Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

Lingkar Suara Buruh Perempuan - Laporan Narasi Pertanggung Jawaban Hibah Termin II



ICT Watch

Instruksi untuk mengisi laporan penerimaan hibah

ICT Watch mengharuskan seluruh penerima hibah melaporkan kegiatan mereka dalam bentuk laporan naratif dan laporan keuangan berdasarkan Perjanjian Penerima Hibah Cipta Media Seluler yang telah disepakati kedua belah pihak. Laporan naratif disarankan dalam bentuk lima hingga tujuh halaman.

Laporan dapat dikirimkan melalui surel atau dokumen asli

Penerima hibah : Dian Septi Trisnanti (Radio Komunitas Marsinah FM, Federasi Buruh Lintas Pabrik)

Periode Laporan : 2 Maret 2015 hingga 25 Februari 2016

Proyek : Lingkar Suara Buruh Perempuan

1. Pembelajaran

Silahkan tuliskan pembelajaran, acara-acara yang anda buat/ alami yang dapat membuat perubahan dalam satu tahun kedepan sebagai hasil dari upaya upaya yang anda buat dibawah hibah yang anda terima, perubahan-perubahan yang anda percaya dapat membatu organisasi/ komunitas anda mencapai tujuan-tujuannya dan/ atau kesulitan dan tantangan yang tidak anda perkirakan yang anda temukan dalam periode pelaporan hibah ini.

Proyek Lingkar Suara Buruh Perempuan mengalami perubahan - perubahan, baik perubahan indikator keberhasilan maupun beberapa aktivitas. Hal tersebut dilakukan karena Marsinah FM mengalami kesulitan dalam mencapai tujuan beserta indikator. Kesulitan - kesulitan yang dialami, diantaranya pengelolaan kerja dan tim, yang telah mencapai indikator yang sudah ditentukan sebelumnya. Berdasarkan evaluasi dan pemeriksaan sebelumnya dan dalam proses pelaksanaan perbaikan pertengahan program Lingkar Suara Buruh Perempuan untuk durasi 10 November 2015 - 31 Desember 2015.

Kesulitan

Secara keseluruhan, Marsinah FM berupaya keras memperbaiki kinerja tim, terutama dalam hal keorganisasian seperti manajemen proyek dalam waktu dua bulan yakni November dan Desember 2015. Sebagian program berjalan dengan baik baik dalam hal kepesertaan, atau capaian dari program itu sendiri seperti Panggung Ibu, Konferensi Perempuan Pekerja yang sanggup menghadirkan jaringan dari berbagai serikat buruh (anggota dan pengurus), pun beberapa serikat terlibat sebagai panitia. Artinya, ada kesanggupan melibatkan serikat buruh di luar FBLP sebagai bentuk rasa memiliki perjuangan buruh perempuan yang kemudian berlanjut dalam kerja – kerja bersama menuju momentum perjuangan perempuan lainnya, seperti Hari Perempuan Internasional. Demikian halnya dengan 4 kali diskusi hunian, cukup mampu menggali kenyataan atau realita buruh perempuan sehari – hari. Dalam hal produksi tulisan pengalaman juang maupun artikel tentang hak buruh perempuan, hak buruh ibu, kesehatan reproduksi dan hak buruh secara umum ditulis oleh buruh perempuan. Rata – rata di like dan di share 50 – 100 kali namun ada juga yang di like dan share sebanyak 20an kali. Kesulitannya adalah dalam hal pelibatan sebanyak mungkin buruh perempuan untuk menyebarkan tulisan di website selain yang ditugaskan untuk menyebarkan. Demikian halnya dengan video dan audio. Terdapat dua program yang belum bisa berjalan karena kendala terletak pada terbatasnya waktu. Yakni program survey sms centre dan lomba foto. Sebenarnya sudah ditempatkan PJ atau Penanggung Jawab di dua program tersebut. Namun karena kesulitan memanajemen sekian banyak program dalam waktu dua bulan dan dana yang sudah habis, maka 2 program ini belum terlaksana dan terpaksa di tunda di tahun depan.k menjaga semangat kru Marsinah FM untuk terus maju melaksanakan program sebaik – baiknya meski ada kekurangan di sana – sini.

2. Aktivitas/ Isu yang Anda usung dan mencoba atasi

Berikut adalah aktivitas dan isu-isu yang anda masukkan pada permohonan hibah anda:

  • 4000 Buruh perempuan di Indonesia, terutama di 5 kota yang minim informasi tentang hak seputar kesejahteraan yakni soal upah layak, hak lembur yang dibayarkan, sistem kontrak/outsourcing, hak cuti hamil dan melahirkan, penangguhan upah.

  • 4000 Buruh perempuan di Indonesia, terutama di 5 kota yang minim informasi tentang hak seputar kesetaraan yakni hak bebas dari kekerasan seksual, pelecehan seksual, Kekerasan Dalam Rumah Tangga beserta aspek hukumnya

  • 4000 buruh perempuan di Indonesia terutama di 5 kota (Jakarta, Tangerang, Surakarta, Semarang, Sidoarjo dan sekitarnya) yang minim informasi tentang hak seputar lingkungan, yakni tentang hak mendapatkan akses air bersih di tempat kerja, minum air bersih, tempat tinggal sehat, dampak lingkungan terhadap kesehatan reproduksi.

  • 4000 buruh perempuan di Indonesia, terutama di 5 kota (Jakarta, Tangerang, Surakarta, Semarang, Sidoarjo dan sekitarnya) yang belum kuat saling memberi solidaritas dan dukungan ketika menghadapi persoalan sebagai buruh perempuan di tempat kerja, keluarga, masyarakat.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, berbagai aktivitas yang dilakukan adalah

  • Pembentukan grup–grup diskusi WA dan FB
  • Pembentukan SMS Centre
  • Ekspresi Langsung Melalui Rekaman Audio
  • Ekspresi Langsung Melalui Rekaman Video
  • FGD untuk Pengelola Program
  • Pelatihan–Pelatihan Terdapat dua jenis pelatihan, yakni pelatihan untuk anggota grup dan kru Marsinah FM. a. Pelatihan untuk kru Marsinah FM b. Pelatihan untuk anggota grup
  • Konferensi Perwakilan 5 kota .
  • Petisi Daring (Online)

Seluruh aktivitas yang dijanjikan pada proposal sebelumnya tidak dilaksanakan dan pada pertengahan program diubah menjadi:

Perubahan masalah buruh perempuan

  • M.1 Minim informasi, pengetahuan tentang hak buruh perempuan dan pengalaman langsung buruh perempuan, di area sosial:
  • M.1.1 Kesehatan Reproduksi (Kespro)
  • M.1.2 KDRT
  • M.1.3 Pengasuhan Anak

  • M.2 Minimnya informasi, pengetahuan tentang hak buruh perempuan dan pengalaman langsung buruh perempuan di tempat kerja :
  • M.2.1 Hak Normatif Buruh Perempuan
  • M.2.2 Kekerasan Seksual di Tempat Kerja
  • M.2.3 Alasan dan Tuntutan Kesejahteraan Buruh
  • M.3 Keterbatasan waktu buruh perempuan menjalankan aktivitas di luar pekerjaan perusahaan dan rumah tangga

Aktivitas dan isu yang anda atasi:

Untuk mengatasi persoalan tersebut, berbagai aktivitas yang dilakukan adalah 1. Konferensi Perempuan Pekerja II 2. Panggung Buruh untuk Ibu di Tempat Kerja 3. Diskusi Hunian 4. Pelatihan Marsinah FM 5. Produksi Berita Video 6. Produksi Tulisan 7. Lomba Foto 8. Survei SMS Centre

  1. Konferensi Perempuan Pekerja II (KPP II)

Konferensi Perempuan Pekerja( KPP ), dilaksanakan pada hari Minggu, 29 November 2015 di Karawang, yang hadir dalam KPP ini, 51 peserta terdiri dari serikat buruh PPMI, SPN, FSUI, FPBI

Tema yang diambil adalah:

  • Hak Buruh Ibu di Tempat Kerja untuk memperdalam analisa kelayakan upah pekerja yang dilihat dari kacamata seorang ibu, sebagai contoh, dalam penghitungan lazim KHL saat ini komponen-komponen tentang kesejahteraan ibu pekerja seperti biaya pengasuhan bayi, gizi cukup untuk anak, gizi ibu agar sehat menyusui tidak pernah terwacana
  • Fasilitas-fasilitas perusahaan bagi ibu pekerja seperti laktasi itu belum ada dan tidak terjangkau, walaupun ada ibu pekerja tidak bisa mengunakannya karena kurang steril dan mengurangi waktu kerja untuk target produksi.
  • Tema kekerasan seksual kami ambil mengingat rentannya perempuan pekerja dengan kasus kekerasan dan pelecehan seksual di tempat kerja, dalam situasi politik saat ini pemerintah harus segera didesak agar mengesahkan RUU penghapusan kekerasan seksual, tentu saja harapannya agar perlindungan perempuan pekerja tergambar dengan jelas dalam RUU penghapusan kekerasan seksual.

Dalam KPP II, peserta melakukan sharing dan menggali permasalahan masing –masing pabrik terkait dengan hak- hak perempuan pekerja dan fakta yang didapat dari sharing dan menggali permasalahan tersebut masih banyak yang tidak mendapatkan hak- hak sebagai perempuan pekerja. Sehingga fakta tersebut diuraikan menjadi 3 permasalahan, dan dijadikan bahan diskusi kelompok adapun 3 yang dijadikan diskusi kelompok adalah :

  1. Hak ibu selama kehamilan bersama: Vivi Widyawati
  2. Hak Ibu dalam cuti dan melahirkan bersama : Dian Novita
  3. Biaya dan tunjangan Ibu bersama : Jumisih

Rekomendasi diskusi kelompok: KPP II bersepakat membuat suatu wadah kampanye propaganda, permasalahan dan tempat komunikasi bagi perempuan pekerja diantaranya media sosial dan televisi, merekomendasikan agar pemerintahlebih berperan aktif peduli pada permasalan pekerja, media informasi publikpunberharap dapat membantukampanyekan permasalahn perburuhan termasuk perempuan pekerja. KPP selanjutnya tetap harus dilaksanakan agar perjuangan perburuhan dan segala permasalahan dapat terselesaikan dengan baik.

  1. Panggung Buruh untuk Ibu di Tempat Kerja

Acara ini dilangsungkan pada Minggu pagi 20 Desember 2015, yang bertajuk Panggung Buruh “Membela Hak Buruh Ibu” di LBH Jakarta. Narasumber yang dimaksud adalah Jumisih dari Ketua Umum Federasi Buruh Lintas Pabrik (FBLP), Santoso Widodo Ketua Umum Federasi Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI) dan Muhammad Rusdi Sekjen Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia. Ketiga pimpinan tersebut bersepakat bahwa persoalan buruh perempuan harus lebih banyak untuk diangkat, dibicarakan, dan menjadi agenda bersama secara nasional.

Agenda ini diselenggarakan oleh Radio Marsinah FM, didukung oleh Federasi Buruh Lintas Pabrik dan Perempuan Mahardhika. Hadir dalam panggung tersebut perwakilan berbagai serikat pekerja dan organisasi perempuan seperti SPN, SBSI92, PPMI – Percetakan, SPKPD – FSP2KI, GSBM, FBTPI, FSBM, SPKAJ, FSUI, SBPN, KAPAL PEREMPUAN, KOMNAS PEREMPUAN, FPBI, FSBDSI – Tapal Batas, dan Komite Perempuan Industri All.

  1. Diskusi Hunian

a. Diskusi hunian buruh 22 November 2015 Diadakan pada tanggal 22 November 2015 di Taruna tepatnya di rumah Hartini, dan di hadiri oleh 17 orang, dan ke 17 orang ini adalah buruh perempuan yang bekerja di Kawasan Berikat Nusantara Cakung ( KBN ) yang terdiri dari beberapa serikat pekerja seperti SPN, FBLP, FSBI, SBSI 92, dan ibu rumah tangga yang tidak bekerja, dan materi yang disampaikan adalah materi “ Hak Pekerja Perempuan Sebagai Hak Ibu” dipandu oleh Titin Wartini dari Perempuan Mahardhika.

Kegiatan yang berlangsung 1,5 Jam dimulai dengan memperkenalkan diri masing- masing kegiatan ini juga bagian dari ajang penyadaran terkait dengan hak-hak perempuan di tempat kerja. Diskusi dan tanya jawab bahkan juga sharing dari kegiatan ini sangat menarik, mayoritas menyampaikan bahwa hak cuti haid tetap bekerja dan dibayar tapi kalau tidak masuk kerja ya tidak dibayar, dan di masa cuti melahirkan tidak semua buruh perempuan yang hamil mendapatkan hak cuti melahirkan terutama untuk yang berstatus kerja kontrak, dan Hak Buruh perempuan sebagai ibu menyusui, ASI ( Air Susu Ibu ) yang eksklusif diberikan oleh ibu kepada bayinya berdurasi selama kurang lebih 6 bulan tanpa susu formula dan makanan tambahan karena ASI memiliki semua kandungan yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak, cuti haid, cuti melahirkan dan pojok Laktasi sudah jelas ada UU yang mengaturnya, tapi masih banyak perusahaan yang melanggar hak pekerja Ibu, terkait pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan tidak semua buruh perempuan mengetahuinya dan panduan materi ini bisa menjelaskan terkait dengan Hak- Hak ibu pekerja.

Tiga buruh perempuan yang tidak berkenan disebutkan namanya menyampaikan kasusnya sebagai berikut

  1. Waktu hamil muntah- muntah hebat, tidak diberikan perlakuan khusus waktu hamil seperti pekerjaan sewing tetap tidak diberikan bangku khusus. Tetap menjahit meskipun kaki bengkak, bahkan dikejar target. Kadang pinggang dan punggungnya terasa nyeri, setiap hamil ada permasalahn darah tinggi
  2. Tiap bulan melakukan cek kesehatan dengan biaya sebesar Rp 300.000 tiap cek up , ini tidak ditanggung oleh perusahaan
  3. Telah memiliki 3 orang anak dan setiap anak melalui cesar. Terakhir melahirkan cesar Rp 12 juta. Semua biaya sendiri tidak ditanggung oleh perusahan. Tidak ada tunjangan melahirkan, gaji 3 bulan dibayar penuh.

b. Diskusi Hunian 24 November 2015

Diadakan pada 24 November 2015, di rumah Nuy, seorang buruh PT. Amos Indah Indonesia dan dihadiri oleh 15 orang. Dalam diskusi hunian ini, mereka mendiskusikan tentang cuti haid di tempat mereka bekerja. Salah seorang buruh perempuan di PT. Amos Indah Indonesia menceritakan, sebelumnya di PT. Amos I.I, cuti haid tidak diberikan tapi diganti dengan insentif cuti haid. Namun, setelah kenaikan UMP 2016 sebesar Rp 3,1 juta, insentif cuti haid dihapuskan dan buruh perempuan harus mengambil cuti haid sebanyak 2 hari pertama haid. Di awal, banyak buruh perempuan yang mengambil cuti haid, tapi karena intimidasi dari atasan seperti pengawas dan chief, buruh perempuan takut mengambil cuti haid.

Rahma, ketua FBLP PT. Amos Indah Indonesia menjelaskan, memang ada intimidasi dari pengawas namun sebenarnya bila buruh perempuan berani mengambil cuti haid, maka intimidasi akan reda dengan sendirinya. Rahma, sebagai ketua serikat pun tak bosan memberikan advokasi bagi buruh perempuan yang hendak mengambil cuti haid. Diskusi hunian ini dipandu oleh Sri Sulastri selama kurang lebih 1,5 jam.

c. Diskusi Hunian 5 November 2015

Kesehatan buruh ibu menjadi tema utama dalam diskusi hunian di rumah salah seorang buruh di Pulo Gadung. Salah satu buruh perempuan yang bernama Resah mengutarakan permasalahannya yang tidak mendapatkan keringanan bekerja ketika sedang hamil. Kondisi kandungannya yang lemah tidak memungkinkan ia bekerja lembur namun pengawas memaksanya lembur meski ia sudah menjelaskan keterangan dokter kandungan. Benar saja, Resah keguguran. Resah kehilangan bayinya dan ironisnya, pihak perusahaan tidak sama sekali memberikan cuti keguguran kepada dirinya.

Diskusi hunian ini dipandu oleh Muhsanati Yusuf dan berlangsung selama 1,5 jam dan dihadiri 15 orang. Para peserta diskusi hunian berbagi kisah tentang pengalamannya sebagai buruh ibu, mulai dari tidak diberikan cuti keguguran, diPHK karena hamil.

d. Diskusi Hunian 22 November

Diskusi hunian 22 November diadakan di rumah Parti, di Pancong sekitar KBN Cakung. Sekitar 13 buruh perempuan hadir dan saling berbagi kisah pengalamannya sebagai buruh ibu. Salah seorang perserta diskusi memaparkan kisahnya tentang sulitnya menyusui ketika ia juga harus bekerja.

Mau tak mau ASI pun terbuang dan biar tidak membasahi baju seragam, tak jarang ia dan teman-temannya membalut payudaranya dengan kain jarik. Rasanya sakit sekali namun apa daya, tidak ada POJOK ASI di tempat ia bekerja.

  1. Pelatihan Marsinah FM

Pelatihan Marsinah FM diselenggarakan pada 5 – 6 Desember 2015 di Wisma Bu Kris, Bogor dan dihadiri 26 peserta. Pelatihan Marsinah FM bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kru radio Marsinah FM dalam hal manajemen radio, produksi radio dan jurnalistik radio.

Beberapa materi yang disampaikan dalam pelatihan tersebut adalah

  1. Manajemen Radio Komunitas
  2. Perencanaan dan Pelaksanaan Program Siaran
  3. Mengelola Talkshow
  4. Reportase Lapangan dan Kaidah Jurnalistik
  5. Tindak Lanjut Pelatihan
  6. Produksi Berita Audio

Terdapat dua paket produksi berita audio masing-masing di bulan November dan Desember 2015. Tiap paket berita audio terdiri atas 3 berita audio. Tema – tema berita audio diantaranya tentang hak buruh ibu, hak normatif buruh dan hak seksualitas buruh perempuan. Semua berita audio dimuat di website Marsinah FM (www.marsinahfm.com) dengan jumlah like dan share rata – rata 20 sampai 122 kali.

  1. Produksi Berita Video

Berita video diproduksi sebanyak satu kali setiap bulan dan diterbitkan di akun youtube lingkar buruh marsinah dan website Marsinah FM (www.marsinahfm.com). Data terlampir dalam kolom di bagian bawah.

  1. Produksi Tulisan

Produksi tulisan rata – rata 5 kali dalam sebulan tentang beragam tema baik tentang hak buruh perempuan, hak buruh ibu, kesehatan reproduksi dan persoalan buruh secara umum, terutama terkait mogok nasional dan perjuangan menolak PP 78/2015. Tulisan diterbitkan di www.marsinahfm.com

  1. Lomba Foto

Belum bisa terlaksana

  1. Survei SMS Centre

Belum bisa terlaksana

3. Indikator sukses anda dalam permohonan hibah

Untuk mengukur keberhasilan program maka dirumuskan hasil dan indikator sebagai berikut: Hasil yang diharapkan:

  1. Terbentuknya SMS Centre Marsinah FM Menjawab
  2. Bertambahnya pengunjung channel “Lensa Buruh Perempuan” di Youtube, setiap video dilihat 50 kali dalam setahun.
  3. Terbentuk 12 Grup WA dan FB, dengan minimal tiap grup terdiri atas 25 orang. Grup tersebut dibangun berdasarkan 4 tema yaitu (1) Perempuan dan Kesejahteraan; (2) Perempuan, Lingkungan dan Alam; (3) Kesetaraan dalam hidup sehari-hari; (4) Kekerasan Seksual di Tempat Kerja. Tiap Tema, dibentuk 3 grup WA.
  4. 260 rekaman audio tentang informasi seputar (1) kesejahteraan (upah layak, hak lembur yang dibayarkan, sistem kontrak/outsourcing, hak cuti hamil dan melahirkan, penangguhan upah); (2) Kesetaraan (hak bebas dari kekerasan seksual, pelecehan seksual, Kekerasan Dalam Rumah Tangga beserta aspek hukumnya); (3) Lingkungan (hak mendapatkan akses air bersih di tempat kerja dan tempat tinggal, tempat tinggal sehat, dampak kerusakan lingkungan terhadap kesehatan reproduksi)
  5. 20 rekaman audio karya buruh perempuan tentang Sosok Buruh Perempuan yang berani berjuang untuk upah layak, cuti hamil dan melahirkan, melawan penangguhan upah, sistem kontrak/outsourcing, melawan KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), pelecehan seksual dan kekerasan seksual, berjuang mendapatkan air bersih di tempat kerja, akses air bersih di tempat tinggal, lingkungan tempat tinggal yang lebih sehat.
  6. 1 rekaman audio kumpulan pengalaman juang buruh perempuan dalam bentuk berita feature untuk memberikan informasi tentang pengalaman tiap buruh perempuan dalam mengatasi persoalannya.
  7. 260 rekaman video berupa laporan terkait situasi buruh perempuan di 5 kota seputar kondisi upah, penangguhan upah, sistem kontrak, KDRT, kekerasan seksual, pelecehan seksual, lingkungan tidak sehat, akses air bersih yang minim di tempat kerja dan tempat tinggal.
  8. 2 teks SMS (via SMS Centre) per hari kepada 100 buruh berisi informasi seputar hak–hak buruh perempuan (upah layak, upah lembur, hak cuti hamil dan melahirkan, KDRT, pelacehan seksual, kekerasan seksual, lingkungan tidak sehat, akses air bersih yang minim di tempat kerja dan di tempat tinggal)
  9. Meningkatnya jumlah pendengar radio Marsinah FM menjadi 50 orang tiap siaran di 4 bulan pertama siaran online, 100 orang di 4 bulan ke dua bersiaran online, dan 150 pendengar di 4 bulan ke tiga bersiaran online.
  10. 1 Petisi online untuk menggalang solidaritas dan dukungan terhadap persoalan yang sedang dihadapi buruh perempuan, seperti kasus penangguhan upah dan lembur tidak dibayar yang marak menimpa buruh perempuan.

Indikator keberhasilan

  1. Terselenggaranya konferensi perwakilan 5 kota sebagai bagian dari proses grup di WA dan FB.
  2. Terbentuk 3 koresponden Marsinah FM (teks, audio video) di setiap 5 kota yang mengirimkan rekaman (teks, audio, video) berisi informasi di kotanya seputar kesejahteraan (Upah layak, penangguhan upah, cuti hamil dan melahirkan, sistem kontrak/outsourcing); kesetaraan (KDRT, pelecehan seksual, kekerasan seksual), lingkungan (akses air bersih di tempat kerja dan tempat tinggal, lingkungan sehat)
  3. Terbentuk 1 CD/DVD kumpulan pengalaman buruh perempuan yang pernah berjuang melawan upah murah, penangguhan upah, sistem kontrak, memperoleh cuti hamil dan melahirkan, melawan KDRT, pelecehan seksual dan kekerasan seksual, memperoleh akses air besih di tempat kerja dan tempat tinggal . CD ini digandakan menjadi 500 keping dan didistribusikan ke 500 buruh di 5 kota.
  4. 1 CD/DVD kumpulan rekaman audio 20 sosok buruh perempuan yang berani melawan dan digandakan sebanyak 500 keping untuk 500 buruh di 5 kota.
  5. 5000 tanda tangan dukungan di petisi online mendukung dan bersolidaritas atas kasus yang menimpa buruh perempuan.

INDIKATOR di ATAS dirubah dalam perbaikan pertengahan program. Indikator dirubah karena Marsinah FM mengalami kesulitan mencapai indikator sebelumnya, karena kesulitan melakukan manajemen proyek. Dalam perbaikan pertengahan program, dilakukan indikator dirubah sekaligus diiringi perbaikan manajemen pengelolaan proyek.

Indikator baru adalah sebagai berikut:

Hasil aktual hingga laporan ini dibuat:

Indikator keberhasilan:

  1. Tulisan informasi tentang Kespro, KDRT, pengasuhan anak, hak normatif buruh perempuan, kekerasan seksual di tempat kerja, tuntutan dan alasan kesejahteraan buruh

Ukuran

lima (5) tulisan dalam dua bulan

Sumber

Situs web

Tulisan

  1. Siaran tentang Kespro, KDRT, pengasuhan anak, hak normatif buruh perempuan, kekerasan seksual di tempat kerja, tuntutan dan alasan kesejahteraan buruh

Ukuran

sepuluh (10) acara siaran

Sumber

rekaman

  1. Talkshow Union 7 November 2015 dengan tema PP 78/2015 dengan nara sumber Sharul dari GODAM FPBI
  2. Talkshow Hak dan Hukum tentang BPJS, 6 November 2015, dengan Pembicara dari Jamkeswatch
  3. Talkshow Cermin tentang Hak Pekerja Rumah Tangga , 20 November dengan pembicara dari Jala PRT
  4. Talkshow Cermin tentang Hak Buruh perempuan dengan Pembicara dari Perempuan Mahardhika, 4 Desember 2015
  5. Talkshow Hak dan Hukum tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja dengan pembicara FSPMI, Juna yang keponakannya jadi korban PT. Mandom, 13 November 2015
  6. Talkshow tentang Hak dan Hukum tentang RUU Anti Kekerasan Seksual dengan pembicara dari Perempuan Mahardhika, 27 November 2015
  7. Talkshow Cermin tentang A- Z bentuk Pelecehan Seksual di tempat kerja, Pembicara dari FBLP, 11 Desember 2015
  8. Talkshow Hak dan Hukum tentang Upah sektoral Garment yang dihapuskan, dengan Pembicara dari FSUI (Federasi Sektor Umum Indonesia) 18 Desember 2015
  9. Talkshow Union, Perjuangan Buruh BTS untuk upah yang sering ditunda dan ditangguhkan;, dengan pembicara dari FSUI (Federasi Sektor Umum Indonesia), 5 Desember 2015 10.Talskhow Union, Buruh Hamil di Putus Kerja dengan Pembicara dari FBLP, 19 Desember 2015

  10. Audio tentang Kespro, KDRT, pengasuhan anak, hak normatif buruh perempuan, kekerasan seksual di tempat kerja, tuntutan dan alasan kesejahteraan buruh

Ukuran

empat (4) file audio

Sumber

siaran & soundcloud (21 follower, 63 track, terakhir diperbaharui Desember 2015)

  1. Video Kespro, KDRT, pengasuhan anak, hak normatif buruh perempuan, kekerasan seksual di tempat kerja, tuntutan dan alasan kesejahteraan buruh

Ukuran

dua (2) video

Sumber

Youtube Lensa buruh Marsinah FM (48 video terakhir di perbaharui 8 Mei 2015]

  1. Setiap konten di kanal disebarkan di grup medsos

Ukuran

tersebar ke 5 grup Facebook

Sumber

Facebook

  1. Grup FB Sekber Buruh
  2. Grup FB Info Buruh Bergerak
  3. Grup FB Curhat Buruh
  4. Grup FB Gerakan Buruh Indonesia
  5. Grup FB Gerakan Buruh Revolusi Indonesia

  6. tanggapan pendengar saat siaran

Ukuran

Dua (2) sms per siaran

Sumber

Data SMS

  1. Like dan share tulisan di web

Ukuran

50 per tulisan

Sumber

Situs web

  1. Like dan share Soundcloud

Ukuran

20 per soundcloud

Sumber

Situs web

  1. Orang melihat video

Ukuran

50 per video

Sumber

Youtube

  1. Kuesioner pendengar tentang Kespro, KDRT, pengasuhan anak, hak normatif buruh perempuan, kekerasan seksual di tempat kerja, tuntutan dan alasan kesejahteraan buruh

Ukuran

200 tanggapan kuesionerdata via SMS

Sumber

dataSMS

  1. Pendengar radio atau pengunjung web datang ke sekretariat Marsinah FM untuk diskusi terkait informasi yang dipublikasikan

Ukuran

15 kunjungan

Sumber

buku tamu

  1. Buruh perempuan mengadukan kasus kekerasan seksual di tempat kerja

Ukuran

dua (2) pengaduan

Sumber

formulir pengaduan

  1. Buruh perempuan mengikuti kursus parenting FBLP lima

Ukuran

(5) peserta kursus

Sumber

daftar absen

  1. Terjadi diskusi tentang hak normatif buruh perempuan di serikat tingkat pabrik yang mengundang Marsinah FM

Ukuran

satu (1) diskusi di pabrik

Sumber

foto kegiatan

  1. Tulisan tentang pengalaman buruh perempuan terkait Kespro, KDRT, pengasuhan anak, hak normatif buruh perempuan, kekerasan seksual di tempat kerja, tuntutan dan alasan kesejahteraan buruh

Ukuran

lima (5) tulisan pengalaman

Sumber

situs web

  1. “Talk Show Pertamaku Bersama Marsinah FM” di like dan share sebanyak 36 kali
  2. “Hidup Buruh, Aku Dipecat” di like dan share 194 kali
  3. Dan, akhirnya saya keguguran, dilike dan share 201 kali
  4. Kisah Bambu Perempuan di Barisan Depan, di like dan share sebanyak 171 kali
  5. Pengalaman mogok nasional, di like dan share 31 kali

  6. Terjadi diskusi di hunian buruh

Ukuran

lima (5) diskusi hunian

Sumber

foto diskusi hunian

  1. Grup WhatsApp (WA) pendengar radio atau pengunjung web Marsinah FM tentang Kespro, KDRT, pengasuhan anak, hak normatif buruh perempuan, kekerasan seksual di tempat kerja, tuntutan dan alasan kesejahteraan buruh

Ukuran

satu (1) grup WA “Kru Radio Marsinah FM” berisi kru marsinah FM dan beberapa pendengar

Sumber

data WA

  1. Buruh perempuan penerima informasi dari Marsinah FM, menjadi anggota baru FBLP

Ukuran

sepuluh (10)

Sumber

formulir pendaftaran.

  1. Buruh perempuan terlibat kegiatan Foto Statement situs web

Ukuran

20 foto peserta

Sumber

Foto Statement

  1. Buruh perempuan menghadiri Konferensi Pekerja Perempuan (KPP) bulan November 2015

Ukuran

50 peserta mengikuti KPP

Sumber

Daftar hadir dan foto kegiatan

  1. Pendengar radio dan pengunjung web Marsinah FM mengikuti temu pendengar di momentum Hari Ibu 2015

Ukuran

100 peserta mengikuti Panggung Ibu Kita Marsinah

Sumber

TIDAK ADA

4. Tujuan dan Sasaran

Silahkan anda jelaskan apa yang telah anda berhasil peroleh dengan hibah ini yang berkaitan dengan tujuan yang lebih besar yang anda harapkan dapat anda capai.

Tujuan pada proposal

a. 4000 buruh perempuan di Indonesia, terutama di 5 kota (Jakarta, Tangerang, Surakarta, Semarang, Sidoarjo dan sekitarnya) mendapatkan informasi tentang hak seputar kesejahteraan, yakni upah layak, hak lembur yang dibayarkan, sistem kontrak/outsourcing, hak cuti hamil dan melahirkan, penangguhan upah.

b. 4000 buruh perempuan di Indonesia, terutama di 5 kota (Jakarta, Tangerang, Surakarta, Semarang, Sidoarjo dan sekitarnya) mendapatkan informasi tentang hak seputar kesetaraan, yakni tentang upah layak dan setara, bebas dari kekerasan seksual dan pelecehan seksual, penanganan KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) beserta aspek hukumnya.

c. 4000 buruh perempuan di Indonesia, terutama di 5 kota (Jakarta, Tangerang, Surakarta, Semarang, Sidoarjo dan sekitarnya) mendapatkan informasi tentang hak seputar lingkungan, yakni tentang hak mendapatkan akses air bersih di tempat kerja, minum air bersih, tempat tinggal sehat, dampak lingkungan terhadap kesehatan reproduksi.

d. 4000 buruh perempuan di Indonesia, terutama di 5 kota (Jakarta, Tangerang, Surakarta, Semarang, Sidoarjo dan sekitarnya) mendapatkan informasi tentang berbagai sosok buruh perempuan yang berani berjuang untuk upah layak, melawan penangguhan upah, KDRT, kekerasan seksual dan pelecehan seksual, akses air bersih di tempat kerja dan tempat tinggal, lingkungan sehat.

e. 4000 buruh perempuan di Indonesia, terutama di 5 kota (Jakarta, Tangerang, Surakarta, Semarang, Sidoarjo dan sekitarnya) saling memberi solidaritas dan dukungan ketika menghadapi persoalan sebagai buruh perempuan, di tempat kerja, keluarga, masyarakat.

Sasaran pada proposal

Buruh Perempuan di Indonesia, terutama di 5 kota yakni (1) Jakarta dan sekitarnya ; (2) Tangerang dan sekitarnya; (3) Surakarta dan sekitarnya; (4) Semarang dan sekitarnya; (5) Sidoarjo dan sekitarnya

Tujuan dan sasaran yang berhasil dicapai hingga saat ini:

Tujuan dan sasaran pada hibah berubah terkait dengan perubahan indikator keberhasilan.

  • Tujuan - tujuan pada T 1 sampai T2 relatif rutin tersampaikan baik melalui siaran talkshow, diskusi dari pintu ke pintu atau diskusi hunian dimana kru mengadakan diskusi di rumah buruh perempuan, juga melalui diskusi pabrik.
  • Sementara tujuan yang tercantum di T3, buruh perempuan sudah menulis di website dan disebarkan oleh tim Marsinah FM, namun di luar tim, belum cukup banyak yang menyebarkan di media sosial.
  • Pada tujuan T5, beberapa buruh perempuan di setiap serikat di KBN Cakung, sudah menduduki ke pengurusan di tingkat pabrik atau perusahaan meski ada hambatan. Namun, di kalangan anggota, masih ada hambatan untuk aktif berserikat karena dilarang suami atau pekerjaan rumah tangga yang banyak dan menyita waktu. Namun, hal ini relatif bisa diatasi di dalam serikat buruh FBLP dengan diskusi rutin di diskusi hunian maupun pabrik.
  • Yang terakhir tujuan yang tercantum di T5, sudah semua komunitas Marsinah FM dan sebagian anggota FBLP, beberapa anggota serikat lain di KBN Cakung sudah menginstal Radio Marsinah di google play sehingga bisa mendengarkan Marsinah FM, dengan demikian buruh perempuan di KBN Cakung sudah belajar menggunakan internet handphone dan terbiasa dengannya.

Sementara sasaran menjadi: buruh perempuan di KBN Cakung, bisa terukur dari kehadiran di setiap diskusi hunian, pelatihan Marsinah FM maupun Konferensi Perempuan Pekerja, diskusi pabrik dan setiap agenda Marsinah FM lainnya.

5. Perubahan Lingkup Organisasi/ Lingkungan Sekitar

Tolong jabarkan perubahan perubahan signifikan yang organisasi anda dapatkan yang memiliki dampak pada pekerjaan anda pada periode pelaporan yang anda lakukan untuk saat ini. Masukkan secara deskriptif bagaimana anda menangani perubahan perubahan tersebut dan bagaimana perencanaan anda berubah sebagai hasilnya.

Sejauh ini, sudah ada perubahan dalam hal manajemen proyek dan pelaporan keuangan yang lebih baik dari kekurangan sebelum perbaikan tengah program. Namun, ini belum bisa jadi ukuran keseluruhan karena baru 2 bulan (November - Desember 2015), sehingga masih jauh dari standar ideal. Di luar itu, perbaikan tengah program telah menguatkan jalur komunikasi dan penguatan jaringan di antara serikat buruh maupun komunitas buruh perempuan di KBN Cakung maupun di Bekasi dan Karawang. Pengalaman bersama CMS yang merupakan yang kedua bersama Cipta Media, adalah pengalaman berharga untuk terus memperbaiki diri. Tantangan/ masalah organisasi/ pengelolaan yang dihadapi

Isu-isu manajemen atau organisasi apakah yang anda hadapi pada saat anda menuliskan laporan ini (apakah ada perubahan signifikan pada komposisi staf/ dewan atau anggota tim anda. Apakah ada faktor-faktor lain yang dapat membatasi kemampuan organisasi/ komunitas anda untuk mengumpulkan data dan menerjemahkan data data keuangan atau aktivitas yang terkait dengan program dalam tujuan awal). Bila mungkin juga tuliskan dan tekankan kebutuhan yang belum terpenuhi/ teridentifikasi sebelumnya dalam menangani penguatan organisasi/ komunitas anda.

Saat ini, masih berlangsung terus menerus perbaikan dan penguatan tim serta manajemen program dengan komunikasi intensif antar individu dalam tim baik secara formal melalui koordinasi mingguan, bulanan dan koordinasi informal harian agar persoalan yang timbul bisa segera teratasi. Tak menutup kemungkinan eskperimen manajerial di aspek pembagian tugas dalam menyusun SOP yang paling tepat dan sesuai dengan kebutuhan komunitas kami.

Di lingkungan eskternal, hambatan yang timbul tentu saja adalah hambatan khusus buruh perempuan seperti beban ganda, pelanggaran yang dilakukan pengusaha terkait hak buruh perempuan, begitu pula intimidasi pada buruh perempuan oleh pengusaha, aparat dll. Semuanya diatasi dengan manajerial harian yang lebih rigid untuk mengatasi hambatan tersebut secara langsung maupun tak langsung dengan media sosial (diskusi hunian, pabrik, dan diskusi formal, diskusi di grup WA)

6. Keberagaman

Silahkan ditulis perubahan perubahan yang berpengaruh dalam keberagaman (contohnya apabila anggota komunitas, dewan, atau komposisi staf anda mulai beragam dari sisi jenis kelaminnya, suku, pendidikan, umur, budaya, agama, latar belakang asal lokasinya, bahasanya, dan lain sebagainya) dalam periode pelaporan ini. Apabila organisasi/ komunitas anda mengalami tantangan keberagaman, silahkan tuliskan juga pendapat anda:

Tim LSBP Marsinah FM dari berbagai latar belakang seperti asal daerah, namun memiliki perspektif yang sama dalam hal hak buruh perempuan. Di LSBP Marsinah juga beragam orientasi seksualnya, terjadi pendiskusian dan LSBP Marsinah FM memiliki perspektif yang sama bahwa apapun orientasi seksualnya, buruh perempuan tak boleh didiskriminasi dan punya hak yang sama dengan buruh lainnya.

7. Laporan keuangan

Silahkan masukkan pranala laporan keuangan anda disini:

Pranala Laporan Penggunaan Dana

8. Pengesahan Saya, sebagai penandatangan, menyatakan bahwa saya adalah individu yang berwenang untuk menyerahkan laporan ini atas nama komunitas/ organisasi saya sesuai dengan persyaratan yang dicantumkan pada Perjanjian Hibah Cipta Media Bersama yang telah ditandatangani sebelumnya dan seluruh dana yang dibelanjakan telah dibelanjakan sesuai dengan tujuan-tujuan yang tercantum dalam permohonan hibah.

Tertanda: Lokasi dan tanggal:

Jakarta, 27 Maret 2016

Dian Septi Trisnanti

Tags:



March 2016 | CC BY 4.0