Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

Mitra Kerja Penyandang Disabilitas - Laporan Narasi Pertanggung Jawaban Hibah Termin II



Mitra Kerja Penyandang Disabilitas

ICT Watch

Instruksi untuk mengisi laporan penerimaan hibah

ICT Watch mengharuskan seluruh penerima hibah melaporkan kegiatan mereka dalam bentuk laporan naratif dan laporan keuangan berdasarkan Perjanjian Penerima Hibah Cipta Media Seluler yang telah disepakati kedua belah pihak. Laporan naratif disarankan dalam bentuk lima hingga tujuh halaman.

Laporan dapat dikirimkan melalui surel atau dokumen asli

Penerima hibah : Rubby Emir (Komunitas Sanggar Saujana)

Periode Laporan : 20 Agustus 2014 hingga 01 April 2015

Proyek : Mitra Kerja Penyandang Disabilitas

Berbasis Komunitas AKUMASSA.ORG dan Pengembangan Kerja Komunitas Pemantauan Media Oleh Komunitas di Tingkat Lokal

1. Pembelajaran

Silahkan tuliskan pembelajaran, acara-acara yang anda buat/ alami yang dapat membuat perubahan dalam satu tahun kedepan sebagai hasil dari upaya upaya yang anda buat dibawah hibah yang anda terima, perubahan-perubahan yang anda percaya dapat membatu organisasi/ komunitas anda mencapai tujuan-tujuannya dan/ atau kesulitan dan tantangan yang tidak anda perkirakan yang anda temukan dalam periode pelaporan hibah ini.

  1. Layanan karir daring (online) untuk disabilitas perlu upaya lebih besar untuk menjangkau penggunanya.

Setelah 6 bulan online, Kerjabilitas.com menampung sekitar 500 pengguna terdaftar. Capaian ini bisa dibilang cukup baik jika dibandingkan dengan jumlah pengguna layanan sejenis yang saya dapatkan informasinya dari admin mereka, yang jumlah penggunanya baru mencapai 200-an setelah online selama setahun (2013-2014). Perlu diingat bahwa standar baik atau cukup memang masih subyektif di sini, karena layanan jenis ini belum ada benchmark-nya di Indonesia.

Namun capaian ini bukan tanpa tantangan dalam prosesnya. Sejak tampil daring (online), kanal penjangkauan utama yang digunakan adalah media sosial dan grup-grup penyandang disabilitas yang aktif menggunakan media sosial. Namun jangkauan kanal yang terakhir disebutkan amat terbatas kepada pengguna yang ada pada lingkaran mereka, sedangkan calon pengguna lain yang sama sekali tidak terafiliasi masih belum tersentuh. Jadi bisa dibayangkan, menjangkau 15% populasi Indonesia (jumlah disabilitas Indonesia berdasarkan laporan WHO, 2011) yang kebanyakan masih “bersembunyi” atau “disembunyikan” karena diskriminasi sosial memang tidaklah mudah.

Tantangan di atas baru tentang pengguna satu (pencari kerja), sedangkan pengguna dua (penyedia kerja) membutuhkan pendekatan yang berbeda dan tak kalah menantangnya. Karena membuka kesempatan kerja belum menjadi wacana arus utama, apalagi kesadaran bagi kebanyakan penyedia kerja di Indonesia, strategi kami masih terbatas menggunakan pendekatan (komunikasi) langsung dalam mencari informasi lowongan kerja inklusi. Kami menyasar perusahaan-perusahaan multinasional (Carrefour, Loreal) yang sebelumnya pernah membuka lowongan inklusi dan sektor perbankan (Mandiri, BNI, CIMB Niaga, Lippo Group) yang memang punya kesadaran lebih tinggi dalam penerapan kebijakan kepegawaian inklusif dan setara, dibandingkan sektor lainnya di Indonesia. Meningkatnya jumlah pengguna satu berbanding lurus dengan jumlah lowongan dan pengguna dua, sehingga tantangan terbesar tetap pada meningkatkan jumlah pengguna dua dan jumlah lowongan yang diiklankan. Selain penjangkauan online, kami juga cukup aktif mengadakan penjangkauan offline lewat partisipasi dalam beberapa acara bursa kerja di Jogja dan Surabaya. Selain itu, kami juga mengadakan acara Hari Karir di SLB Yogyakarta untuk memperkenalkan layanan Kerjabilitas. Penjangkauan dengan model ini cukup berhasil dalam meningkatkan kesadaran publik, namun belum mampu meningkatkan jumlah pengguna secara signifikan bila dibandingkan dengan penjangkauan online.

  1. Model operasional harus menyesuaikan dengan platform layanan

Pada saat tim MKPD pertama dibentuk, model operasional yang diterapkan mengacu pada prinsip pengelolaan proyek. Namun ketika layanan Kerjabilitas mulai aktif, model ini tidak terlalu relevan lagi karena pada hakikatnya kami harus lebih berorientasi pada memberikan layanan kepada pengguna dan bagaimana menjangkau mereka. Sehingga fungsi staf proyek/program akhirnya menyesuaikan pada kebutuhan saat itu, demikian pula aktifitas-aktifitas yang dikerjakan. Beberapa fungsi baru yang muncul sebagai bentuk adaptasi dari operasional layanan Kerjabilitas adalah Penjangkauan dan Administrasi Layanan.

Sifat dari platform Kerjabilitas yang menyediakan informasi lowongan inklusi kepada pengguna satu dan menyediakan laman bagi pengguna dua untuk memasang informasi tersebut, menuntut kami untuk selalu memelihara hubungan yang baik dengan pengguna. Hubungan baik yang dimaksud adalah dalam hal dukungan yang terkait dengan layanan karir maupun teknis sistem Kerjabilitas itu sendiri. Kanal utama yang justru sangat efektif untuk menjalin komunikasi dengan pengguna justru lewat Facebook, alih-alih menggunakan media kirim pesan yang justru ditanam di dalam sistem.

Selain menjalin hubungan lewat komunikasi, selayaknya layanan online lain, semestinya menerapkan sistem yang terpadu untuk dukungan pengguna. Hal inilah yang tidak terpikirkan pada saat proyek ini dirancang. Kami telah memiliki sistem basis data pengguna, tetapi untuk menganalisa data tersebut dan memberikan dukungan, kami masih menggunakan sistem lain yang masih terpisah. Misalnya untuk menganalisa pengguna, kami masih belum mampu melakukannya dengan sistem sekarang tetapi menggunakan aplikasi Excel. Termasuk dalam hal mengembangkan program pemasaran ke dalam (inbound marketing) yang semestinya bisa diselesaikan dengan efektif dengan aplikasi CRM (Customer Relationship Management). Penggunaan sistem yang terpisah juga rentan terhadap salah komunikasi antar tim pendukung. Dari pembelajaran ini, kami akan mulai menggunakan CRM untuk fase berikutnya.

  1. Masalah kurangnya lowongan inklusif disabilitas adalah masalah sistemik, sehingga layanan online saja tidak cukup.

Undang-undang yang mewajibkan penyedia kerja (dengan jumlah karyawan minimal 100 orang) untuk merekrut penyandang disabilitas telah diterbitkan sejak 1997, namun kenyataannya peluang kerja bagi disabilitas masih sempit. Dari sini, jelas ada masalah sistemik. Baik itu masalah sistemik yang terkait dengan penerapan dan penegakan Undang-Undang tadi, maupun masalah sistemik yang terkait dengan pendidikan yang menjadi tulang punggung kualitas dan kompetensi penyandang disabilitas. Mandat MKPD memang tidak secara langsung berkaitan dengan masalah ini, namun kami tidak bisa menutup mata bahwa tanpa penyelesaian masalah tersebut, layanan Kerjabilitas menjadi tidak berarti.

Tanpa menceburkan diri ke ranah advokasi yang bukan areanya Saujana, kami menerapkan pendekatan yang lebih persuasif dengan bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk mendorong isu inkusif disabilitas dalam dunia kerja. Sejauh ini, pemerintah Kota Malang, Provinsi Jawa Timur, dan Provinsi DI Yogyakarta sangat mendukung layanan Kerjabilitas dengan mengikutsertakan kami dalam bursa kerja inklusif di daerah masing-masing. Khusus Kota Malang, dukungan pemerintahnya ditandai dengan hadirnya Walikota dalam peresmian website dan aplikasi Kerjabilitas pada Juni lalu.

Selain bekerjasama dengan pemerintah, kami juga menjalin kerjasama dengan SLB 4 Yogyakarta dalam kegiatan penjangkauan dan diseminasi layanan Kerjabilitas ke calon lulusan sekolah khusus. Kerjasama ini akan ditingkatkan dalam hal menghubungkan para calon lulusan tersebut ke tempat-tempat kerja untuk program magang atau praktek kerja.

Kami juga menjalin kerjasama aktif dengan beberapa LSM/Ornop seperti ILO, dan Yakkum Yogyakarta yang memiliki misi yang sama dalam isu ketenagakerjaan disabilitas.

Kegiatan-kegiatan offline di atas diharapkan mampu melengkapi apa yang tidak bisa dilakukan platform Kerjabilitas. Dan harapannya kegiatan ini bisa lebih diintensifkan dan diperluas pada fase mendatang.

  1. Jalan panjang menuju keberlanjutan proyek berdampak sosial bisa dimulai dengan merancang model bisnis sosial yang berkesinambungan, daripada pendekatan sedekah (charity)

Sejak akhir semester pertama proyek MKPD, kami sudah cukup gencar mencari sumber dana untuk keberlanjutan Kerjabilitas. Alasannya sangat jelas, layanan Kerjabilitas baru disediakan selama 6 bulan, sehingga sulit untuk mengukur dampak sosialnya. Selain itu, kami juga harus cukup stamina agar layanan ini tidak mati sebelum manfaatnya benar-benar dirasakan oleh pengguna.

Dua proposal yang kami masukkan ke DFAT Australia lewat program Direct Aid Program dan DBS Foundation lewat program DBS Grant gagal. Proposal pertama tidak ada tanggapan (walaupun respon awal mereka cukup baik) karena hubungan diplomatik yang tidak menentu antara Indonesia-Australia. Proposal yang kedua gagal karena model bisnisnya tidak jelas. Khusus untuk DBS, mereka memang mensyaratkan bahwa proyek yang diajukan proposalnya harus bisa menunjukkan model bisnis (sebagai wirausaha sosial) yang realistis sehingga proyek bisa berlanjut secara mandiri setelah dana habis. Kami cukup beruntung karena gagal di tingkat DBS Asia tidak diikuti oleh kegagalan di tingkat nasional. Saujana terpilih diantara 350 pendaftar DBS Foundation Social Enterprise Boot Camp, untuk mengikuti serangkaian workshop mulai Agustus sampai Desember bersama 13 peserta lainnya. Dalam kegiatan ini peserta mendapatkan materi-materi tentang wirasusaha sosial dan bagaimana mengembangkan program yang berdampak secara sosial dan mandiri secara ekonomi. Di akhir seri workshop nanti, akan ada sesi pitching di depan investor-investor seperti Aavishkaar dan LGT Philantrophy

Terlepas dari seberapa besar peluang kami untuk mendapatkan dana dari boot camp ini, kami belajar bahwa Kerjabilitas harus sesegera mungkin menerapkan model wirausaha sosial, kalau mau terus berlanjut. Kami tentunya akan tetap mencoba mendapatkan dana hibah lain untuk mendukung proyek ini, namun pengelolaan berbasis wirausaha sosial harus tetap menjadi pondasi. Kami harus sesegera mungkin mencari cara untuk memonetisasi layanan, tanpa membebani pengguna utamanya (pencari kerja). Salah satu cara monetisasi yang akan diterapkan adalah pengguna free-mium. Model ini akan diterapkan kepada pengguna 2 (penyedia kerja) yang akan dibebankan biaya apabila memasang iklan lowongan dan mengakses fitur tambahan lainnya seperti melihat profil pengguna satu yang saat ini masih dibebaskan dari biaya. Namun untuk menerapkan model ini, kami minimal harus mendapatkan jumlah pengguna 1 setidaknya 2 kali lipat dari yang terdaftar sekarang untuk meyakinkan pengguna 2 bahwa platform Kerjabilitas memiliki basis data pengguna yang signifikan jumlahnya.

2. Aktivitas/ Isu yang Anda usung dan mencoba atasi

Berikut adalah aktivitas dan isu-isu yang anda masukkan pada permohonan hibah anda:

  • Belum adanya sarana penghubung yang informatif dan interaktif antara penyandang disabilitas mencari kerja dan pemberi kerja.
    • Kegiatan: mengembangkan piranti lunak seluler untuk menempatkan profil, yang ramah bagi para penyandang disabilitas;
  • Belum tersedianya direktori khusus penyandang disabilitas pencari kerja yang bisa digunakan pemberi kerja untuk menjangkau mereka.
    • Kegiatan:mengembangkan direktori pencari kerja berbasis web agar mudah diakses bagi pencari kerja.
  • Belum tersedianya pustaka pengetahuan life skill yang terintegrasi dan interaktif khusus bagi penyandang disabilitas.
    • Kegiatan: mengumpulkan dan memproduksi konten life skill yang sesuai dengan kebutuhan penyandang disabilitas dan menyebarkannya lewat piranti lunak seluler.

Aktifitas dan isu yang anda atasi:

  1. Isu dan aktivitas tentang belum ada sarana penghubung antara pencari kerja disabilitas dan penyedia kerja

Isu ini telah diselesaikan dengan peluncuran website Kerjabilitas pada 23 Maret 2015 dan aplikasi Android Kerjabilitas pada 27 Juni 2015.

  1. Isu tentang belum adanya direktori pencari kerja yang bisa diakses penyedia kerja.

Isu ini telah diselesaikan dengan peluncuran website Kerjabilitas pada 23 Maret 2015 dan aplikasi Android Kerjabilitas pada 27 Juni 2015.

  1. Isu tentang belum tersedianya pustaka pengetahuan tentang kecakapan hidup yang terintegrasi dan interaktif, khusus bagi penyandang disabilitas.

Bersamaan dengan peluncuran website Kerjabilitas, diluncurkan pula Pustaka Kerjabilitas yang menjawab isu di atas.

3. Indikator sukses anda dalam permohonan hibah

Untuk mengukur keberhasilan program maka dirumuskan hasil dan indikator sebagai berikut:

  1. Pengguna dari penyandang disabilitas mencapai 1.000 orang setelah proyek berjalan setahun. Hal ini dapat diukur secara langsung dengan melihat jumlah pengunduh di direktori penyedia aplikasi Google Play.

  2. Ada 20 pengguna dari pencari kerja (individu,kelompok usaha atau perusahaan). Diukur secara langsung dengan data jumlah pengguna melalui situs web.

  3. Ada 100 konten (teks, multimedia, audio maupun video) untuk pengetahuan life skill setelah proyek berjalan setahun. Diukur dengan menghitung daftar konten yang telah diproduksi atau dimuat dari sumber ketiga.

  4. Ada sebuah strategi yang dirancang dan diimplementasikan untuk keberlanjutan program paska berakhirnya proyek. Hal ini diukur dengan memeriksa dokumen strategi yang secara kualitatif.

Hasil aktual hingga laporan ini dibuat:

  1. Pada saat laporan ini ditulis, pengguna terdaftar Kerjabilitas.com mencapai 400 pengguna 1, 100 pengguna 2 dan total lowongan yang pernah ditayangkan sejumlah 101. Sedangkan jumlah pengguna Kerjabilitas App sejak diluncurkan Juni lalu berjumlah 54. Merujuk pada target capaian yang ditetapkan di proposal, kami yakin kami dapat mencapainya setelah layanan berjalan selama satu tahun, karena pada saat ini saja (6 bulan layanan berjalan) target kuantitatif pengguna layanan telah tercapai sekitar 50%. Tantangan yang lebih besar adalah bagaimana meningkatkan kualitas layanan dan kepuasan pengguna, termasuk meningkatkan tingkat kesuksesan pelamar (dari pelamar menjadi karyawan).
  2. Secara kuantitatif dapat dilaporkan bahwa jumlah konten yang telah diproduksi berjumlah 23 artikel dan 5 video dokumenter motivasional. Jumlah konten berlisensi bebas yang dikumpulkan dari sumber lain berupa 3 buku elektronik. Jumlah buku suara yang telah diproduksi berjumlah 3 buah. Selain itu, ada 2 podcast yang diproduksi, sebagai hasil yang tidak direncanakan sebelumnya.
  3. Strategi keberlanjutan proyek ini telah dirumuskan dengan menerapkan beberapa model bisnis yang diantaranya merancang beberapa skema perolehan pendapatan lewat akun free-mium pengguna 2. Model ini akan diterapkan segera setelah jumlah pengguna 1 mencapai 2 kali lipat jumlah sekarang, yang diproyeksikan bisa terjadi 3- 4 bulan dari sekarang.p (permulaan). Dan itu menjadi pekerjaan rumah bagi Saujana untuk merumuskan strategi keberlanjutan yang realistis dan bisa dicapai.

4. Tujuan dan Sasaran

Silahkan anda jelaskan apa yang telah anda berhasil peroleh dengan hibah ini yang berkaitan dengan tujuan yang lebih besar yang anda harapkan dapat anda capai.

Tujuan pada proposal

  1. Meningkatnya kesempatan penyandang disabilitas dalam mengakses pekerjaan di wilayah Yogyakarta, Surabaya dan Malang;
  2. Meningkatnya aksesibilitas bagi penyandang disabilitas di wilayah Yogyakarta, Surabaya dan Malang; dalam menjangkau informasi pekerjaan yang ramah dan sesuai dengan kebutuhan mereka;
  3. Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan life skill penyandang disabilitas di wilayah Yogyakarta, Surabaya dan Malang.

Sasaran pada proposal

  1. Tersedianya sebuah piranti lunak seluler yang sesuai bagi para penyandang disabilitas pencari kerja untuk menampilkan profil mereka;
  2. Tersedianya sebuah website bagi pemberi kerja untuk menampilkan profil perusahaan dan lowongan pekerjaan yang bisa diakses oleh penyandang disabilitas lewat piranti lunak seluler;
  3. Tersedianya konten berformat visual (e-book), audio (e-book) dan audiovisual (video) berisi life skill untuk penyandang disabilitas.

Tujuan dan sasaran yang berhasil dicapai hingga saat ini:

Secara kuantitatif, sekitar 75%-80% target proyek telah selesai dilaksanakan. Namun capaian dari segi kualitatif baru bisa dipaparkan berdasarkan observasi kami terhadap implementasi proyek ini sebagai berikut;

  1. Jumlah pengguna sekarang mencapai 400 atau naik sekitar 300% sejak laporan termin pertama. Berdasarkan umpan balik pengguna, rata-rata mereka merasa puas dengan Kerjabilitas, sebagian besar bersyukur bahwa ada sarana yang bisa menghubungkan mereka dengan pekerjaan. Umpan balik ini kami dapatkan baik lewat interaksi dengan pengguna, maupun dengan para undangan peluncuran Kerjabilitas di Malang dan Yogyakarta, maupun di acara-acara Bursa Kerja yang kami hadiri.
  2. Dari sisi penyedia kerja, ada peningkatan sebesar 300% sejak laporan termin pertama. Capaian yang cukup baik adalah beberapa penyedia lowongan yang awalnya menyerahkan proses rekrutmen mereka lewat agen perekrutan, kini mengalihkan proses perekrutannya lewat Kerjabilitas. Diantara pengguna tersebut adalah Bank Mandiri dan Carrefour.
  3. Dalam hal produksi konten yang juga merupakan mandat dari proyek MKPD, Saujana telah menyelesaikan 75%-80%. Produksi konten yang telah diselesaikan meliputi produksi video sejumlah 5 buah dari 5 yang ditargetkan (2 diantaranya sedang dalam masa paska produksi). Untuk buku suara, kami telah memproduksi sebanyak 3 buah, ditambah 2 buah podcast, dari total 10 yang ditargetkan. Untuk buku elektronik, kami telah memproduksi 3 buah dari 10 yang ditargetkan. Disamping konten tersebut, kami juga memproduksi artikel tips karir dan motivasional sejumlah 23. Sedangkan tingkat kunjungan ke konten Pustaka Kerjabilitas rata-rata mencapai 228 atau meningkat 100% sejak laporan termin pertama.

*5. Perubahan Lingkup Organisasi/ Lingkungan Sekitar

Tolong jabarkan perubahan perubahan signifikan yang organisasi anda dapatkan yang memiliki dampak pada pekerjaan anda pada periode pelaporan yang anda lakukan untuk saat ini. Masukkan secara deskriptif bagaimana anda menangani perubahan perubahan tersebut dan bagaimana perencanaan anda berubah sebagai hasilnya.

  1. Telah disebutkan di atas bahwa perubahan model operasional ini merupakan perubahan paling fundamental yang kami lakukan. Berangkat dari dunia LSM yang terbiasa dengan pengelolaan proyek (project management), kami tidak memikirkan bahwa Kerjabilitas adalah sebuah jasa layanan yang semestinya berorientasi pada bagaimana memberikan pengalaman yang baik kepada penggunanya, sehingga hal ini tidak muncul dalam perancangan program maupun sistem kerja kami. Setelah beroperasi 6 bulan kami baru menyadari bahwa seharusnya model operasional kami menyesuaikan dengan hal tersebut, misalnya dengan merubah fungsi kerja beberapa posisi menjadi lebih melayani, termasuk menggunakan sistem CRM yang sesuai untuk mengelola hubungan pengguna kami.

  2. Kelesuan ekonomi nasional turut mempengaruhi jumlah kesempatan kerja Pertumbuhan ekonomi berbanding lurus dengan jumlah kesempatan kerja sehingga menurunnya perekonomian Indonesia sedikit banyak berpengaruh terhadap jumlah lowongan kerja yang disediakan oleh penyedia kerja, yang akhirnya cukup berdampak terhadap pertumbuhan jumlah lowongan kerja inklusi yang bisa kami tayangkan lewat Kerjabilitas. Ini bisa menjadi ancaman apabila trennya berlangsung terus. Solusi awal kami adalah dengan memperlebar jangkauan penyedia kerja untuk menambah penyedia kerja baru yang terdaftar.

Tantangan/ masalah organisasi/ pengelolaan yang dihadapi**

Isu-isu manajemen atau organisasi apakah yang anda hadapi pada saat anda menuliskan laporan ini (apakah ada perubahan signifikan pada komposisi staf/ dewan atau anggota tim anda. Apakah ada faktor-faktor lain yang dapat membatasi kemampuan organisasi/ komunitas anda untuk mengumpulkan data dan menerjemahkan data data keuangan atau aktifitas yang terkait dengan program dalam tujuan awal). Bila mungkin juga tuliskan dan tekankan kebutuhan yang belum terpenuhi/ teridentifikasi sebelumnya dalam menangani penguatan organisasi/ komunitas anda:

1. Rekrutmen

Sejak peluncuran Kerjabilitas, ada kebutuhan untuk menjangkau pengguna lebih luas lagi. Konsekuensi dari kebutuhan ini adalah fungsi pekerjaan yang bertambah. Saujana telah berusaha melakukan perekrutan staf Penjangkauan/pemasaran namun belum berhasil. Salah seorang kandidat yang lolos seleksi bahkan mundur sebelum menyelesaikan masa orientasinya. Kami mengasumsikan bahwa pekerjaan penjangkauan masih belum terlalu dipahami, apalagi oleh mereka yang berlatar belakang sektor swasta. Selain itu, isu disabilitas juga menimbulkan kekhawatiran bagi kandidat karena isu ini merupakan hal yang sama sekali baru bagi seluruh pelamar.

2. Penerapan sistem pengelolaan hubungan pengguna yang terpadu

Seperti yang telah diungkapkan pada bagian Pembelajaran nomor 2, layanan online yang interaktif seperti Kerjabilitas memerlukan sistem pengelolaan hubungan pengguna (CMS) yang terpadu untuk menghindari tumpang tindih dan salah komunikasi, juga untuk mengefektifkan inbound marketing. Hal ini baru terpikirkan setelah beroperasi selama 6 bulan. Solusinya, kami akan mencari dan mengevaluasi CMS yang sesuai dengan platform Kerjabilitas untuk kemudian menggunakannya untuk keperluan tersebut. Hal ini cukup mendesak dilakukan untuk mengantisipasi jumlah pengguna yang lebih besar lagi, yang akan sangat sulit dikelola dengan sistem tradisional.

6. Keberagaman

Silahkan ditulis perubahan perubahan yang berpengaruh dalam keberagaman (contohnya apabila anggota komunitas, dewan, atau komposisi staf anda mulai beragam dari sisi jenis kelaminnya, suku, pendidikan, umur, budaya, agama, latar belakang asal lokasinya, bahasanya, dan lain sebagainya) dalam periode pelaporan ini. Apabila organisasi/ komunitas anda mengalami tantangan keberagaman, silahkan tuliskan juga pendapat anda:

Hingga akhir termin kedua ini, tidak ada perubahan terkait dengan isu keberagaman yang kami terapkan. Komitmen kami sebagai model bagi organisasi inklusi telah dijalankan dengan cukup baik.

7. Laporan keuangan

Silahkan masukkan pranala laporan keuangan anda disini:

[Pranala Laporan Penggunaan Dana]http://wiki.ciptamedia.org/wiki/Mitra_Kerja_Penyandang_Disabilitas/Laporan_Penggunaan_Dana)

8. Pengesahan Saya, sebagai penandatangan, menyatakan bahwa saya adalah individu yang berwenang untuk menyerahkan laporan ini atas nama komunitas/ organisasi saya sesuai dengan persyaratan yang dicantumkan pada Perjanjian Hibah Cipta Media Bersama yang telah ditandatangani sebelumnya dan seluruh dana yang dibelanjakan telah dibelanjakan sesuai dengan tujuan-tujuan yang tercantum dalam permohonan hibah.

Tertanda: Lokasi dan tanggal:

Yogyakarta, 21 September 2015

Rubby Emir

Tags:



September 2015 | CC BY 4.0