Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

IMDLN - Laporan Narasi Pertanggung Jawaban Hibah Termin I



Indonesian Media Defence Network

ICT Watch

Instruksi untuk mengisi laporan penerimaan hibah

1. Pembelajaran

Silahkan tuliskan pembelajaran, acara-acara yang anda buat/ alami yang dapat membuat perubahan dalam satu tahun kedepan sebagai hasil dari upaya upaya yang anda buat dibawah hibah yang anda terima, perubahan-perubahan yang anda percaya dapat membatu organisasi/ komunitas anda mencapai tujuan-tujuannya dan/ atau kesulitan dan tantangan yang tidak anda perkirakan yang anda temukan dalam periode pelaporan hibah ini.

Pada prinsipnya tidak terdapat modifikasi/ perubahan besar/ berarti dalam implementasi program ini dengan apa yang tercantum pada proposal program dan anggaran program yang disetujui oleh Cipta Media Bersama. Namun ada beberapa hal yang perlu kami sampaikan terkait hal tersebut :

  • Kegiatan (Penambahan jenis aktifitas sosialisasi)

Dalam proposal yang kami sampaikan, untuk sosialisasi kompetisi kami mengusulkan kegiatan berupa konferensi pers sebanyak dua kali, dan pembuatan media sosial. Pada realisasinya, kami menambahkan satu jenis aktivitas, yaitu berupa diskusi ringan dengan:

  • Komunitas blogger dan akademisi di Palembang

  • komunitas blogger di Semarang

  • komunitas blogger di Tangerang.

Hal ini kami rasa penting, mengingat salah satu target sasaran dalam kompetisi ini adalah komunitas blogger, sekaligus sebagai upaya sosialisasi isu-isu Hak Asasi Manusia secara verbal kepada komunitas blogger. Aktivitas ini tidak merubah (menambah) anggaran yang ada, karena konferensi pers kami lakukan satu kali, selebihnya melalui publikasi pers release. Kami juga menambah item sosialisasi berupa pembuatan poster dan stiker. Kedua media tersebut penting dibuat sebagai “penyampai pesan” sederhana yang mudah dipahami dan diterima masyarakat umum. Selain informasi tentang kompetisi IHRBA, kedua media tersebut juga berisi pesan tentang kampanye Hak Asasi Manusia.

  • Anggaran (Silang anggaran)

Dukungan dana dari Cipta Media Bersama untuk pelaksanaan program IHRBA ini adalah sebesar Rp. 367.850.000,- (tiga ratus enam puluh tujuh juta delapan ratus lima puluh ribu rupiah). Dengan dukungan dana sebesar tersebut, IMDLN mampu mengelola dengan baik, dan secara programatik semua aktivitas program juga dapat terlaksana dengan baik. Dalam program ini, Cipta Media Bersama memberikan dana sebesar 367.850.000,- rupiah, dengan dua kali penurunan dana. Hingga pelaporan ini dibuat, dana tersebut telah terserap sebesar Rp. 309.705.550 ,- (tiga ratus sembilan juta tujuh ratus lima ribu lima ratus lima puluh rupiah).

  • Persiapan program ini mulai dilakukan sejak Januari 2012. Panitia penyelenggara membuka pendaftaran kompetisi secara online melalui situs khusus yang dibuat untuk program ini, peminat dan respon dari masyarakat cukup banyak, terbukti sejak dibukannya pendaftaran, yaitu pada 27 Februari 2012 hingga penutupan pada 30 Mei 2012 terdapat 217 tulisan dari 81 orang yang mendaftarkan tulisannya melalui blog perorangan. Jumlah tersebut merupakan jumlah yang cukup banyak, dengan latar belakang peserta yang berbeda-beda. Sehingga secara programatik, capaian target ini terpenuhi.

2. Hasil aktual hingga laporan ini dibuat

Dalam program Indonesian Human Rigths Blog Award ini, IMDLN mengimplementasikannya melalui 6 aktivitas pokok, sebagaimana disampaikan pada pendahuluan, yaitu pembentukan tim juri, melakukan perumusan indikator penilaian, penyediaan resources center, sosialisasi penghargaan, penentuan nominasi penghargaan, pelaksanaan penganugerahan.

  1. Terbentuknya tim juri yang diisi dengan orang – orang yang kompeten di bidang Hak Asasi Manusia, hukum, media, dan dunia blog serta mewakili juga IMDLN dan mitra kerja strategis dari IMDLN;

  2. Adanya indikator penilaian yang digunakan oleh tim juri untuk menentukan tidak hanya nominator akan tetapi juga pemenang penghargaan ini;

  3. Tersedianya situs yang memberikan informasi (resources center) terkini mengenai penghargaan ini ;

  4. Masuknya 217 tulisan tentang isu – isu Hak Asasi Manusia dari para pemilik blog, yang memudahkan IMDLN melakukan sosialisasi tentang penghargaan ini ;

  5. Adanya partisipasi media (cetak dan online) dalam menarik minat kalangan blogger untuk mengikuti penghargaan ini ;

  6. Tersebarnya poster, stiker dan surat undangan mengikuti kompetisi

  7. Adanya nominator penghargaan berdasarkan kriteria dan indikator yang disusun oleh Tim Juri ;

  8. Adanya blogger yang memperoleh penghargaan berdasarkan kriteria dan indikator yang telah disusun oleh Tim Juri.

  9. KELUARAN

    a. Dewan juri awal dan Dewan juri akhir ;

    b. Indikator penilaian ;

    c. Situs yang beralamat di www.hamblogger.org ;

    d. Akun twitter di @idhamblogger ;

    e. Berita di media cetak (kompas) dan media online (hukumonline, surabayapost, jurnas, dan lainnya) yang memberitakan seputar kompetisi ini ;

    f. Poster, stiker, dan surat undangan ;

    g. 20 nominator penghargaan ;

    h. 2 tulisan dari dua orang/ 2 blog yang memperoleh penghargaan umum, dan penghargaan khusus.

V. RINGKASAN KEGIATAN

A. Kegiatan-kegiatan yang telah Dilaksanakan

  1. Rapat koordinasi tim program ; 2. Lobby calon juri ; 3. Pertemuan pembentukan Dewan Juri 4. Pertemuan Dewan Juri dan tim program untuk menentukan :

a. Indikator penilaian ;

b. Kriteria peserta kompetisi ;

c. Kriteria blog ;

d. Kriteria tulisan dalam blog ;

  1. Membentuk tim web developer ; 6. Pertemuan tim web developer (menentukan alamat situs) ; 7. Membangun situs dengan alamat www.hamblogger.org ; 8. Perawatan dan pengisian konten situs ; 9. Membuat sosial media (twiter) ; 10.Membuat media sosialisasi melalui poster, stiker, banner ; 11. Mendistribusikan surat undangan mengikuti kompetisi ke target-target sasaran seperti akademisi, komunitas blogger, jurnalis, LSM ; 12. Sosialisasi dengan komunitas blogger di Tangerang, Palembang, dan Semarang ; 13. Publikasi pers release ; 14. Konferensi Pers ; 15. Seleksi administrasi tulisan yang masuk ke panitia ; 16. Merekap tulisan yang masuk seleksi administrasi ; 17. Penilaian oleh Dewan Juri Awal ; 18. Pertemuan Dewan Juri Awal menentukan nominator ; 19. Persiapan – pertemuan dengan para pihak yang bersedia mendukung (Museum Nasional, MC, Seni Difabel Diferensia, Forum Komunikasi Waria Indonesia) ; 20. Pertemuan Dewan Juri Akhir menentukan pemenang ; 21. Pelaksanaan Malam Penghargaan (pengumuman pemenang dan pemberian penghargaan)

B. Penjabaran Kegiatan

Untuk memastikan semua aktivitas program dapat berjalan dengan baik, maka diperlukan persiapan yang baik pula. Tim program mengawalinya dengan melakukan rapat program dengan agenda persiapan pelaksanaan program IHRBA. Hasil dari rapat ini yaitu disepakatinya konsep kegiatan, timework, susunan pelaksana dan job discription, serta list calon dewan juri.

Secara berkala, tim program juga melakukan rapat-rapat koordinasi guna melakukan progres pelaksanaan program, perencanaan, dan evaluasi. (setiap aktivitas rapat juga kami unggah di pelaporan WIKI).

Kami juga melakukan rapat dengan supervisor IHRBA, Sdr. Heru Tjatur, untuk menyampaikan progres, dan mengkonsultasikan beberapa hal terkait peleksanaan program, yang kami rasa harus dikonsultasikan dengan supervisor. Begitu juga komunikasi intensif melalui email.

Di awal program, tim program melakukan track para calon juri dengan mempertimbangkan keterwakilan isu dari sisi Hak Asasi Manusia, media, dan blog. Selanjutnya, tim program melakukan lobyy terhadap 10 (sepuluh) orang calon juri. Dari hasil lobby, mereka yang bersedia menjadi Dewan Juri dalam kompetisi IHRBA ini adalah : 1. Ifdhal Kasim, SH. ; 2. Yulianus Rettoblaut, SH. ; 3. Indriaswati Dyah Saptaningrum, SH.,L.LM. ; 4. Nezar Patria ; 5. Wicaksono ; 6. Anggara, SH. ; 7. Donny BU ; 8. Wahyu Wagiman, SH. ; 9. M. Taufiqurrahman ; 10. Wahyudi Djafar, SH. 1-5 adalah dewan juri akhir, sedangkan 6-10 adalah dewan juri awal. Data diri para juri tersebut dapat dilihat melalui short bio masing-masing juri yang kami rangkum dan publikasikan di http://hamblogger.org/category/juri/.

Selanjutnya tim program melaksanakan pertemuan I Dewan Juri, pada hari Rabu, 25 Januari 2012 di Hotel Morrissey, Jl. Wahid Hasyim, Cikini, Jakarta Pusat. Pertemuan yang dihadiri oleh 10 Juri, dan tim program ini dilakukan untuk memperkenalkan program IHRBA kepada 10 juri yang hadir, mulai dari konsep, tujuan, hingga timework. Dalam pertemuan yang difasilitatori oleh Eko “Item” Maryadi (AJI Indonesia) ini, juga sekaligus membahas draft indikator penilaian, kriteria peserta, kriteria blog, dan kriteria tulisan dalam blog. Berita internal terkait kegiatan ini terdapat di http://hamblogger.org/ihrba-ajang-kompetisi-penulisan-tentang-ham-di-internet/.

Kemudian, draft indikator tersebut kembali didiskusikan untuk menghasilkan indikator penilaian, kriteria peserta, kriteria blog, dan kriteria tulisan dalam blog yang siap untuk dipublikasikan kepada masyarakat luas saat pembukaan pendaftaran kompetisi IHRBA. Tim Program mengundang Dewan Juri untuk melakukan finalisasi terhadap draft tersebut. Diskusi berlangsung pada hari Selasa, 14 Februari 2012 di Hotel Harris, Tebet, Jakarta Selatan. Pertemuan ini dimoderatori oleh Iman D. Nugroho (Jurnalis). Tentang aktivitas tersebut dapat diakses di http://hamblogger.org/workshop-ii-dewan-juri-ihrba-indonesian-human-rigths-blog-award/. Sedangkan Indikator-indikator tersebut dipublikasikan di http://hamblogger.org/peraturan-dan-ketentuan/.

Setelah indikator-indikator siap dipublikasikan, tim program melanjutkan persiapan-persiapan lainnya, seperti pembuatan pembaharuan timework, penentuan hadiah, membuat sarana-sarana publikasi, dan persiapan-persiapan yang bersifat segera lainnya seperti pembuatan release yang berisi informasi resmi tentang dibukanya kompetisi IHRBA http://hamblogger.org/siaran-pers-kompetisi-ngeblog-tentang-ham-resmi-dibuka/.

Pendaftaran kompetisi IHRBA resmi dibuka pada 27 Februari 2012, dan ditutup pada 30 Mei 2012. Pendaftaran dilakukan secara online melalui situs www.hamblogger.org, yang telah dibuat oleh tim web developer. Pembuatan situs ini mendapat dukungan dari ICJR (Institute for Criminal Justice Reform), sebuah lembaga/ perkumpulan non profit independen yang bekerja untuk pembaharuan sistem peradilan pidana di Indonesia dengan berbasis nilai-nilai Hak Asasi Manusia.

Tim web developer dari ICJR juga mendukung atas perawatan situs tersebut. Tim program IHRBA melakukan up date tiap perkembangan ataupun informasi terkait pelaksanaan kompetisi menulis ini sebagai konten situs resmi IHRBA. Melalui situs ini pula, tulisan-tulisan dengan isu Hak Asasi Manusia yang diikutkan kompetisi oleh para blogger, ditampung. Tema tulisan yang ditentukan oleh panitian adalah ”HAM Disekitarmu”, tema ini merupakan tema ringan, karena salah satu tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan wawasan HAM, tidak hanya terkait isu hak sipil politik ataupun hak ekonomi sosial budaya, tetapi juga mencakup isu-isu spesifik lainnya seperti kelompok rentan dan minoritas misalnya perempuan korban, LGBT, anak, kelompok difabel dan kelompok rentan lainnya. Tema tersebut juga dirasa sesuai dengan target peserta yang diharapkan adalah masyarakat luas yang memiliki blog (bukan hanya kalangan profesi tertentu).

Selain melalui situs, pers release, kami juga membuat satu media sosial sebagai sarana penyebar informasi, yang kami pilih adalah twitter. Twitter dengan akun di @idhamblogger. Sosialisasi melalui twiter ini diharapkan dapat memancing minat blogger untuk menuliskan isu-isu Hak Asasi Manusia didalam blognya. Melalui twiter juga diharapkan informasi tentang award ini dapat tersebar secara cepat dan luas.

Kami juga melakukan sosialisasi melalui pembuatan dan penyebaran poster, stiker, dan pembuatan beberapa banner baik banner cetak maupun banner online pada situs. Media kampanye ini merupakan media sederhana yang mudah diterima dan dipahami masyarakat luas. Kami menyebar poster tersebut ke perguruan tinggi-perguruan tinggi se-Indonesia, lembaga-lembaga pemerintahan, kedutaan besar, media, lembaga swadaya masyarakat, dan komunitas blogger, disertai dengan surat undangan untuk mengikuti kompetisi.

Khusus dengan komunitas blogger, kami melakukan sosialisasi melalui diskusi ringan tentang kompetisi IHRBA ini, dan isu-isu Hak Asasi Manusia. Diskusi tersebut kami laksanakan di tiga kota, yaitu Palembang, Semarang , dan Tangerang.

a. Palembang

Melibatkan komunitas Akademi berbagi (#akberPLB)

Dilaksanakan pada 17 Maret 2012

Link tentang kegiatan ini : http://hamblogger.org/imdln-berbagi-pengetahuan-ham- dengan-akademi-berbagi-palembang/

b. Semarang

Melibatkan komunitas blog detik Semarang.

Dilaksanakan pada tanggal 29 Maret 2012

Link tentang kegiatan ini : http://hamblogger.org/kopdardadakan-imdln-dan-dotsemarang-berbagi-pengetahuan-tentang-ham/

c. Tangerang

Melibatkan komunitas bloger benteng cisadane

Dilaksanakan pada tanggal 15 April 2012

Link tentang kegiatan ini : http://hamblogger.org/diskusi-santai-soal-ham-bersama- komunitas-blogger-benteng-cisadane/

Selain melalui sarana-sarana tersebut, sosialisasi juga dilakukan dengan melibatkan media melalui konferensi pers, dan pempublikasian release. Konferensi Pers dilakukan pada tanggal 6 Mei 2012 di Bakul Coffe Cikini. Setidaknya hadir 5 Media Nasional dalam konper tersebut, yang juga memuat berita tentang kompetisi IHRBA, yaitu Kompas, Jurnas, The Jakarta Post, Hukum online, dan MNC TV. Setelah acara konferensi pers selesai, pers release disebar melalui jejaring mailing list media. Tercatat sejumlah media online mengangkat berita tentang IHRBA, seperti Surabaya Post, Berita Satu, dan lainnya. Link tentang kegiatan Konpers ini http://hamblogger.org/indonesia-human-rights-blog-award-media-penyebarluasan-hak-asasi-manusia-di-internet/.

Penutupan pendaftaran kompetisi resmi ditutup pada 30 Mei 2012. Pada tanggal tersebut, tercatat tulisan yang masuk ke panitia adalah sebanyak 217 tulisan dari 81 blog. Setelah panitia melakukan seleksi administrasi, tercatat 157 tulisan yang memenuhi kualifikasi.

Selanjutnya panitia menyerahkan 157 tulisan tersebut kepada Dewan Juri Awal untuk dilakukan penilaian. Dewan Juri Awal bekerja cukup keras untuk memeriksa tulisan-tulisan yang masuk. 157 tulisan tersebut secara tematik atau isu, cukup beragam mengangkat isu-isu Hak Asasi Manusia, mulai dari isu LGBT, perempuan korban, anak, hak pejalan kaki, pembantu rumah tangga, hingga hak ruang privasi bagi perempuan bekerja yang menyusui, dan masih banyak lagi. Dari sisi capaian peserta, juga cukup bervariasi. Para peserta kompetisi adalah blogger dengan berbagai macam latar belakang, seperti jurnalis, aktivis, pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, hingga pegawai negeri sipil.

Pada Senin, 11 Juni 2012, tim program beserta dewan juri awal mengadakan workshop untuk mengelaborasi hasil penjurian masing-masing, dan selanjutnya menentukan nominator. Dalam workshop tersebut, Dewan Juri menentukan 20 tulisan sebagai nominator, dari 157 tulisan, selanjutnya putusan Dewan Juri tersebut dituangkan dalam Berita Acara Resmi. Berita internal tentang workshop ini terdapat di http://hamblogger.org/dewan-juri-i-memilih-20-nominasi-pemenang-ihrba/.

Kemudian, tim program menyerahkan 20 tulisan yang masuk nominasi tersebut kepada Dewan Juri Akhir untuk dilakukan penjurian akhir. Sementara Dewan Juri Akhir melakukan penjurian, tim program mulai menyiapkan persiapan-persiapan terkait malam penghargaan IHRBA, seperti melobby para pihak yang akan dilibatkan, seperti pembawa acara, komunitas seni, dan pihak Museum Nasional untuk mengajukan permohonan pemakaian ruang auditorium sebagai tempat pelaksanaan malam penghargaan IHRBA.

Pada Jum’at, 22 Juni 2012, Tim Program bersama Dewan Juri Akhir melaksanakan workshop untuk menentukan pemenang. Dari pertemuan tersebut Dewan Juri menentukan dua buah tulisan yang layak dan berhak menjadi pemenang. Satu tulisan masuk kategori khusus dan satu tulisan masuk kategori umum, sebagaimana indicator-indikator penilaian yang telah ditentukan. Link untuk aktivitas workshop ini : http://hamblogger.org/dewan-juri-memilih-2-pemenang-ihrba/.

Malam penghargaan dilaksanakan pada Jumat Malam, 29 Juni 2012 bertempat di ruang auditorium Museum Nasional. IMDLN menyebar sekitar 150 lebih undangan, tamu undangan sendiri hadir sekitar 140 orang. Dalam malam penganugerahan ini diserahkan penghargaan bagi dua orang pemenang, yaitu Sunandar Yudha Prawira untuk kategori umum dan Ricky Mardiansyah untuk kategori khusus. Penghargaan diserahkan oleh Ifdhal Kasim, SH, Ketua Komnas HAM RI dan Supriyadi Widodo Eddyono, SH. Koordinator IMDLN. Acara tersebut dimeriahkan oleh pentas tari dari forum komunikasi waria Indonesia, dan pentas musik dari komunitas seni difabel ”Diferensia”.

VI. KEMAJUAN PROGRAM

Kemajuan atau Keberhasilan Program :

  1. Award ini merupakan award HAM yang pertama di Indonesia, bagi komunitas blogger ;

  2. Kompetisi ini merupakan kompetisi menulis tentang Hak Asasi Manusia yang pertama di Indonesia yang menggunakan blog atau internet sebagai medianya ; 3. Dari sisi konten atau ragam isu dalam tulisan yang masuk kompetisi, hampir 75% mencapai target keberagaman isu Hak Asasi Manusia ; 4. Dari sisi capaian jumlah peserta, 217 tulisan dengan 81 blog termasuk jumlah yang banyak, mengingat ini adalah pertama kali dilakukan, dengan sosialisasi yang tidak berlangsung cukup masif ; 5. Dari sisi capaian latar belakang peserta, hal ini juga cukup tercapai. Para peserta berasal dari berbagai kalangan profesi (jurnalis, akademisi, aktivis, ibu rumah tangga, mahasiswa, pelajar, pegawai negeri sipil), yang memiliki blog

VI. PEMBELAJARAN DAN REKOMENDASI

Pembelajaran :

1.Dibutuhkan waktu implementasi program yang lebih panjang (minimal 1 tahun) guna mendapatkan persiapan dan pelaksanaan yang maksimal ;

  1. Perlu menggandeng lebih banyak lembaga baik swasta, maupun lembaga independen ataupun pemerintahan (ketiganya tentu yang memiliki visi misi yang sejalan dengan isu-isu penegakkan Hak Asasi Manusia), untuk mendukung implementasi program ; 3. Perlu sosialisasi lebih luas (jangkauan wilayah), dengan berbagai jenis sosialisasi, termasuk perlu lebih memaksimalkan keterlibatan media

Rekomendasi Untuk mewujudkan tujuan-tujuan program ini, diperlukan konsep yang lebih matang lagi dengan melibatkan banyak pihak sebagai pendukung. Karena isu-isu Hak Asasi Manusia akan terus berkembang sejalan dengan perkembangan masyarakat/ manusia itu sendiri, sehingga penyebaran informasi dan pengetahuan tentang Hak Asasi Manusia juga harus terus berkesinambungan. IHRBA 2012 sebagai kompetisi sekaligus award pertama HAM bagi Blogger di Indonesia diharapkan mampu menjadi peletak dasar atau pondasi bagi aktivitas serupa di tahun – tahun mendatang. IHRBA diharapkan dapat berjalan dari tahun ke tahun, dan mampu menjadi award yang bergengsi dan dinanti-nanti oleh kalangan blogger khusunya, dan masyarakat luas umumnya, tanpa mengesampingkan tujuan awal : menyebarluaskan dan mengkampanyekan menulis isu-isu Hak Asasi Manusia di blog.

Tags:



November 2012 | CC BY-SA 3.0