Anda berada di mode pratinjau.
| |

Mendisain Kurikulum Digital Berbasis Kearifan Lokal dan Keunggulan Lokal

038

038 - Mendisain Kurikulum Digital Berbasis Kearifan Lokal dan Keunggulan Lokal

Ada pameo : GANTI MENTERI, GANTI KURIKULUM, akibatnya waktu mengajar guru dan waktu luang orang tua tersita untuk mempelajari kurikulum baru ini. Oleh sebab itu, bimbel (bimbingan belajar) dan les privat makin meraja lela. Orang tua terpaksa merogoh koceknya lebih dalam untuk mengejar ketertinggalan anak-anaknya dalam pemahaman kurikulum baru ditengah kebingungan para guru yang sibuk mengikuti penataran kurikulum baru yang tidak ada habis-habisnya itu.

Sementara itu pendidikan Indonesia makin lama makin merosot mutunya, yang tercermin dari hasil TIMSS (Trends in International Mathematics and Science Study) dan PISA (The Program for International Student Assessment) dari negara kita yang makin lama makin merosot

Oleh karena itu, saya berinisiatif meluncurkan Disain Kurikulum Digital berbasis Kearifan Lokal dan Keunggulan Lokal sehingga para siswa tidak tercerabut dari akar budayanya tapi tetap mampu bersaing di forum internasional.

Nomor:
038

Nama Lengkap Inisiator:
Wendie Razif Soetikno, S.Si., MDM

Lokasi:
Jakarta Pusat

Judul Proyek:
Mendisain Kurikulum Digital Berbasis Kearifan Lokal dan Keunggulan Lokal

Lama Aktivitas:
8 Bulan

Target Pengguna / Penerima Manfaat:
1.Para guru sehingga para guru tidak terjerembab menjadi administrator kurikulum, tetapi kembali menjadi konseptor dan inisiator kurikulum (2) Para orang tua murid sehingga dapat membantu anaknya belajar

Ukuran Keberhasilan:
Program akan diadopsi oleh Dinas Pendidikan di 10 provinsi di Indonesia

Tipe Konten:
Video edukatif berisi Program excell tentang tata cara mendisain kurikulum berbasis kearifan dan keunggulan lokal, yang dilengkapi dengan program penilaian (monitoring dan evaluasi hasil belajar siswa) sehingga memudahkan para orang tua murid untuk membantu proses pembelajaran putra-putrinya.

Strategi Distribusi:
1.Menggunakan jejaring media sosial, termasuk YouTube<br /> 2. Melalui situs persatuan guru (IGI, FGSI, PGRI, dll)<br /> 3.Melalui jejaring orang tua peduli pendidikan (Kerlip,Komunitas Peduli Pendidikan, dll)<br /> 4.Melalui tulisan opini di media cetak

Kuantitas Output Konten:
6 (enam) Video edukatif , masing-masing berdurasi 30 menit

Dana yang Diminta:
Rp. 300 Juta

Deskripsi Proyek:
Ada pameo : GANTI MENTERI, GANTI KURIKULUM, akibatnya waktu mengajar guru dan waktu luang orang tua tersita untuk mempelajari kurikulum baru ini. Oleh sebab itu, bimbel (bimbingan belajar) dan les privat makin meraja lela. Orang tua terpaksa merogoh koceknya lebih dalam untuk mengejar ketertinggalan anak-anaknya dalam pemahaman kurikulum baru ditengah kebingungan para guru yang sibuk mengikuti penataran kurikulum baru yang tidak ada habis-habisnya itu.<br /> <br /> Sementara itu pendidikan Indonesia makin lama makin merosot mutunya, yang tercermin dari hasil TIMSS (Trends in International Mathematics and Science Study) dan PISA (The Program for International Student Assessment) dari negara kita yang makin lama makin merosot<br /> <br /> Oleh karena itu, saya berinisiatif meluncurkan Disain Kurikulum Digital berbasis Kearifan Lokal dan Keunggulan Lokal sehingga para siswa tidak tercerabut dari akar budayanya tapi tetap mampu bersaing di forum internasional.

Definisi Masalah:
Masalah penyeragaman kurikulum oleh para Pengawas Sekolah dan para Pengawas Mata Pelajaran sehingga mematikan kreativitas dan insiatif para guru dalam pembaruan proses pembelajaran. Akibatnya guru terbiasa menggunakan metode ceramah dan siswa terpola berpikir seragam<br /> <br /> Padahal kita menghadapi tantangan dibukanya akses dunia pendidikan bagi modal asing dan guru asing, entah melalui AFTA, WTO, maupun ketercapaian MDGs (Millenium Development Goals yang dicanangkan PBB) dan EFA (Education for All yang dicanangkan UNESCO) di tahun 2015<br /> <br /> Untuk mengatasi keterpurukan dunia pendidikan kita yang sama sekali tidak siap menyongsong persaingan global ini, saya meluncurkan Disain Kurikulum Digital sehingga kurikulum Indonesia tidak tertinggal dibandingkan kurikulum Cambrigde, ACT, dll.

Cara Mengatasi:
Melalui uji coba di 7 provinsi sehingga upaya perbaikan dapat dilakukan sejak dini. Catatan perjalanan uji coba ini telah dimuat di buku JIWA NUSANTARA DALAM TULISAN, yang diterbitkan oleh Anyes Betari Komunika (ab.komunika@gmail.com). Kerja keras saya termuat pada halaman 198 – 205 (MELATIH GURU, MERETAS MASA DEPAN RIBUAN ANAK INDONESIA). Buku ini diluncurkan pada Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2012 tgl 28 Oktober 2012, yg diselenggarakan di Fountain Plaza, West Mall Lantai 3 A, Grand Indonesia, Jakarta.

Perkembangan Proyek