Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

f-068 - Tobong Arts Performance


Nama Inisiator

Ratungga Ayu Trisnasari untuk Tri Wahyuni

Bidang Seni

seni_pertunjukan

Pengalaman

Tri Wahyuni 10 tahun, Ratungga Ayu 3 tahun.

Contoh Karya

f-068-karya-tri.pdf

Situs Web

Media Sosial

instagram: bangsal_je, Facebook (fanpage): tobong arts performance, Youtube: Komunitas Bangsal Je, Twitter: @Bangsal_j

Kategori Proyek

perjalanan

Deskripsi Proyek

Tobong Arts Performance (TAP) adalah seni pertunjukan yang mengkolaborasikan unsur tari, musik, drama tradisi (ketoprak, rupa, sastra dan instalasi. Disuguhkan dalam bentuk pertunjukan minimalis dan utuh. Untuk pertunjukan yang minimalis berdurasi lebih kurang 15-20 menit. Sedang pertunjukan utuh berdurasi 60-90 menit. TAP turut menggabungkan unsur tradisi dan kontem-porer dan melibatkan para pelaku seni dan tim kreatif lintas generasi. Dalam pementasannya, TAP juga menciptakan interaksi dan kolaborasi insidental dengan para seniman dari lintas disiplin lain serta para penonton yang beragam.

Latar Belakang Proyek

Tobong Arts Performance merupakan pagelaran seni pertunjukan rakyat yang terinspirasi dari perjuangan para seniman Ketoprak Tobong Suryo Budoyo di Kediri dalam mempertahankan seni tradisi ketoprak. Tobong merupakan akronim dari toto bongkar (ditata dan dibongkar) yang berarti mereka selalu melakukan pertunjukan keliling. Tobong juga dapat dimaknai sebagai upaya untuk bergerak, berpindah, dan bertahan di tengah gempuran arus deras laju jaman. Tanpa mengenal rasa lelah agar seni tradisi ketoprak tetap lestari sehingga warisan adiluhung ini masih bisa dinikmati oleh siapapun, bahkan oleh generasi muda. Berawal dari situlah pada 2013 terjalin kerjasama antara para pelaku seni tradisi Ketoprak Tobong Suryo Budoyo dengan sekelompok anak muda di Kediri yang tergabung dalam Komunitas Bangsal JE. Kerjasama tersebut sampai hari ini masih kami jaga dengan terus berinovasi dan berkreasi bagaimana ketoprak mampu menampilkan pementasan baru dan segar agar diterima masyarakat dari berbagai lintas generasi. Bersifat futuristik tanpa menanggalkan kearifan nilai tradisinya. Tobong Arts Performance (TAP) mencoba memberi warna lain dari ketoprak dengan menggabungkan unsur tradisi dan kontemporer. TAP sendiri pernah dipentaskan dalam festival bertaraf internasional bertajuk Melaka Art and Performace Festival di Melaka-Malaysia pada 2016. Proyek yang kami ajukan ini merupakan proyek baru yang mulai dikerjakan pada 2017 dan siap dipentaskan di luar kota pada tahun ini: Bandung dan Pacitan. Ketika ditampilkan di luar kota, sangat memungkinkan terjadi kolaboasi dengan seniman dari lintas disiplin lain, baik seniman lokal, nasional, maupun internasional. Proyek ini kami ajukan karena di Kediri, selama kami berproses hingga sekarang, sedikit sekali dukungan yang ada baik dari pemerintah daerah maupun pihak swasta. Kami pernah bekerja sama dengan Pemerintah Daerah, namun hal itu sebatas undangan untuk pentas. Tentang pemberdayaan seniman perempuan dan pengembangan seni? masih jauh panggang dari api. Itulah yang kemudian membuat aktivitas seni budaya di kota ini seolah kerdil dan hanya memiliki kebesaran sejarah masa lampau. Kami berharap, proyek yang kami ajukan ini mampu menjadi sejumput harapan bagi para seniman perempuan Ketoprak Tobong Suryo Budoyo yang masih terus berkarya di tengah minimnya apresiasi dan segala keterbatasan, sehingga asa kami semakin tumbuh. Dan, pda akhirnya dari pelosok Kediri kami mampu turut serta merayakan keragaman pengetahuan dan kreativitas ekspresi perempuan di Indonesia.

Masalah yang Diangkat

Tentang perjuangan pelaku seni tradisi Ketoprak Tobong Suryo Budoyo untuk bertahan di Kediri. Perjuangan mereka tak lepas dari sosok perempuan tangguh di balik panggung bernama Tri Wahyuni sebagai pemimpin, pengelola, sekaligus pelaku pertunjukan. Beliau dengan segala keterbatasan yang dimiliki masih terus berupaya untuk menjaga keberadaan seni tradisi ketoprak tobong. Disuguhkan dari panggung ke panggung, dari kampung ke kampung.

Indikator Sukses

a. Tobong Arts Performance (TAP) mampu dipentaskan di luar kota yaitu Bandung dan Pacitan, b. Terbangun komunikasi dan kerja berkelanjutan dengan para seniman di luar kota, c. Memperoleh saran, apresiasi, dan pengetahuan baru dari hasil pementasan di luar kota, d. Terjalin kinerja yang semakin solid di dalam internal tim, e. Menciptakan karya dan pementasan berkelanjutan, f. Semakin tumbuh semangat dan rasa percaya diri seniman perempuan ketoprak tobong Suryo Budoyo dalam berkarya.

Lokasi

Kediri

Dana yang Dibutuhkan

Rp.156.62 Juta

Durasi Proyek

7 bulan