Anda berada di mode pratinjau.
| |
Beranda > Penerima Hibah CMB > JRKL > Pendidikan Instrumen Pemantauan Tayangan TV Tahap I di RGL FM

Pendidikan Instrumen Pemantauan Tayangan TV Tahap I di RGL FM

200px-Februari_3-5_2012_JRKL_Pendidikan_Instrumen_Pemantauan_Tayangan_TV_-_Tahap_I_-_RGL_.JPG

Tujuan : Pendidikan Instrumen Pemantauan Tayangan TV Tahap I di RGL FM

Lokasi : RGL FM

Alamat : Kampung Siliwangi, Desa Hurun, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Lampung

Jam : 09.00 - 16.00 WIB (3-5 Februari 2012)

Hadir :

  • Alfianto (JRKL)
  • Andi Ismail Yusuf (Akademisi Universitas Muhhammadiyah Lampung)
  • Agus Guntoro (RGL FM)
  • Masdi (RGL FM)
  • Muslimin (RGL FM)
  • 3 orang siswa magang SMK
  • 25 ibu rumahtangga perdesaan

Ringkasan :

Hari Pertama

  • Peserta pelatihan hadir 10 menit sebelum pelatihan dimulai, panitia langsung meminta pada peserta yang sudah hadir mengisi daftar hadir dan membagikan alat tulis. Pelatihan hari pertama ini, diikuti oleh 25 perempuan dari kampung Siliwangi.
  • Pelatihan dimulai pukul 09.10 Wib, secara resmi dibuka oleh Agus Kuntoro selaku ketua Radio Komunitas Gema Lestari 107.7 FM.
  • Dalam sambutannya Agus Guntoro (RGL FM) mengatakan bahwa, pelatihan ini akan berlangsung selama 3 hari akan memberikan pemahaman tentang penyiaran media televisi sehingga peserta mengerti mana tontonan yang layak dan tidak layak untuk ditonton.
  • Fasilitator memberikan materi pengenalan bentuk media dan hak masyarakat akan media di indonesia.
  • Fasilitator mengawali materi dengan mengajak peserta berkenalan, masing-masing peserta diminta menyebutkan nama, alamat, dan pekerjaan. Fasilitator lebih banyak bertanya terkait soal pemahaman peserta terhadap siaran TV, ini dilakukan bertujuan untuk melihat pemahaman awal peserta. Secara umum peserta menyukai hiburan televisi(sinetron, gosip, dll).
  • Fasilitator, menjelaskan sejarah perkembangan media televisi serta tujuannya.
  • Sesi pertama ini ditutup pukul 11.30 wib dengan memberikan permainan.
  • Sesi kedua dilanjutkan pukul 13.15 wib, dengan materi pengaruh tayangan televisi.
  • Fasilitator menjelaskan bawha tujuan media adalah untuk mendidik masyarakat, sehingga masyarakat meski cerdas dalam memilah tontonan televisi.
  • Fasilitator banyak memberikan contoh konkrit mengenai tayangan televisi berikut pengaruh baik dan buruknya. Peserta lebih mudah memahami materi jika diberi contoh-contoh, dengan begitu suasana forum semakin hidup.
  • Materi diakhiri pukul 16.10 wib, dan Fasilitator mengajak peserta membuat kontrak belajar diakhir sesi pelatihan hari pertama ini. Dalam kontrak belajar yang disepakati bersama setidaknya ada beberapa hal yaitu: waktu, metode penyampaian materi(partisipatif), handphone di silent, tidak boleh berbicara diluar materi, dan peserta akan mengikuti pelatihan sampai 3 hari

Hari Ke Dua

  • Dimulai pukul 10.00 Wib sesuai kontrak belajar yang telah disepakati bersama.
  • Pelatihan ini diawali dengan permainan dan refres.
  • Materi yang disampaikan adalah memahami sinetron di Indonesia dan memetakan fiksi dalam tayangan televisi, fasilitator menjelaskan ciri-ciri sinetron yang mana secara umum sinetron menampilkan gaya hidup orang kaya dan penderitaan orang miskin.
  • Selanjutnya dijelaskan fakta buruk sinetron, yang dalam alur ceritanya terlalu panjang tanpa ada akhir yang jelas. Peserta mudah memahami materi ini, karena banyak sinetron yang sering ditonton.
  • Disesi terakhir pelatihan kedua ini, fasilitator membagi peserta dalam kelompok yang mana kelompok ditentukan dari usia anak. Peserta diminta mendiskusikan siaran sinetron era 90 an dan presentasi.
  • Suasana forum pelatihan nampak hangat dengan adanya pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan peserta pada peserta yang mempresentasikan hasil diskusinya.

Hari Ke Tiga

  • Fasilitator menyampaikan meteri terkait proses produksi sinetron.
  • Fasilitator menjelaskan produksi sinetron terkesan hanya kejar tayang, sehingga tidak memikirkan dampak buruknya terhadap masyarakat.
  • Peserta diminta memahami sinetron yang sering ditonton dan dihimbau agar melaporkan jika ada tontonan yang tidak layak. Kemudian peserta kembali dibentuk kelompok yang selanjutnya dibagikan potongan gambar-gambar.
  • Dari potongan gambar tersebut peserta belajar menuliskan skenario.
  • Selanjutnya peserta mempresentasikan hasil kerja diskusi kelompok tersebut
  • Diakhir materi fasilitator memutar rekaman video selama tiga hari pelatihan.
  • Pemutaran video seperti ini menjadi penting guna meningkatkan pemahaman bagi peserta akan penyiaran televisi.
  • Pasca pelatihan ini, peserta akan melakukan diskusi rutin terkait penyiaran dan melakukan pemantauan penyiaran televisi.

Berita Terkait

  • Berita Terkait 1 http://jrklampung.org/why-not-learn-more-about-services
  • Berita Terkait 2 http://jrklampung.org/what-has-changed-recently-with-resources

Foto Kegiatan

  • Foto Terkait https://plus.google.com/photos/106181618311296291808/albums/5733046211786536849?banner=pwa#photos/106181618311296291808/albums/5733046211786536849