Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

Marsinah FM - Proposal Lengkap



Logo_Fblp.jpg

Radio Buruh Perempuan; Dari Perempuan Buruh untuk Kesetaraan

Organisasi

Forum Buruh Lintas Pabrik (FBLP) didirikan tahun 2009, dimulai sebagai wadah diskusi dan konsolidasi buruh/pekerja di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cakung, baik dari persoalan buruh maupun perempuan (karena 90% lebih dari sekitar 100 ribu buruh di KBN Cakung adalah perempuan). Setelah semakin banyak anggota dan meningkat kebutuhan organisasi dalam membela buruh, pada awal tahun 2011 FBLP selanjutnya resmi mencatatkan diri sebagai sebuah federasi serikat buruh. Sebagai serikat buruh yang memiliki anggota mayoritas perempuan, juga dipimpin oleh perempuan, FBLP aktif menjalankan kampanye tentang pembebasan perempuan, selain perjuangan buruh menuntut hak. FBLP sendiri bertujuan menjadi serikat buruh yang independen, aspiratif, demokratis, setara tanpa memandang suku, ras, agama, seks, gender dan orientasi seksual.

Status resmi

FBLP adalah serikat buruh yang tercatat di Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jakarta Utara, sebagai federasi serikat buruh, dengan nomor pencatatan: No.35/III/F/II/2011

Kontak

Dian Septi Trisnanti

Situs web: Marsinah FM

Facebook: Radio komunitas marsinah fm

Twitter: @MarsinahFM

Posisi

-sinahfm

Lokasi

Jakarta

Deskripsi Proyek

Tujuan:

Berdirinya radio komunitas buruh perempuan di kawasan kerja dan hunian buruh, untuk meluaskan kampanye tentang hak dan kesetaraan perempuan, sekaligus memajukan keberanian di kalangan buruh perempuan menghadapi segala bentuk serangan dan diskriminasi.

Sasaran:

A. Menyediakan tempat, peralatan, kelengkapan radio komunitas Buruh Perempuan, dan memperkenalkan keberadaan dan program siaran Radio Buruh Perempuan di daerah Semper Jakarta Utara

B. Menyediakan acara siaran radio yang memberikan informasi dan pengetahuan tentang diri dan hak perempuan buruh, inspirasi dari tokoh perempuan, kehidupan rumah tangga, anak dan lingkungan, tentang informasi kekinian di luar perburuhan, serta acara yang mendorong dan mewadahi keberanian buruh perempuan berbicara, berekspresi dan mengadukan masalah

C. Meningkatkan kapasitas buruh perempuan sebagai pengelola radio komunitas buruh perempuan

D. Membangun kerja bersama di antara buruh perempuan sebagai satu komunitas yang bertanggung jawab terhadap kemajuan dan keberlanjutan Radio Buruh Perempuan

E. Pelaksanaan proyek dengan transparansi penggunaan dana secara publik

Latar belakang:

A. Keterkaitan pada topik: Keadilan dan kesetaraan akses terhadap media

Radio Buruh Perempuan sebagai radio komunitas yang menjangkau puluhan ribu buruh perempuan di Semper, Jakarta Utara. Radio Buruh Perempuan akan memberikan banyak kesempatan bagi para buruh perempuan untuk mengenal dan belajar tentang kesetaraan, sekaligus untuk menjadi berani membela hak-haknya sebagai perempuan, baik di keluarga, masyarakat maupun utamanya di tempat kerja. Dengan adanya Radio Buruh Perempuan, para buruh perempuan akan mendapatkan pilihan media yang mudah dan murah di akses, menjadi sarana komunikasi komunitas, memberi kesempatan ekspresi pengetahuan dan bakat, sekaligus sebagai sarana pengaduan dan pembelaan atas beragam diskriminasi, pelecehan dan pelanggaran hak buruh perempuan. Di tengah media mainstream yang kurang memberikan porsi pemberitaan tentang persoalan dan hak buruh perempuan, maupun lemahnya kesanggupan para buruh mengakses media mainstream.

B. Masalah yang ingin diatasi dan keterkaitan dengan aktivitas

Masalah yang ingin diatasi adalah tidak tersedianya media yang langsung berpihak pada buruh perempuan di Semper Jakarta Utara, di tengah situasi beragam bentuk diskriminasi, pelecehan, serangan dan pelanggaran hak buruh perempuan, baik di jalanan, di rumah maupun tempat kerja. Dari survey atau investigasi Forum Buruh Lintas Pabrik (FBLP) terhadap buruh KBN Cakung, diketahui adanya diskriminasi dan pelanggaran hak atas diri buruh perempuan. Dari sekitar 100 ribu buruh perempuan di Semper dan sekitarnya, bahkan yang tahu mengalami pelecehan atau diskriminasi, masih kesulitan dan ketakutan untuk berani mengadu, apalagi menuntut keadilan. Perlu ada upaya lebih aktif untuk memberi informasi dan pengetahuan, membangun keberanian dan menjadi pembela di antara buruh perempuan, yang sebenarnya berhak rasa aman bahkan di malam hari ketika sering kerja lembur seperti saat sekarang. Diperlukan media yang turut mendorong buruh perempuan menjadi berdaya membela hak-haknya.

C. Keterkaitan pada kategori: Konten Lokal, Strategi kreatif, Pembela dan Aksi

Konten Lokal

  1. Mengangkat persoalan sehari-hari buruh perempuan sehingga menjadi persoalan publik di Semper dan sekitarnya, yaitu berupa: pelanggaran hak cuti buruh perempuan (seperti ketika haid, melahirkan, keguguran) dan pelecehan di tempat kerja, pengakuan dan perlindungan hak di jalan dan di masyarakat, KDRT, lingkungan tempat tinggal yang tidak sehat, jerat utang rentenir, hingga kemacetan lalu lintas. Menyebarluaskan segala agenda komunitas, terutama yang berhubungan dengan pembelaan hak buruh perempuan dan memperkuat kebersamaan masyarakat di Semper dan sekitarnya. Strategi kreatif

  2. Melalui Radio Buruh Perempuan akan tersedia media alternatif bagi buruh perempuan, yang memberikan pengetahuan, informasi dan kesempatan partisipasi secara murah dan mudah, memungkin diakses di tengah beragam aktivitas harian. Sebagai media komunitas, Radio Buruh Perempuan memudahkan penyebaran kampanye tentang hak buruh perempuan, karena dilakukan sesama buruh perempuan dan memungkinkan anggota komunitas terlibat dalam menentukan format siaran yang diinginkan. Dengan bahasa sehari-hari buruh perempuan, beragam tema pembelaan perempuan akan lebih mudah dan akrab bagi para buruh perempuan.

  3. Menerima pengaduan dalam bentuk SMS, bagi buruh perempuan korban diskriminasi dan pelanggaran hak. Radio Buruh Perempuan menjadi semacam Posko Pengaduan yang mudah bagi buruh, sehingga memungkinkan adanya keberanian bagi para perempuan korban untuk menuntut hak.

Pembela

Radio buruh perempuan ini memungkinkan menjadi media yang mengungkap persoalan perempuan, dari sudut pandang perempuan, dan mendorong demokratisasi media massa (termasuk bagi perempuan, apalagi masyarakat bawah). Kasus-kasus yang dihadapi buruh perempuan bukan saja diberitakan, tapi Radio Buruh Perempuan juga akan membela dan tidak menggunakan sudut pandang media yang menyalahkan perempuan korban.

Aksi

Mengajak partisipasi buruh perempuan di KBN Cakung dan yang tinggal di sekitar Semper untuk aktif dalam setiap bentuk acara interaktif Radio Buruh Perempuan, mendorong adanya keberanian mengungkap kasus diskriminasi dan pelanggaran hak yang dihadapi, sekaligus sebanyak mungkin mengajak sebagai anggota komunitas pengelola Radio Buruh Perempuan.

D. Aktifitas dan keterkaitan pada sasaran

  • Kontribusi untuk sasaran A – Menyediakan tempat, peralatan, kelengkapan radio komunitas Buruh Perempuan, dan memperkenalkan keberadaan dan program siaran Radio Buruh Perempuan di daerah Semper Jakarta Utara.

    Aktivitas:

    • Pengadaan tempat untuk radio komunitas.

    • Pengadaan peralatan – perlengkapan radio komunitas

    • Launching dan Publikasi Radio Buruh Perempuan

    • Publikasi Program Bulanan Radio Buruh Perempuan

  • Kontribusi untuk sasaran B – Menyediakan acara siaran radio yang memberikan informasi dan pengetahuan tentang diri dan hak perempuan buruh, inspirasi dari tokoh perempuan, kehidupan rumah tangga, anak dan lingkungan, tentang informasi kekinian di luar perburuhan, serta acara yang mendorong dan mewadahi keberanian buruh perempuan berbicara, berekspresi dan mengadukan masalah.

    Aktivitas:

    Menjalankan 10 acara siaran utama Radio Buruh Perempuan, sebagai acara rutin setiap bulan yaitu:

    1. ‘Cermin’, berupa dua kali talkshow interaktif dan sekali diskusi publik, tentang diri dan persoalan perempuan. Dipandu oleh buruh perempuan yang aktif bertanya sebagaimana pertanyaan buruh perempuan pada umumnya, dan tanggapan dari pendengar atau peserta diskusi.

    2. ‘Hak dan Hukum’, berupa dua kali talkshow, mengundang buruh atau aktivis pembela hak buruh perempuan, tentang hukum nasional dan internasional serta pengalaman pembelaan.

    3. ‘Perempuan Pelita’, berupa empat kali pembacaan kisah sosok dan pengalaman hidup tokoh inspriratif bagi perjuangan perempuan, dari dalam dan luar negeri, masa lalu dan masa kini.

    4. ‘Pagii..!’ setiap hari, untuk antar buruh saling sapa dan sekaligus disampaikan informasi berita media.

    5. ‘Dunia Luas’ berupa spot-info, minimal tiga kali setiap hari, tentang hal penting diketahui menyangkut perkembangan peradaban, ilmu pengetahuan dan teknologi serta perjuangan demokrasi di dunia.

    6. ‘KOTAK SMS’ berupa tiga kali talkshow, untuk membahas pengaduan buruh perempuan yang telah masuk sebelumnya melalui SMS. ‘KOTAK SMS’ menjadi semacam posko pengaduan buruh perempuan.

    7. ‘Layar’ berupa empat kali pembacaan karya sastra pendek tentang persoalan dan perjuangan buruh perempuan, dari sastra popular atau karya kiriman pendengar.

    8. ‘Ceritaku’ berupa empat kali penyampaian kisah buruh perempuan melalui teleopon on-air dan pembacaan pengalaman buruh yang dikirimkan, tentang pengalaman seru.

    9. ‘Andai Saja’ berupa empat kali berupa obrolan dengan pendengar melalui telepon on-air, tentang pengandaian menjadi seseorang yang lain.

    10. ‘UNION’ berupa dua kali talkshow interaktif dan dua kali siaran interaktif, tentang aktivitas berkumpul dan berorganisasi.

  • Kontribusi untuk sasaran C - Meningkatkan kapasitas buruh perempuan sebagai pengelola radio komunitas buruh perempuan.

    Aktivitas:

    1. Membuat rekruitmen pengelola dan paket pendidikan - pelatihan tiga bulan sekali, yaitu tentang: pemrograman produksi siaran, operasional peralatan radio, jurnalis radio komunitas, siaran radio on-air, jurnalistik gender, perawatan radio dan audio, radio komunitas dan legal formal, strategi marketing radio, dan manajemen radio komunitas.

    2. Membuat focus group discussion mengundang praktisi professional di beberapa bidang yang berkaitan dengan tema acara siaran, sebelum pembuatan rencana kerja, setiap tiga bulan.

    3. Menyediakan bahan-bahan referensi berupa buku dan pengumpulan artikel dari internet.

    4. Mengadakan study banding ke radio komunitas lain, dan kunjungan ke lembaga-lembaga lain yang bisa menambah pengetahuan dan ketrampilan pengelolaan Radio Buruh Perempuan.

  • Kontribusi untuk sasaran D - Membangun kerja bersama di antara buruh perempuan sebagai satu komunitas yang bertanggung jawab terhadap kemajuan dan keberlanjutan Radio Buruh Perempuan.

    Aktivitas:

    1. Mendirikan lembaga komunitas Radio Buruh Perempuan yang akan melakukan pertemuan rutin.

    2. Acara temu komunitas dan pendengar untuk sama-sama memajukan radio, dua bulan sekali.

    3. Membuat acara keakraban antara pengelola radio, anggota komunitas dan pendengar berupa permainan dan panggung pertunjukkan, setiap enam bulan.

  • Kontribusi untuk sasaran E - Administrasi.

    Aktivitas:

    1. Pelaporan narasi, keuangan dan evaluasi yang transparan untuk publik.

E. Latar belakang dan demografi pelaku proyek

Pemimpin proyek

Perempuan dengan pengalaman berorganisasi selama 7 tahun, dan pengalaman di bidang media selama 4 tahun, berumur 28, dan panitia lainnya total berjumlah sebelas orang.

Pelaku Proyek

Panitia lainnya adalah perempuan 22-32 tahun, sembilan dari perempuan buruh yang bekerja di empat pabrik garmen di KBN Cakung, dua orang dari serikat buruh yang sekaligus aktif di organisasi perempuan.

F. Demografik kelompok target

Buruh perempuan kelas bawah, berumur 18-45 tahun, yang tinggal di Semper Jakarta Utara. Memiliki rasa solidaritas dan mau belajar. Kelompok masyarakat yang sampai hari ini belum bisa mengakses media informasi, khususnya komunitas-komunitas basis orang muda, dan komunitas-komunitas agamais.

G. Hasil yang diharapkan dan indikator keberhasilan

Berjalannya Radio Buruh Perempuan diharapkan mampu mendorong buruh perempuan memahami tentang kesetaraan dan hak-haknya sebagai perempuan. Selain itu juga menjadikan buruh perempuan berani berbicara tentang hak dan kesetaraan. Indikator keberhasilan:

  • Terdapat Buruh perempuan yang mengikuti dan memberi tanggapan pada acara-acara siaran Radio Buruh Perempuan.

  • Pengaduan melalui Kotak SMS diikuti 15 orang setiap minggu pada empat bulan pertama, 30 orang pada empat bulan kedua, dan 50 pada empat bulan ketiga.

  • Terbentuknya komunitas Radio Buruh Perempuan yang rutin melakukan pertemuan yang dihadiri minimal 50 orang

  • Terdapat minimal 30 buruh perempuan yang menjadi bagian pengelola Radio Buruh Perempuan

H. Keterkaitan proyek dengan perbaikan media dan keadilan sosial

Perbaikan media

Radio Buruh Perempuan berharap menjadi media yang menjawab kebutuhan informasi tentang hak-hak perempuan, bagi masyarakat Semper khusunya para pekerja/buruh perempuan. Informasi yang akan memberi pengetahuan baru, yang berasal dari dinamika dan pengalaman sehari-hari. Para pendengar radio bukan saja sebagai penerima informasi, juga sekaligus sumber utama dan pembuat informasi yang akan disebarluaskan. Bagi perbaikan media, Radio Buruh Perempuan akan mendorong adanya keadilan dan kesetaraan gender dalam dunia media massa, di mulai dari media komunitas berupa radio.

Keadilan sosial

Advokasi dari proyek ini adalah masyarakat bisa secara aktif menyebarluaskan informasi, bagi kebutuhan masyarakat itu sendiri, tanpa harus memiliki atau dimiliki industri media. Sekaligus keadilan bagi kaum perempuan pekerja sebagai sosok perempuan yang berpotensi besar menjadi mandiri (karena memiliki pendapatan dan bekerja di tempat publik), untuk mendapatkan media yang akan memberitakan segala ketidakamanan dalam prespektif yang membela perempuan korban.

I. Durasi waktu aktifitas dilaksanakan:

Januari - Desember 2012

J. Total kebutuhan dana untuk melakukan aktifitas:

Rp. 302.250.000

K. Dana yang diminta dari Cipta Media Bersama:

Rp 289.750.000 rupiah

L. Sumber dana lainnya:

Rp 12.500.000, dari swadaya komunitas

M. Kontribusi organisasi:

  • Pemimpin proyek dan tim tidak dibayar

N. Kontribusi dari kelompok target:

  • 200 buruh perempuan melakukan sosialisasi pendirian dan acara Radio Buruh Perempuan, kepada buruh-buruh lain.

  • 20 buruh perempuan menjadi penyiar dan kontributor Radio Buruh Perempuan, pada bulan kedua setelah mulai siaran dan mendapat pelatihan.

Tags:



January 2012 | CC BY-SA 3.0