Anda berada di mode pratinjau.
| | |

Desaku Bersih: Pemanfaatan Seluler untuk Memfasilitasis Warga

211

211 - Desaku Bersih: Pemanfaatan Seluler untuk Memfasilitasis Warga

Desa sebagai institusi terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat mengelola sejumlah anggaran yang disusun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa atau APBDes. Maka anggaran yang direncanakan secara partisipatif, dikelola secara tranparan dan dipertanggungjawabkan dengan meyakinkan. Karena dengan cara inilah anggaran akan terkelola dengan sesuai sasaran dan rencana warga desa. Lahirnya UU Desa yang memungkinkan desa akan mengelola uang yang cukup besar dimana menurut hitungan dari Pansus RUU Desa DPR RI sekitar 800 juta sampai 1,7 Miyard rupiah. Uang yang makin besar di desa harus didukung dengan kesiapan masyarakat dan sistem yang memudahkan masyarakat mengetahui dan kemudian mengawal anggaran desa. Media seluler tentu sangat membantu untuk memudahkan masyarakat mengetahui anggaran desa yang sudah ditetapkan pemerintah desa dan BPD (Badan Permusyawaratan Desa). Program ini juga akan membantu menjawab keraguan publik bahwa masyarakat desa dianggap tidak mampu mengelola anggaran yang besar dan akan melahirkan korupsi bari di desa. Dengan pemanfaatan seluler diharapkan akan terwujud pengelolaan anggaran yang transparan dan masyarakat akan semakin giat bergotong royong karena meyakini bahwa anggaran desa adalah uang mereka yang harus dipastikan akan menghantarkan kepada kesejahteraan warga desa. Dan kemudian tercipta desa yang bersih dan Anti Korupsi.

Nomor:
211

Nama Lengkap Inisiator:
Sinam M Sutarno

Lokasi:
Boyolali, Jawa Tengah

Organisasi:
SangkalaJRKI

Judul Proyek:
Desaku Bersih: Pemanfaatan seluler untuk memfasilitasis warga bertanya anggaran Desa

Lama Aktivitas:
12 Bulan

Target Pengguna / Penerima Manfaat:
Warga desa di 3 Desa, di Jateng dan Jabar dan 3 Pemerintah Desa

Ukuran Keberhasilan:
1. 3 Desa lokasi program memilik SIKaD (Sistem Informasi Keuangan Desa) dan pada tahun 2015, APBDesnya sudah Online di website desa.
2. Setidaknya 100 SMS warga di setiap desa terjawab dan terdokumentasikan baik di web, facebook dan twitter
3. Terselenggara Bincang di Radio Komunitas sebulan sekali yang membahas keuangan desa.

Tipe Konten:
1. Teks Informasi tentang Jumlah Anggaran Desa, lokasi pelaksanaan anggaran desa (Dukuh, RT, RW), Kategori anggaran (Pertanian, Perempuan, Pemuda, Penanggulangan Kemiskinan dll)
2. Record audio Talkshow Radio Komunitas tentang pengelolaan keuangan desa
3. Sofware tentang Sistem Informasi Keuangan Desa

Strategi Distribusi:
SMS dari warga akan dijawab dan kemudian akan dianalisis sehingga menjadi pengetahuan baru bagi warga desa. untuk itu pesan yang akan akan juga di disribusikan dalam :<br /> 1. Pemanfaatan Website Desa dan akun sosial media desa (twitter, Facebook)<br /> 2. Menggunakan Radio Komunitas di masing masing lokasi program melalui Talkshow dan ILM serta pemanfatan Sosial media milik rakom (twitter, Facebook)<br /> 3. Siaran berjaringan streaming dan Sangkala JRKI dan (twitter, Facebook).

Kuantitas Output Konten:
1. Masing masing desa akan menerima SMS pertanyaan dari warga minimal 10 sms. 2. Setiap bulan akan ada report pertanyaan yang muncul dan disampaikan dalam papan informasi desa, radio komunitas dan web desa

Dana yang Diminta:
Rp. 750 Juta

Deskripsi Proyek:
Desa sebagai institusi terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat mengelola sejumlah anggaran yang disusun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa atau APBDes. Maka anggaran yang direncanakan secara partisipatif, dikelola secara tranparan dan dipertanggungjawabkan dengan meyakinkan. Karena dengan cara inilah anggaran akan terkelola dengan sesuai sasaran dan rencana warga desa. Lahirnya UU Desa yang memungkinkan desa akan mengelola uang yang cukup besar dimana menurut hitungan dari Pansus RUU Desa DPR RI sekitar 800 juta sampai 1,7 Miyard rupiah. Uang yang makin besar di desa harus didukung dengan kesiapan masyarakat dan sistem yang memudahkan masyarakat mengetahui dan kemudian mengawal anggaran desa. Media seluler tentu sangat membantu untuk memudahkan masyarakat mengetahui anggaran desa yang sudah ditetapkan pemerintah desa dan BPD (Badan Permusyawaratan Desa). Program ini juga akan membantu menjawab keraguan publik bahwa masyarakat desa dianggap tidak mampu mengelola anggaran yang besar dan akan melahirkan korupsi bari di desa. Dengan pemanfaatan seluler diharapkan akan terwujud pengelolaan anggaran yang transparan dan masyarakat akan semakin giat bergotong royong karena meyakini bahwa anggaran desa adalah uang mereka yang harus dipastikan akan menghantarkan kepada kesejahteraan warga desa. Dan kemudian tercipta desa yang bersih dan Anti Korupsi.

Definisi Masalah:
Keuangan desa harus dikelola dengan sistem yang baik maka pemerintah desa menyediakan sistem informasi keuangan desa baik dengan sistem online dan memudahkan di akses oleh publik desa. Dengan sistem ini selain memudahkan desa dalam mengurus admininsitasi keuangan desa juga akan memperkuat kepercayaan publik. Informasi yang sudah di sediakan oleh Pemerintah desa harus mudah di akses oleh masyarakat maka dibutuhkan sistem yang memudahkan masyarakat mencari tahu, seluler tentu bisa menjembataninya selain karena sudah hampir tersedia di setiap rumah tangga juga lebih murah di banding media lainnya. Selanjutnya bagaimana informasi yang diakses bisa dilanjutkan dengan diskusi dan aksi nyata di lapangan misalnya melalui pertemuan warga, diskusi di Radio Komunitas, koran desa atau media lainnya. Warga diharapkan akan semakin peduli terhadapa pembangunan desanya dan memastikan anggaran desa tepat sasaran dan menjawab kebutuhan mereka.

Cara Mengatasi:
1. Pengembangan SIKaD (Sistem Infomasi Keuangan Desa), yang memaparkan Anggaran Pendapat dan Belanja Desa tahun berjalan yang setidaknya meliputi, jumlah anggaran, lokasi program, 2. Pengembangan SMS center yang menjawab pertanyaan warga tentang keuangan desa. SMS ini akan memanggil data data yang sudah disimpan dalam SIKaD dan akan membalas sesuai dengan apa yang ditanyakan warga. 3. Pengembangan media diskusi melalui Talkshow di Radio Komunitas, Temu warga yang akan memperbincangkan informasi yang di dapat dan merancang rencana aksi warga dalam mengawasi anggaran desa dan berpartisipasi dalam pembangunan desa. Diskusi ini juga diaharpakan akan mendorong kesadaran masyarakat akan penting informasi khususnya tentang desanya. 4. Pengorganisasian Relawan TIK Desa mengolah inforrmasi yang ada sehingga menjadi pengetahuan baru.

Perkembangan Proyek