Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

Bhinneka - Laporan Narasi Pertanggung Jawaban Hibah Termin II



Lembaga Bhinneka

Wikimedia Indonesia

Instruksi untuk mengisi laporan penerimaan hibah

Wikimedia Indonesia mengharuskan seluruh penerima hibah melaporkan kegiatan mereka dalam bentuk laporan naratif dan laporan keuangan berdasarkan Perjanjian Penerima Hibah Cipta Media Bersama yang telah disepakati kedua belah pihak. Laporan naratif disarankan dalam bentuk lima hingga tujuh halaman.

Laporan dapat dikirimkan melalui surel atau dokumen asli

Penerima hibah : Lembaga Bhinneka

Periode Laporan : 25 Oktober 2012 - 19 Maret 2013

Proyek : Bhinneka: Keberagaman dan Kesetaraan Tanpa Batas

1. Pembelajaran

Silahkan tuliskan pembelajaran, acara-acara yang anda buat/ alami yang dapat membuat perubahan dalam satu tahun kedepan sebagai hasil dari upaya upaya yang anda buat dibawah hibah yang anda terima, perubahan-perubahan yang anda percaya dapat membatu organisasi/ komunitas anda mencapai tujuan-tujuannya dan/ atau kesulitan dan tantangan yang tidak anda perkirakan yang anda temukan dalam periode pelaporan hibah ini.

  • Adanya beberapa Kopdar dengan anggota diskusi Bhinneka (yang selama ini hanya bertemu lewat internet), memungkinkan tanggapan langsung dari mereka. Banyak yang menginginkan Kopdar diadakan paling tidak 3-4 bulan sekali untuk mempererat hubungan di beberapa kota (tidak di Jawa saja).
  • Beberapa anggota Bhinneka di Makassar dan sekitarnya, menyarankan bahwa ada kegiatan di Makassar.
  • Dengan adanya Kopdar bersama Dede Oetomo yang membicarakan tentang gagalnya menjadi anggota Komisioner Komnas HAM, membuat beberapa anggota Bhinneka lebih tertarik untuk membahas politik di Indonesia.
  • Pertemuan Bhinneka di Jakarta bersama Musdah Mulia dan Rocky Gerung (yang membludak) membuat kami memikirkan bagaimana mencari tempat yang lebih luas. Masukan dari peserta cukup positif, tapi beberapa mengeluhkan tentang harga makanan dan minuman yang sangat mahal, padahal beberapa sudah datang dari luar kota dengan ongkos sendiri. Jadi, bila ada dana, mungkin untuk selanjutnya, Bhinneka akan menyediakan minuman dan makanan ringan gratis.
  • Penerbitan buku Antologi cerpen dan puisi Amarah mendapat sambutan yang sangat baik, dan membuat Bhinneka ingin menerbitkan antologi lagi.
  • Penerbitan buku Antologi cerpen Sepasang Ballerina juga mendapat sambutan baik, walaupun ada 2 orang yang mengritik covernya (dinilai kurang sopan) dan ada saran bahwa beberapa cerpen dari Antologi ini difilmkan (tergantung dana).

2. Aktivitas/ Isu yang Anda usung dan mencoba atasi

Berikut adalah aktivitas dan isu-isu yang anda masukkan pada permohonan hibah anda

  • Wacana fundamentalisme yang penyebarannya telah merambat ke sekolah-sekolah serta universitas. Buku-buku dan majalah murah (bahkan gratis) yang didanai organisasi fundamentalis, untuk mempromosikan ideologi keagamaan mereka, dan berhasil menarik simpati massa.
  • Beberapa Jurnal atau majalah yang memperjuangkan pluralisme di Indonesia, seringkali terlihat eksklusif, jangkauannya terbatas dan terkadang cukup mahal, sehingga media seperti ini tidak membawa perubahan yang mendasar di masyarakat.
  • Lembaga Bhinneka mempublikasi cetak dan online dengan menerbitkan Majalah Bhinneka secara dwiwulan melalui media cetak & online. Penerima manfaat langsung kalangan akademisi dan intelektual, terutama dari komunitas-komunitas yang bekerjasama dengan Lembaga Bhinneka dalam mendistribusikan Majalah Bhinneka. Sementara asumsi untuk penerima manfaat tidak langsung adalah khalayak umum
  • Beberapa kelompok masyarakat menghubungkan keberagaman (terutama seksual) dengan budaya Barat sehingga mereka menolak wacana keberagaman.
  • Sub Aktivitas: Penerbitan Antologi Cerpen Keberagaman Seksualitas beserta analisa tentang seksualitas dan orientasi seks. Penerima manfaat langsung asumsi khalayak umum.

Aktifitas dan isu yang anda atasi:

Pada periode ini, selain isu kekerasan dan fundamentalisme agama, kami juga berkonsentrasi pada isu gender dan seksualitas.

  • Gender dan seksualitas: Pada periode 16 Oktober 2012 hingga laporan ini ditulis, Bhinneka menerbitkan majalah gratis edisi “Perempuan Pemimpin“, yang membahas tentang diskriminasi perempuan yang maju sebagai politisi atau pemimpin.
  • Bhinneka juga menerbitkan buku antologi cerpen LGBT (Lesbian Gay Biseksual Transgender) berjudul Sepasang Ballerina, yang sebagian besar dibagikan gratis kepada para mahasiswa dan sebagian lagi dijual murah kepada khalayak umum.
  • Untuk isu perjuangan pluralisme di Indonesia, kami menerbitkan Antologi cerpen Amarah (bekerja sama dengan Glitzy Book – Gramedia). Antologi ini terutama menyajikan kritik tentang fundamentalisme agama atau berkisah tentang mereka yang telah menjadi sasaran fundamentalisme agama di Indonesia.
  • Untuk isu manfaat langsung kalangan akademisi dan intelektual, terutama dari komunitas-komunitas yang bekerjasama dengan Lembaga Bhinneka dalam mendistribusikan Majalah Bhinneka. Penerima manfaat tidak langsung adalah khalayak umum. Masukan para akademisi dan intelektual sangat positif. Dede Oetomo, Rocky Gerung dan Musdah Mulia, misalnya menyatakan akan tetap mendukung Bhinneka. Dari kalangan muda, tanggapan lebih beragam. Banyak tanggapan positif, namun beberapa juga merasa Bhinneka terlalu menghina agama.
  • Untuk isu “wacana keberagaman dengan sub Aktivitas: Penerbitan Antologi Cerpen Keberagaman Seksualitas beserta analisa tentang seksualitas dan orientasi seks“, kami bekerja sama dengan GAYa Nusantara untuk bedah buku. Sudah ada 12 orang yang menyatakan sangat mendukung antologi ini dan menyarankan harus ada antologi LGBT atau tentang gender dan seksualitas berikut dari Lembaga Bhinneka.

3. Indikator sukses anda dalam permohonan hibah

  1. Pola berpikir masyarakat yang makin kritis dan menentang kekerasan: Peningkatan kuantitas komentar-komentar berkualitas dari pembaca yang mendukung isu keberagaman, dan meningkatnya kritik serta tindakan pencegahan akan kekerasan yang dilakukan atas nama agama. lewat surat pembaca dan komentar di website Bhinneka maupun melalui sosial media yang akan diadakan Oktober 2012 - Desember 2012.
  2. Meningkatnya kritik atas fundamentalisme agama via angket pembaca, bertambahnya kelompok-kelompok yang mempromosikan keberagaman, diterimanya berbagai diskusi kritis agama di sekolah-sekolah dan Universitas.
  3. Terbukanya diskusi kritis tentang agama dan seksualitas di Indonesia (yang masih dianggap tabu oleh kebanyakan orang) melalui angket pembaca yang didistribusikan di Edisi Desember 2012.
  4. Kualitas komentar dan pertanyaan yang diajukan peserta saat bedah buku. Bedah buku yang akan dilakukan 3 bulan setelah peluncuran buku di beberapa kota di Indonesia
  5. Peningkatan permintaan akan Majalah Bhinneka.

Hasil aktual hingga laporan ini dibuat:

  1. Berdasarkan materi yang mereka baca dan dengan mengikuti diskusi yang diselenggarakan oleh Bhinneka baik secara online maupun tatap muka, dan dihadiri oleh mereka, menunjukkan perubahan sikap empat orang berubah menjadi tidak menentang, namun berubah menjadi mendukung isu ini. Dari empat orang ini, tiga di antaranya menjadi admin di grup Bhinneka (2 di grup Diskusi Pluralis, dan 1 di grup Lingkar Puisi & Prosa). Contoh lain adalah beberapa anggota yang telah bersedia menjadi admin grup-grup FB Lembaga Bhinneka. Hal ini bisa dilihat dari penambahan admin di grup-grup Bhinneka, yang menyiratkan simpati mereka terhadap isu yang diangkat oleh lembaga ini. Penambahan jumlah admin bisa dilihat di bawah:
    1. FB Lingkar Puisi dan Prosa dari 7 admin (pada Januari 2012) menjadi 17 admin (pada Febuari 2013)
    2. FB Forum Fotografi Lembaga Bhinneka 508 dari 4 admin (pada Januari 2012) menjadi 5 admin (pada Febuari 2013)
    3. FB Diskusi Romantis Lembaga Bhinneka dari 6 admin (pada Januari 2012) menjadi 9 admin (pada Febuari 2013)
  2. Melalui komentar-komentar yang kami terima dari Kopdar, beberapa anggota menyatakan secara langsung bahwa Lembaga Bhinneka membuat mereka semakin kritis. Dari sekitar 120 orang yang datang pada Kopdar dan diskusi, Lembaga Bhinneka mengidentifikasi paling tidak 3 orang yang sikapnya berubah total dalam durasi akhir Oktober 2012 sampai laporan ini ditulis. Awal mulanya ketiga orang apatis dan tidak mau tahu tentang kondisi di Indonesia. Namun setelah bergabung dengan Lembaga Bhinneka dan mengikuti pertemuannya, mereka menjadi semakin sadar akan gunanya partisipasi aktif mereka. Beberapa komentar yang masuk melalui twitter, facebook dan sms, mengungkap bahwa majalah Bhinneka berhasil mempengaruhi pola berpikir masyarakat. Sejak 25 Oktober sampai laporan ini ditulis, kami menerima 28 sms, ada sekitar 24 yang menyatakan bahwa majalah ini berbeda dari yang lain, kritis, dan kaya manfaat. Begitu juga dengan diskusi Bhinneka di Jakarta, banyak sekali yang menginginkan diadakan lagi karena keberanian Lembaga Bhinneka mengutarakan kritik.
  3. Angket yang disebarluaskan mendapat masukan beragam. Namun, lebih dari 80% positif. Beberapa menyatakan Lembaga Bhinneka terlalu berani atau terlalu keras mengritik agama. Angket telah disebarkan dan dari hasil angket dari 32 orang yang mengisi angket ini, berikut hasilnya:
    1. Rubrik apa yang paling dinanti oleh Anda: a. Artikel (5 orang) b. Apa Kata Mereka (4 orang) c. Cerpen (6 orang) d. Puisi (6 orang) e. Komik (11 orang)
    2. Rubrik apa yang perlu ditambah dalam majalah ini: a. Artikel (3 orang) b. Apa Kata Mereka (2 orang) c. Cerpen (9 orang) d. Puisi (9 orang) e. Komik (9 orang)
    3. Rubrik apa yang perlu dikurangi dalam majalah ini: a. Artikel (4 orang) b. Apa Kata Mereka (4 orang) c. Cerpen (1 orang) d. Puisi (3 orang) e. Komik (2 orang) - (beberapa tidak menjawab/dikosongkan)
    4. Tentang isi majalah Bhinneka, apa saran Anda? a. Terlalu banyak ulasan politik (4 orang) b. Kurang ulasan politik (3 orang) c. Terlalu banyak ulasan agama (3 orang) d. Kurang ulasan agama (3 orang) f. Terlalu banyak wawancara (2 orang) g. Kurang wawancara (6 orang) e. Mohon dibuat berwarna (4 orang) h. Lebih banyak ulasan gender dan seksualitas (7 orang)
    5. Apakah setelah membaca, Anda meminjamkan majalah ini ke teman? Bila ya, mengapa? (Bisa menjawab lebih dari 1) a. Karena isinya (21 orang) b. Karena gratis (12 orang)
    6. Apakah setelah membaca, Anda meminjamkan majalah ini ke teman? Bila tidak, mengapa? a. Malas (2 orang) b. Sukar mendapatkannya (13 orang) c. Ingin mengoleksi (8 orang) (Beberapa tidak menjawab/dikosongkan)
  4. Lembaga Bhinneka berhasil menelorkan 2 buku antologi. Pertama, Antologi Cerpen dan Puisi Amarah (mengritik fundamentalisme agama di Indonesia). Antologi Amarah diterbitkan oleh Glitzy Book (Gramedia) pada 15 Januari 2013. Kedua, Antologi cerpen Sepasang Ballerina (tentang kisah-kisah LGBT) yang diterbitkan oleh Lembaga Bhinneka pada 10 Febuari 2013. ## Peluncuran dan bedah buku diadakan di Jakarta dan Surabaya. Sambutan dan masukan peserta sangat positif. Mereka mengharapkan Lembaga Bhinneka bisa mengadakan lomba menulis serta menerbitkan buku antologi lagi. Di Jakarta, pada tanggal 9 Maret 2013 di TIM. Di Surabaya, bedah buku diadakan pada tanggal 27 Febuari 2013 di SUTOS dan pada tanggal 9 Maret di GAYa NUSANTARA.
  5. Dari sms dan facebook, kami mendapat permintaan agar majalah Bhinneka terbit lagi.

4. Tujuan dan Sasaran

Silahkan anda jelaskan apa yang telah anda berhasil peroleh dengan hibah ini yang berkaitan dengan tujuan yang lebih besar yang anda harapkan dapat anda capai Sasaran-sasaran yang diharapkan dapat dicapai:

A. Tersedianya materi untuk membangun toleransi dan pola berpikir kritis

B. Tersedianya ruang untuk membangun toleransi dan pola berpikir kritis

C. Ditiadakan

D.1 Adanya kader untuk mempromosikan keberagaman (promotor)

D.2 Adanya kader untuk merekrut orang-orang yang berpotensi dalam mempromosikan keberagaman (recruiter)

Tujuan yang berhasil dicapai hingga saat ini:

A. Tersedianya majalah Bhinneka dan berkembangnya diskusi-diskusi di facebook, seperti diskusi Pluralis dan Lingkar Puisi dan Prosa, yang mengajak para anggotanya memikirkan kemanusiaan dan berpikir lebih kritis. Hingga laporan ini ditulis, telah terbit 2 edisi majalah Bhinneka, dengan tema sebagai berikut:

Oktober 2012: Interpretasi Agama

Desember 2012: Perempuan Pemimpin

Majalah Bhinneka sebelumnya :

Februari 2012: Tubuh dan Kekuasaan

April 2012: Negara Sekuler

Juni 2012: Agama dan Kepercayaan di Indonesia

Agustus 2012: Gender, apakah itu?

B. Hingga laporan ini ditulis, telah terlaksana Kopdar di Surabaya dan diskusi di Jakarta. Diskusi di Jakarta pada 3-5 November berhasil mengundang pembicara yang cukup andal, yaitu Musdah Mulia, Rocky Gerung dan Soe Tjen Marching, dengan jumlah hadirin sekitar 100 orang. Lomba cerpen dan puisi yang diadakan berhasil menelorkan 2 antologi yang mendapat sambutan luar biasa dari pembacanya. Dan Lembaga Bhinneka merencanakan akan membuat film dari Antologi „Sepasang Ballerina“ (bila mendapatkan dana lagi).

Bedah buku di Jakarta dan Surabaya juga mendapat sambutan yang cukup baik dan Lembaga Bhinneka mendapat masukan positif dari

Bedah buku di Jakarta dan Surabaya juga mendapat sambutan yang cukup baik dan Lembaga Bhinneka mendapat masukan positif dari peserta bedah buku.

C. -

D1. Kader untuk mempromosikan keberagaman (promotor) bertambahnya anggota lembaga Bhinneka membuat kami lebih mudah mendapatkan kader, yang beberapa menjadi admin diskusi grup Facebook Bhinneka dan juga berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan Lembaga Bhinneka, serta mempromosikannya lewat berbagai jaringan.

D2. Kader untuk merekrut orang-orang yang berpotensi dalam mempromosikan keberagaman (recruiter) bertambahnya anggota yang menjaring anggota lain untuk aktif dalam berbagai kegiatan Bhinneka. Salah satunya adalah penulis puisi dan cerpen Shinta Miranda yang berhasil mengajak 4 orang lainnya untuk ikut aktif dalam Lembaga Bhinneka. Penambahan grup Facebook “Lembaga Bhinneka Makassar dan sekitarnya“ untuk menjaring mereka-mereka yang di Makassar. Penambahan grup Facebook “Lembaga Bhinneka Bengkulu dan sekitarnya“ untuk menjaring mereka-mereka yang di Bengkulu.

5. Tantangan/ masalah organisasi/ pengelolaan yang dihadapi

Tolong jabarkan perubahan perubahan signifikan yang organisasi anda dapatkan yang memiliki dampak pada pekerjaan anda pada periode pelaporan yang anda lakukan untuk saat ini. Masukkan secara deskriptif bagaimana anda menangani perubahan perubahan tersebut dan bagaimana perencanaan anda berubah sebagai hasilnya.

Adanya perubahan staff, yaitu dengan keluarnya Daris Ilma. Namun ditambah oleh Shinta Miranda (sebagai koordinator Bhinneka Jakarta) dan Henny Herawati (pembantu bendahara), juga Ino sebagai koordinator Bhinneka Makassar.

Isu-isu manajemen atau organisasi apakah yang anda hadapi pada saat anda menuliskan laporan ini (apakah ada perubahan signifikan pada komposisi staf/ dewan atau anggota tim anda. Apakah ada faktor-faktor lain yang dapat membatasi kemampuan organisasi/ komunitas anda untuk mengumpulkan data dan menerjemahkan data data keuangan atau aktifitas yang terkait dengan program dalam tujuan awal). Bila mungkin juga tuliskan dan tekankan kebutuhan yang belum terpenuhi/ teridentifikasi sebelumnya dalam menangani penguatan organisasi/ komunitas anda.

Tidak ada

Bagian berwarna abu abu diminta untuk dihilangkan karena pengulangan dari laporan sebelumnya, apabila ada pembelajaran baru harap dimasukkan dalam kolom hijau diatas, apabila tidak ada pembelajaran baru silahkan nyatakan tidak ada:

1. Belum ada staf khusus yang menangani bidang IT dan pengelolaan website hingga kini.
2. Strategi finansial supaya Lembaga Bhinneka lebih mandiri, telah diusahakan dengan penjualan buku antologi. Namun, masih belum ada strategi jangka panjang, karena keterbatasan dana.

6. Keberagaman

Silahkan ditulis perubahan perubahan yang berpengaruh dalam keberagaman (contohnya apabila anggota komunitas, dewan, atau komposisi staf anda mulai beragam dari sisi jenis kelaminnya, suku, pendidikan, umur, budaya, agama, latar belakang asal lokasinya, bahasanya, dan lain sebagainya) dalam periode pelaporan ini. Apabila organisasi/ komunitas anda mengalami tantangan keberagaman, silahkan tuliskan juga pendapat anda.

Kami mempunyai staff dari berbagai latar belakang dan berbagai orientasi seksual:

Dari 25 Oktober, kami mendapat tambahan staff berikut (Orientasi seksual tidak disebutkan, karena privasi):

  • Shinta Miranda (Koordinator Bhinneka Jakarta)

    Jenis kelamin: Perempuan

    Pendidikan: S1

    Umur: 53 tahun

    Agama: Agnostik

  • Henny Herawati (Asisten Bendahara)

    Jenis kelamin: Perempuan

    Pendidikan: S1

    Umur: 37 tahun

    Agama: Kristen

(Karena kami banyak membahas isu gender dan perempuan, kebanyakan yang tertarik atau bersedia bekerja untuk Bhinneka adalah perempuan).

  • Soe Tjen Marching (Direktur)

    Jenis kelamin: Perempuan

    Orientasi: Hetero

    Pendidikan: S3, Asian Studies - Monash University

    Umur: 41 tahun

    Agama: -

  • Phebe Anggreani (Manager Program dan Bendahara)

    Jenis Kelamin: Perempuan

    Orientasi: Bisex

    Pendidikan: Grafik Desain, Minneapolis Community & Technical College

    Umur: 34 tahun

    Agama: -

  • Vinsensius Kristianto Batuadji (Asisten Manager Program)

    Jenis kelamin: Lelaki

    Orientasi: Hetero

    Pendidikan: S2 Psikologi Universitas Gadjah Mada

    Umur: 29 tahun

    Agama: Katolik

7. Laporan keuangan

Silahkan masukkan pranala laporan keuangan anda disini

http://www.ciptamedia.org/wiki/Bhinneka:_Keberagaman_dan_Kesetaraan_Tanpa_Batas/Laporan_Penggunaan_Dana

8. Pengesahan

Saya, sebagai penandatangan, menyatakan bahwa saya adalah individu yang berwenang untuk menyerahkan laporan ini atas nama komunitas/ organisasi saya sesuai dengan persyaratan yang dicantumkan pada Perjanjian Hibah Cipta Media Bersama yang telah ditandatangani sebelumnya dan seluruh dana yang dibelanjakan telah dibelanjakan sesuai dengan tujuan-tujuan yang tercantum dalam permohonan hibah.

Tertanda: Lokasi dan tanggal:

Surabaya, 19 Maret 2013

Soe Tjen Marching

Tags: