Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

231 - Pengembangan aplikasi Pendeteksian dan Pengenalan Tumbuhan Obat Secara Realtime Berbasiskan Android


Nama Inisiator

Zaki Imaduddin

Organisasi

na

Deskripsi Proyek

Aplikasi ini dibangun untuk membantu masyarakat dalam memanfaatkan tumbuhan obat yang jumlahnya sangat banyak (menurut Bappenas mencapai 38.000 spesies). Aplikasi ini juga menyediakan fitur searc engine untuk pencaian tumbuhan obat berdasarkan penyakitnya.

Tipe Konten

Tipe perangkat lunak yang diciptakan berbasiskan android dengan user interface yang mudah di gunakan untuk semua kalangan. fitur yang disediakan pada aplikasi ini diantaranya: 1. pendeteksian dan pengenalan tumbuhan obat
2. edukasi mengenai tumbuhan obat beserta manfaatnya
3. search engine tumbuhan obat berdasarkan jenis penyakitnya.
4. lokasi dimana tumbuhan obat dapat ditemukan.

Masalah yang Diangkat

Kurangnya pemanfaatan tumbuhan obat oleh masyarakat menjadi landasan utama kami untuk mengembangkan aplikasi ini. Hal ini sangat penting mengingat mahalnya biaya pengobatan dan sulitnya mendapatkan akses pelayanan kesihatan khususnya bagi masyarakat di pedesaan atau di pegunungan.

Solusi

– Dengan dikembangkannya aplikasi ini, diharapkan masyarakat menjadi lebih tau dan mengerti mengenai tumbuhan obat beserta kegunaannya. sehingga mereka dapat memanfaatkannya untuk menyembuhkan penyakit yang mereka derita.
– Aplikasi yang kami kembangkan tidak bergantung pada koneksi internet. karena sistem yang dikembangkan selain tertanam pada server juga tertanam seutuhnya didalam telepon selular sehingga ketika koneksi internet terputus aplikasi ini tetap dapat digunakan.

Strategi Distribusi

1. Promosi melalui sosial media (facebook/twitter).
2. Promosi melalui surat kabar online (depok news) dimana sebuah artikel akan diluncurkan melalui surat kabar online untuk mengetahui opini publik mengenai perlukah aplikasi ini dikembangkan.
3. Secara orang ke orang.

4. Aplikasi ini dibuat dengan user interface yang mudah dimengerti dan digunakan.
5. Aplikasi ini tidak sepenuhnya memerlukan koneksi internet karena sistem pendeteksi dan pengenalan tumbuhan obat ditanamkan pada telepon selular.
6. Adanya konten edukasi mengenai tumbuhan obat, manfaat dan cara membuat ramuan obatnya.

Target Pengguna / Penerima Manfaat

Masyarakat depok khususnya dan masyarakat indonesia umumnya dengan usian 15-45 tahun

Kuantitas Output Konten

NA

Indikator Sukses

1000 orang menggunakan piranti lunak ini dalam waktu 1 bulan setelah peluncuran aplikasi ini dan dalam 1 tahun ditargetkan mencapai 12.000 pengguna.

Lokasi

Depok, Jawa Barat

Dana yang Dibutuhkan

Rp. 165 Juta

Durasi Proyek

12 Bulan