Anda berada di mode pratinjau.
| | |

Waroeng Kupi Kampus Aceh

202

202 - Waroeng Kupi Kampus Aceh

Projek ini difokuskan kepada pentingnya pendidikan kewirausahaan muda, penggunaan teknology IT yang sehat, dan pengurangan penganguran masyarakat. Tujuan proyek ini adalah memaksimalkan budaya duduk di warung kopi yang ada di provinsi Aceh menjadi wahana pengembangan masyarakat berbasis kemandirian masyarakat. Metode proyek ini adalah pengembangan teknologi informasi di warung kopi yang memuat informasi peluang usaha bersama, pengunaan teknologi ramah lingkungan dan kesehatan, dan peluang berusaha dan berkarya bagi masyarakat.

Nomor:
202

Nama Lengkap Inisiator:
Bakhtiyar Salam

Lokasi:
Banda Aceh

Organisasi:
Politeknik Aceh

Judul Proyek:
Waroeng Kupi Kampus Aceh

Lama Aktivitas:
11 Bulan

Target Pengguna / Penerima Manfaat:
Para Alumni 4 Politeknik yang ada di Aceh dengan total 1000 alumni umur 19-25 tahun, 1000 Masyarakat lokal dengan asumsi umur 15-35 tahun khususnya di kabupaten atau kota; Aceh Selatan, Aceh Besar, Lhokseumawe, dan Banda Aceh.

Ukuran Keberhasilan:
1. Terbentuknya seribu pengusaha muda yang berbasis keahlian dapat diukur dengan proposal wirasuha yang masuk dan implimentasi dari wirausaha muda yang berjalan dengan menggunakan teknologi informasi (internet, facebook, twiter, whatsapp, dan akses penggunaan layanan provider (telkomsel, Indosat, XL dan Telkom).
2. Munculnya penggunakaan layanan akses internet sehat di warung kopi.
3. Keterlibatan DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri) dalam proyek ini dengan target 250 DUDI sebagai mitra usaha.
4. Keterlibatan sektor pendidikan dan pemerintahan lokal (50 Sekolah Menengah Kejuruan), dan 100 pemerintah lokal (Desa, Kecamatan, Kabupaten, dan kota atau provinsi).

Tipe Konten:
Newsletter peluang bisnis usaha mandiri, portal informasi peluang usaha dan pendidikan internet sehat, pelatihan sosial kewirausahaan, dan monitor informasi yang terpasang di tiap-tiap warung kopi di provinsi Aceh sebagai media informasi peluang usaha dan pengembangan peluang usaha lokal.

Strategi Distribusi:
Distribusi dengan menggunakan newsletter, facebook, twitter, whatshapp, sms gad-way, portal atau website dan pertemuan dalam bentuk sosialisasi dan pelatihan.

Kuantitas Output Konten:
Newsletter akan di terbitkan setiap sebluan sekali dengan kapasitas 1000 eksemplar, SMS dalam per hari adalah 100 dan akan meningkat sesaui dengan proposal yang usaha yang masuk dan terbentuk menjadi model bisnis, portal atau website yang berisikan contoh-contoh usaha mandiri via youtube dan streaming (50 model usaha dan 50 model streaming), skype antara fasilitator dan masyarakat yang terlibat dalam menjalankan usaha mandiri dan informasi kerjasama usaha kemandirian beserta penggunaaan internet sehat.

Dana yang Diminta:
Rp. 655 Juta

Deskripsi Proyek:
Projek ini difokuskan kepada pentingnya pendidikan kewirausahaan muda, penggunaan teknology IT yang sehat, dan pengurangan penganguran masyarakat. Tujuan proyek ini adalah memaksimalkan budaya duduk di warung kopi yang ada di provinsi Aceh menjadi wahana pengembangan masyarakat berbasis kemandirian masyarakat. Metode proyek ini adalah pengembangan teknologi informasi di warung kopi yang memuat informasi peluang usaha bersama, pengunaan teknologi ramah lingkungan dan kesehatan, dan peluang berusaha dan berkarya bagi masyarakat.

Definisi Masalah:
1. Tantangan di tingkat lokal. Bagaimana membangun budaya minum kopi menjadi ajang membangun bisnis dan kemandirian di tingkat desa.<br /> 2. Tingkat kecamatan. Bagaimana warung kopi di tingkat kecamatan menjadi wadah untuk memasarkan produk masyarakat di tingkat desa.<br /> 3. Tingkat kabupaten dan kota. Bagaimana menumbuhkan model pengembangan usaha mikro berbasis keahlian alumni yang menjadi model usaha di tingkat yang ada dibawahnya.<br /> 4. Tantangan internal dan eksternal<br /> Proyek ini akan melibatkan alumni dari Politeknik Aceh khususnya jurusan teknik informatika, teknik elektronika, teknik otomasi/mekatronika, dan akuntansi. Oleh karena itu, tantangan yang akan muncul adalah bagaimana memobilisasi para alumni Politeknik Aceh dan alumni dari mitra Politeknik Aceh. Lebih lanjut, tantangan secara external adalah bagaimana mengembangkan kerjasama dengan pemerintah lokal dan DUDI/Dunia Usaha dan Dunia Industri di tingkat lokal untuk menjadi mitra pengerak kemandirian masyarakat.

Cara Mengatasi:
Solusi; 1. Tingkat desa adalah membangun kepercayaan masyarakat dengan keterlibatan pemuda kampung dan alumni Politeknik Aceh secara langsung di warung kopi. 2. Di tingkat kecamatan adalah membangun pusat pelatihan di warung kopi untuk membuat kerangka usaha/proposal usaha berbasis komptensi atau keahlian alumni. 3. Di tingkat kabupaten dan kota adalah membangun model usaha dan contoh usaha serta memperkuat jaringan kerjasama antara warung kopi yang ada di level bawahnya. 4. Solusi secara internal dan external adalah menciptakan dosen social entrepreneurship sebagagi fasilitator bagi alumni. Pembuatan konsep kerjamasa DUDI dan Pemerintah Lokal sebagai motivator dan mitra peluang usaha kemandirian. Lebih lanjut proyek ini juga akan menyebarkan informasi tersebut melalui media newsletter, SMS Gad-way radio dan running text iklan usaha mandiri berupa monitor informasi, serta akses portal media peluang usaha di tiap-tiap warung.

Perkembangan Proyek