Anda berada di mode pratinjau.
| | |

Smart Earthquake Emergency Response System (SHAKERS)

247

247 - Smart Earthquake Emergency Response System (SHAKERS)

Indonesia merupakan salah satu negara yang terletak di Pacific Ring of Fire. Banyak sekali gunung berapi aktif yang terletak di kawasan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini memicu terjadi nya gempa baik yang berskala rendah maupun berskala tinggi. Menurut data dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), intensitas kejadian gempa bumi tercatat lebih rendah jika dibandingkan dengan banjir atau bencana lainnya. Namun, jumlah korban yang ditimbulkan dari bencana gempa bumi ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan banjir dan beberapa bencana lainnya. Salah satu faktor yang menyebabkan hal tersebut adalah kurangnya sistem peringatan dan respon ketika gempa bumi terjadi. Proyek ini ditujukan dalam membangun sebuah sistem peringatan gempa bumi pintar yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan. Alasan utama dari pengembangan aplikasi ini adalah kurangnya sistem peringatan terhadap bencana gempa khususnya di Indonesia. Aplikasi ini dibangun dengan memanfaatkan accelerometer pada smartphone untuk mendeteksi kejadian gempa. Dengan memanfaatkan sensor yang tertanam di smartphone, diharapkan masyarakat tidak membutuhkan perangkat tambahan yang sangat mahal hanya untuk mendeteksi terjadinya gempa.

Nomor:
247

Nama Lengkap Inisiator:
Setiadi Yazid

Lokasi:
Buahbatu, Bandung Jawa Barat

Judul Proyek:
Smart Earthquake Emergency Response System (SHAKERS)

Lama Aktivitas:
5 Bulan

Target Pengguna / Penerima Manfaat:
Masyarakat Indonesia

Ukuran Keberhasilan:
Adapun tolak ukur keberhasilan proyek ini adalah:
1. Aplikasi diunduh oleh minimal 100 pengguna smartphone.
2. Mencatat minimal 100 data sinyal gempa ketika gempa sungguhan terjadi.

Tipe Konten:
Aplikasi ini adalah aplikasi mobile yang akan terhubung ke sebuah server. Server akan berfungsi dalam mencatat sinyal-sinyal yang dikirimkan oleh smartphone, mengolah data-data tersebut dan menggali segala macam informasi yang bisa didapat dari data-data tersebut. Sedangkan aplikasi mobile itu sendiri berfungsi sebagai sensor dan pengidentifikasi awal dari kejadian gempa.

Strategi Distribusi:
Beberapa strategi promosi dari aplikasi ini adalah:<br /> 1. memberikan secara gratis kepada pengguna melalui Google Play Store ataupun unduh langsung.<br /> 2. bekerja sama dengan BMKG dalam rangka penyebaran aplikasi ini.<br /> 3. Aplikasi ini akan dibekali dengan antar muka yang sederhana sehingga mudah untuk digunakan.<br /> 4. Aplikasi ini akan dibekali dengan fitur alarm yang berfungsi jika gempa bumi terjadi.<br /> 5. Aplikasi ini akan dibekali fitur estimasi pusat gempa bumi dan panduan evakuasi.

Dana yang Diminta:
Rp. 125 Juta

Deskripsi Proyek:
Indonesia merupakan salah satu negara yang terletak di Pacific Ring of Fire. Banyak sekali gunung berapi aktif yang terletak di kawasan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini memicu terjadi nya gempa baik yang berskala rendah maupun berskala tinggi. Menurut data dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), intensitas kejadian gempa bumi tercatat lebih rendah jika dibandingkan dengan banjir atau bencana lainnya. Namun, jumlah korban yang ditimbulkan dari bencana gempa bumi ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan banjir dan beberapa bencana lainnya. Salah satu faktor yang menyebabkan hal tersebut adalah kurangnya sistem peringatan dan respon ketika gempa bumi terjadi. Proyek ini ditujukan dalam membangun sebuah sistem peringatan gempa bumi pintar yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan. Alasan utama dari pengembangan aplikasi ini adalah kurangnya sistem peringatan terhadap bencana gempa khususnya di Indonesia. Aplikasi ini dibangun dengan memanfaatkan accelerometer pada smartphone untuk mendeteksi kejadian gempa. Dengan memanfaatkan sensor yang tertanam di smartphone, diharapkan masyarakat tidak membutuhkan perangkat tambahan yang sangat mahal hanya untuk mendeteksi terjadinya gempa.

Definisi Masalah:
Adapun beberapa masalah yang ingin dicari solusinya melalui proyek ini adalah sebagai berikut:<br /> 1. Algoritma pengenalan pola signal sudah banyak ditemukan oleh para peneliti. Namun, algoritma pengenalan pola signal yang ringan (light-weight), cepat dan akurat masih sulit ditemukan. Seperti kita ketahui, sumber daya smartphone tentunya tidak sebesar komputer atau laptop. Untuk itu, kebutuhan akan algoritma tersebut sangatlah tinggi.<br /> 2. Dibutuhkannya sebuah sistem pintar yang tersematkan pada perangkat sehari-hari guna memberikan informasi terkait gempa.<br /> . Sangat sulit untuk mencari data gempa sesuai aslinya mengingat kejadian gempa sangat tidak bisa diprediksi.

Cara Mengatasi:
Cara mengatasi permasalahan-permasalan tersebut adalah:<br /> <br /> 1. Mengembangkan algoritma pengenalan pola sinyal pada smartphone yang ringan, cepat dan akurat. Kita sudah publikasikan perkembangannya melalui dua publikasi ilmiah di konferensi internasional.<br /> 2. Mengembangkan sebuah aplikasi pintar pada smartphone yang bertujuan untuk mengenali kejadian gempa dengan memanfaatkan accelerometer dari smartphone. Aplikasi ini akan dikembangkan pada platform Android.<br /> 3. Aplikasi SHAKERS akan dibekali dengan kemampuan mencatat sinyal yang dihasilkan oleh smartphone ketika terjadi guncangan. Selain itu aplikasi ini akan dibekali juga dengan kecerdasan untuk mengidentifikasi mana guncangan gempa dan mana yang bukan. Aplikasi ini akan kita sebarkan secara gratis melalui Google Play Store atau unduh langsung. Dengan banyaknya pengguna smartphone mengunduh aplikasi ini, akan semakin banyak data yang bisa kita dapatkan langsung dari pengguna ketika gempa terjadi.

Perkembangan Proyek