Anda berada di mode pratinjau.
| |
Beranda > Penerima Hibah CMB > MK-160 > MK-160 - Proposal Lengkap

MK-160 - Proposal Lengkap

MK-160_Media_Komunitas_160_Karakter.jpg

MK-160

Organisasi

Media Komunitas Angkringan adalah media komunitas yang didirikan pada tahun 2000. Organisasi ini berfungsi sebagai saluran informasi warga Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Organisasi yang dilakukan oleh komunitas warga ini bertujuan sebagai pemberdayaan masyarakat melalui informasi.

Status resmi

Media Komunitas Angkringan adalah organisasi yang terdaftar melalui akte notaris di Yogyakarta dengan status legal perkumpulan.

Kontak

Muhamad Amrun

Posisi

Pemimpin proyek

Lokasi

Yogyakarta

Deskripsi Proyek

Tujuan:

Menciptakan media komunitas baru dengan mengoptimalkan bentuk teknologi yang sudah ada (SMS).

Mempercepat penyebaran atau penyampaian informasi kepada komunitas dengan menggunakan SMS.

Sasaran:

A. Memaksimalkan penggunaan SMS untuk pertukaran atau menyampaian informasi yang lebih lebih bermanfaat untuk komunitas.

B. Memberikan sebuah sistem pengelolaan pertukaran atau penyampaian informasi dengan menggunakan teknologi media komunitas yang baru.

C. Pengalaman dalam pelaksanaan program untuk dapat diterapkan di komunitas lain.

D. Panduan hardware, software dan brainware untuk komunitas lain yang akan dapat dipelajari dan diterapkan.

E. Ada saluran sistem informasi baru dalam penggunaan teknologi informasi.

F. Terkumpulnya data base warga komunitas terutama data base nomor HP.

Latar belakang:

a.Keterkaitan pada topik: Keadilan dan kesetaraan akses terhadap media

Ditengah maraknya konglemerasi media, media komunitas terbukti berperan penting bagi komunitas akar rumput. Dari ratusan media komunitas yang tersebar di Indonesia kebanyakan diantaranya menggunakan teknologi cetak, radio siaran dan sebagian kecil menggunakan televisi. Media komunitas berteknologi radio dianggap paling efektif karena paling murah, cepat, dan bisa diakses oleh semua kalangan. Teknologi informasi komunikasi yang murah, cepat, interaktif, dan personal makin dinikmati pengguna. Seiring dengan hal tersebut, perilaku pengguna media tak terkecuali pengguna media komunitas juga mengalami perubahan. Pertukaran informasi secara cepat dilakukan dengan menggunakan telepon genggam. Tak heran jumlah pengguna telepon gengam melonjak tajam. Menurut survey saat ini pengguna telepon genggam di wilayah komunitas Desa Timbulharjo sebanyak lebih dari 5000 pengguna telepon genggam. Perubahan ini mengakibatkan media cetak, radio, bahkan televisi makin ditinggalkan penggunanya. Karena SMS akan lebih cepat dalam penyampaian informasi kepada komunitas.

Adapun sebuah fasilitas yang dimiliki telepon genggam yang belum banyak dimanfaatkan secara optimal adalah teknologi pesan layanan pendek (SMS), yang hanya pada umumnya untuk komunikasi individual (orang per orang). Padahal dengan sedikit inovasi SMS dapat dikelola dan dimanfaatkan sebagai platform yang multifungsi bila dikombinasikan dengan aplikasi khusus. Teknologi SMS dapat digunakan sebagai media informasi yang sederhana, cepat dan murah. Karakter teknologi tersebut sangat cocok untuk dikembangkan dan diterapkan oleh media komunitas.

b. Masalah yang ingin diatasi dan keterkaitan dengan aktivitas

Akibat dari perubahan perilaku masyarakat yang sudah tidak begitu menghiraukan media lama (old media) seperti radio, buletin, televisi dan lainnya perlahan – lahan akan ditinggal oleh penggunnya karena dianggap tidak bermanfaat. Potensi SMS yang belum tergarap secara maksimal hanya sebatas pertukaran informasi orang per orang. Optimalisasi dan kecepatan informasi sampai kepada warga anggota komunitas.

c. Keterkaitan pada kategori: Konten Lokal, Kemitraan, Strategi Kreatif, Aksi, dan Teknologi Tepat Guna

Aksi

Melakukan mobilisasi ke warga masyarakat dalam komunitas angkringan, Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, DIY yang berpenduduk lebih dari 20.000 jiwa untuk mengetahui dan memberikan kontribusi dengan adanya proyek ini.

Strategi kreatif

Pembuatan sistem aplikasi yang digunakan untuk melakukan proyek. Aplikasi ini nantinya merupakan sebuah sistem yang berisi database kependudukan. Salah satu database yang berada dalam sistem adalah nomor HP yang berfungsi untuk menerima dan menyebarluaskan informasi. Proyek ini akan mengembangkan aplikasi SMS – MK (Media Komunitas) dengan fungsi:

  • Penyebarluasan informasi secara serentak (broadcast) kepada warga media komunitas.

  • Penyebarluasan informasi kepada warga berdasarkan kategori tertentu (lokasi, jenis kelamin, usia, profesi, minat)

  • Menerima informasi dari warga komunitas, kemudian menyebarluaskan kepada warga lain secara serentak.

  • Integrasi dengan database komunitas sehingga warga komunitas bisa mengaksesnya melalui SMS. Misalnya, warga yang butuh donor darah bisa langsung mendapatkan balasan SMS berisi daftar nama dan alamat pendonor yang sesuai.

  • Sebagai media promosi bisnis warga komunitas.

d. Aktifitas dan keterkaitan pada sasaran

Aktifitas yang dilakukan adalah sebagai berikut :

  • Melakukan pelatihan tim admin, untuk melatih tim yang nantinya akan menjadi admin dalam pengelolaan aktifitas.

  • Sosialisasi tingkat desa, untuk lebih mengenalkan aktifitas kepada warga komunitas.

  • Sosialisasi tingkat RT, lebih mendetailkan rencana aktifitas sehingga warga secara luas akan lebih tahu dan memahami rencana aktifitas sehingga warga komunitas akan maksimal memanfaatkan aktifitas.

  • Melakukan sosialisasi dengan menggunakan poster, panflet, leaflet maupun stiker yang ditempel di setiap rumah.

  • Melakukan pendataan nomor HP maupun data penduduk

  • Input data ke sistem, memasukan hasil pendataan yang akan menjadi database dalam sistem.

  • Pembuatan dokumentasi baik dalam bentul foto, modul, tutorial maupun buku.

Keseluruhan proses akan didokumentasikan dan dikemas menjadi panduan berupa teks dan audio visual. Keseluruhan produk berupa aplikasi, panduan dan dokumentasi akan dirilis dengan lisensi kreatif commons dan diunggah ke internet melalui website angkringan.web.id sehingga bisa digunakan oleh siapapun secara bebas. Secara khusus proyek ini akan memfasilitasi 10 anggota komunitas anggota JRKI untuk mereplikasikan sistem ini dikomunitas masing – masing.

Peluang yang akan dapat dikembangkan untuk mendukung kelangsungan media komunitas antara lain :

  • Sebagai media informasi komunitas

  • Menjadi penyedia pulsa bagi warga komunitas.

  • Menjadi media promosi bisnis komunitas.

  • Kerjasama dengan pihak lain dalam bentuk pesan layanan masyarakat

Proyek ini juga mendapatkan dukungan dari beberapa lembaga/organisasi penembang aplikasi. Lembaga atau Organisasi pendukung proyek pengembangan aplikasi ini :

  • Komunitas pengembang blangkon linux

  • Combine Resource Institution

  • JRKI (Jaringan Radio Komunitas Indonesia)

e.Latar belakang dan demografi pelaku proyek

Pemimpin proyek

laki – laki dengan pengalaman berorganisasi 12 tahun. Sedang pengalaman di bidang media khususnya yang berkaitan dengan komunitas 6 tahun.

Panitia proyek

panitia lainnya berjumlah 12 orang. Semua yang terlibat dalam proyek ini adalah bagian dari warga komunitas angkringan.

f. Demografik kelompok target

Seluruh warga yang berada diwilayah Desa Timbulharjo, kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, DIY. Ini karena media komunitas angkringan adalah media komunitas warga Desa Timbulharjo.

g. Hasil yang diharapkan dan indikator keberhasilan

Aplikasi ini dapat digunakan secara umum. Aplikasi ini akan dapat menguntungkan bagi :

  • Warga komunitas dilokasi ujicoba proyek (Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, DIY)

  • Sepuluh radio komunitas diberbagai wilayah yang mereplikasi hasil proyek ini.

  • Komunitas lain juga yang mereplikasi hasil proyek ini.

Indikator keberhasilan:

  • Aplikasi SMS untuk media komunitas free open source

  • Dokumentasi pengalaman yang dapat dipelajari dan dapat diterapkan oleh komunitas lain pembuatan modul, tutorial maupun buku acuan.

  • Panduan (berupa teks dan audio visual) tentang penggunaan aplikasi SMS media komunitas.

  • Panduan (berupa teks dan audio visual) pengorganisasian komunitas dalam memanfaatkan aplikasi SMS secara kolektif.

  • Sebanyak sepuluh komunitas menerapkan SMS sebagai media komunitas.

h. Keterkaitan proyek dengan perbaikan media dan keadilan sosial

Warga masyarakat akan dapat secara bebas menjadi narasumber atau penyedia informasi. Ini akan dapat dikaitan dengan keterbukaan informasi publik. Selain itu warga dalam komunitas juga dapat difungsikan sebagai wartawan yang dapat menyebarkan informasi untuk kebutuhan komunitas yang tidak menimbulkan keresahan bahkan permasalahan.

i. Durasi waktu aktifitas dilaksanakan:

Durasi waktu aktifitas dilaksanakan selama 18 bulan dari Desember 2011 – Mei 2013.

j. Total kebutuhan dana untuk melakukan aktifitas:

Rp 150.000.000,00 (rincian terlampir).



15 Feb 2012