media wiki.
  • Diskusi dan sharing dipandu oleh moderator, komunitas lain yang hadirpun diberi kesempatan untuk memperkenalkan diri dan program masing-masing.
Tags:



January 2013 | CC BY-SA 3.0