Anda berada di mode pratinjau.
| |
Beranda > Penerima Hibah CMB > JRKL > Diskusi Terarah Pemantauan dan Pengkritisan Tayangan Televisi di RGL FMiskusi Terarah Pemantauan dan Pengkritisan Tayangan Televisi di RGL FM

Diskusi Terarah Pemantauan dan Pengkritisan Tayangan Televisi di RGL FMiskusi Terarah Pemantauan dan Pengkritisan Tayangan Televisi di RGL FM

200px-Mei_31_2012_JRKL_Diskusi_Terarah_Kelompok_Pemantau_Tayangan_Televisi_di_RGL_FM.JPG

Tujuan : Diskusi Terarah Pemantauan dan Pengkritisan Tayangan Televisi di RGL FM

Lokasi : Bumi Kedaton Resort

Alamat : Bandar Lampung

Jam : 10.00 - 14.00 WIB

Hadir :

  • Redyson Candra Jaya (JRKL)
  • Manda (JRKL)
  • 6 orang Pegiat RGL FM
  • 25 orang ibu rumahtangga perdesaan

Ringkasan :

Proses Kegiatan

  • Acara ini dibuka oleh Agus Guntoro selaku pengurus radio sekaligus tokoh masyarakat di Desa Hanura. Dalam sambutannya Agus menyatakan bahwa diskusi kali ini memang sengaja dilakukan di Bumi Kedaton resort sebagaimana permintaan dari ibu-ibu masyarakat Hurun agar sesekali waktu melakukan diskusi di luar ruangan atau sembari rekreasi. Agus mengatakan bahwa harapannya dengan dilakukannya diskusi terarah sembari rekreasi dapat menambah semangat ibu-ibu untuk memantau tayangan televisi.
  • Diskusi terarah yang dilakukan kembali difasilitasi oleh Redyson Candra Jaya selaku Staff Lapangan Jaringan Radio Komunitas Lampung program Ibu-Ibu Rumah Tangga Pedesaan Melek Media.
  • Redyson memulai diskusi dengan ilustrasi cerita singkat tentang dongeng “Si penebang pohon” yang dimaksudkan untuk menyadarkan ibu-ibu tentang pentingnya melakukan diskusi rutin tentang pemantauan dan pengkritisan tayangan televisi.
  • Selanjutnya Redyson menceritakan tentang seorang anak kecil yang bertengkar dengan sesama teman bermain sebayanya dengan meluapkan kekesalan pada temannya dengan mengucapkan kata-kata yang seolah menghina sebagaimana yang ditayangkan di televisi seperti kamseupay (kampung sekali udik payah) dan rakyat jelata. Redyson menjelaskan bahwa tayangan televisi baik secara langsung ataupun tidak langsung akan sanat berpengaruh terhadap anak-anak yang biasanya melakukan hal yang sama sebagaimana yang dilihat saat menonton adegan dari tayangan televisi.
  • Selanjutnya redyson mulai melakukan tanya jawab dengan ibu-ibu tentang iklan di televisi, yaitu tentang durasi iklan di televisi bahkan tentang tayangan-tayangan iklan yang tidak mendidik. Menurut pengakuan dari peserta diskusi, ibu-ibu mengeluhkan lamanya iklan yang mencapai belasan menit saat jeda pariwara, belum lagi soal tayangan iklan yang tidak mendidik sperti iklan Yamaha Jupiter Z yang diperankan oleh Komeng dengan mengenakan baju yang serba sobek yang mana kandungan iklan tersebut seakan mengajarkan masyarakat untuk ngebut saat mengendari motor.
  • Keterangan dari ibu-ibu yang lain yaitu iklan yang menayangkan seseorang yang mengendarai motor dalam kondisi lapar lalu menelan helm orang yang sedang berada didekatnya. Ibu-ibu berpendapat bahwa hal tersebut mungkin saja berdampak pada anak kecil yang bukannya tidak mungkin akan meniru hal tersebut.
  • Keterangan dari ibu-ibu yang lain yaitu tentang iklan sabun lux dan iklan parfum axe yang mana pemeran iklan tersebut berpakaian seksi baik yang pria maupun yang wanita. Ibu-ibu beranggapan hal tersebut dikhawatirkan berdampak pada psikologis anak-anak yang dalam masa berkembang yang dinilai mampu membangkitkan gairah apa lagi iklan tersebut sering diputar dibawah jam 22 malam yang berarti sering pula dilihat oleh anak-anak.
  • Keterangan dari ibu-ibu yang lain yaitu tentang iklan mi sedap yang mana pemerannya diikat seakan disiksa untuk mengaku tentang rasa mi sedap. Ibu-ibu beranggapan bahwa iklan tersebut bebau kekerasan yang tidak layak untuk ditonton oleh masyarakat.
  • Redyson menyampaikan pada ibu-ibu bahwa sesuai dengan peraturan penyiaran SP3SPS Tahun 2012 durasi iklan tidak boleh lebih dari 20%. Redyson melanjutkan bahwa dengan menghimbau pada ibu-ibu untuk melaporkan ke Cipta Media Bersama jika mengetahui ada pelanggaran tayangan durasi iklan maupun tayangan televisi yang dinilai tidak baik untuk ditayangkan apalagi ditonton oleh masyarakat dengan format sms JRKLisipesan lalu dikirim ke 087788802262.
  • Sesi selanjutnya Adi, pegiat RGL FM menghimbau pada ibu-ibu untuk melakukan pemantauan terhadap iklan dengan mencatat durasi iklan dan melaporkan jika terdapat pelanggaran. Adi menceritakan tentang tayangan televisi yang tidak baik juga terdapat pada siaran saat kekisruhan sepak bola dimana pemain bahkan staff suatu tim saling adu jotos. Menurut Adi tayangan kekisruhan tersebut tidak baik ditayangkan karena bukan tidak mungkin dapat ditiru pula oleh masyarakat.
  • Acara ini diskusi ini ditutup oleh Agus yang berharap setelah melakukan diskusi maka ibu-ibu makin bijak menonton, mendampingi anak saat menonton. Lalu peserta diskusi melakukan foto bersama. Setelah peserta mendiskusikan pemantauan dan pengkritisan tayangan televisi selesai peserta diskusi bersama-sama menikmati tempat rekreasi Bumi Kedaton Resort.

Foto Kegiatan

  • Foto Terkait https://get.google.com/albumarchive/pwa/106181618311296291808/album/5769548105316595217?source=pwa&authKey=CJGcjJqk2_GPzAE