Anda berada di mode pratinjau.
| | |

Bebas Tuna Aksara melalui selular

240

240 - Bebas Tuna Aksara melalui selular

selular akan dipergunakan dalam upaya pemberantasan dan pencegahan tuna aksara/ buta huruf/ tidak bisa baca-tulis-menghitung 2000 warga masyarakat kabupaten Bantul, DIY. dengan cara memberikan sms learning pada seluruh masyarakat penyandang tuna aksara melalui celular yang dimiliki masyarakat atau diberi sebelumnya.

Nomor:
240

Nama Lengkap Inisiator:
Dian Kurnia Muldani S.Pd

Lokasi:
Tasikmalaya, Jawa Barat

Organisasi:
LPTM Kepak Sayap

Judul Proyek:
Bebas Tuna Aksara melalui selular

Lama Aktivitas:
12 Bulan

Target Pengguna / Penerima Manfaat:
Masyarakat produktif penyandang tuna aksara usia 15 - 60 tahun di Kabupaten Bantul

Ukuran Keberhasilan:
1. 2.000 masyarakat penyandang tuna aksara memberikan umpan balik dengan membalas SMS setiap harinya sesuai tugas yang disebar melalui SMS gateway. (by name by adress kami sudah memili data)
2. Kami telah memiliki koordinator relawan Mahasiswa UNY untuk masing-masing wilayah untuk memberikan laporan secara tertulis progress report yang diselenggarakan 1 bulan 2 x.
3. Kami akan menerbitkan SUKMA (surat keterangan melek aksara) diakhir program nanti untuk semua program

Tipe Konten:
SMS Gateway. sms media pembelajaran yang di sebar kepada seluruh masyarakat tuna aksara.

Strategi Distribusi:
melalui SMS Gateway yang dipantau secara berkala apabila terjadi penggunaan nomor pada pengguna

Kuantitas Output Konten:
1 SMS untuk 1000 orang, dan akan berkembang sesuai umpan balik dari masyarakat sasaran

Dana yang Diminta:
Rp. 350 Juta

Deskripsi Proyek:
selular akan dipergunakan dalam upaya pemberantasan dan pencegahan tuna aksara/ buta huruf/ tidak bisa baca-tulis-menghitung 2000 warga masyarakat kabupaten Bantul, DIY. dengan cara memberikan sms learning pada seluruh masyarakat penyandang tuna aksara melalui celular yang dimiliki masyarakat atau diberi sebelumnya.

Definisi Masalah:
1. Banyak masyarakat tuna aksara memiliki seluler tapi sebatas menerima dan menelepon saja tidak untuk SMS karena mereka tidak mampu baca maupun menulis<br /> 2. Yang dibutuhkan masyarakat penyandang buta aksara adalah keberlanjutan penanganan pemberantasan tuna aksara.<br /> 3. Pemerintah hanya melakukan pemberantasan tuna aksara masimal 24 pertemuan masing-masing 60 menit<br /> 4. Pemberantasan tuna aksara yang diupayakan pemerintah bersifat konfensional yang menyerupai pembelajaran klasikal di bangku sekolah

Cara Mengatasi:
1. Selular akan dijadikan media pembelajaran untuk tidak buta huruf melalui SMS gateway<br /> 2. Pendekatan Pembelajaran melalui SMS ini bersifat berkesinambungan.<br /> 3 Bagi program pemberantasan tuna aksara program ini akan menjadikan rekor pembelajaran terlama di indonesia selama satu tahun dan setiap hari<br /> 4. Program ini merupakan inovasi yang inovatif yaitu pembelajaran yang bisa dilaukan kapan saja dan dimana saja

Perkembangan Proyek