Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

992 - Recipe Recording : Perempuan di Upacara Adat


Nama Inisiator

Anita Purniawati

Bidang Seni

seni_rupa

Pengalaman

8 Tahun

Contoh Karya

Profil RCP 3.compressed.pdf

Situs Web

Media Sosial

@anitabonit

Kategori Proyek

riset_kajian_kuratorial

Deskripsi Proyek

Recipe Recording adalah usaha pengarsipan jangka panjang tentang pengumpulan resep-resep masakan masyarakat adat yang ditelusuri oleh Anita Bonit dan Bellina Erby dalam perjalanannya ke desa-desa pelosok, serangkaian upacara adat, dan wilayah pedalaman. Pada Recipe Recording kali ini, kami mengawalinya dengan menampilkan peranan perempuan sebagai penentu utama sajian makanan dalam upacara adat di beberapa daerah. Daerah yang kami pilih adalah Karang Bajo - Lombok Utara, Kutai - Kalimantan Timur, dan Tana Toraja – Sulawesi Selatan. Kami akan mempelajari resep makanan adat selama sepuluh hari langsung dari perempuan pelaku tradisi dengan metode wawancara, observasi, dokumentasi, dan praktik memasak. Kami akan menyelenggarakan lokakarya memasak di ibukota provinsi tempat kami melakukan riset, untuk memperkenalkan lebih jauh pengetahuan kuliner kepada putra-putri daerah agar mereka turut serta menjaga resep tradisi turun-temurun. Proyek ini juga akan menghasilkan sebuah karya dengan bentuk “Multimedia Dinner Performance”, yaitu sebuah jamuan makan malam yang menyajikan hidangan di upacara adat kepada khalayak di Jakarta. Makan malam ini akan melibatkan beberapa partisipan. Partisipan tidak hanya akan menikmati rasa hidangan yang kami buat, tapi juga mendapatkan pengalaman ruang dan interaksi dari instalasi audio dan visual.

Latar Belakang Proyek

Kehidupan masyarakat adat lekat dengan berbagai tradisi turun-temurun yang menjadi sebuah aturan dalam sistem masyarakat. Masyarakat adat menjaga tradisi tersebut agar terus berlangsung lewat rangkaian upacara dan ritual. Setiap elemen masyarakat adat berperan aktif dalam tradisi, baik laki-laki ataupun perempuan. Sepanjang riset yang kami lakukan, terdapat persamaan posisi perempuan dalam upacara-upacara adat yaitu perempuan didaulat sebagai penentu rasa dan pemegang kendali dari prosesi memasak dalam upacara adat. Pelabelan tugas perempuan sebagai “tukang masak” tidak menempatkan perempuan dalam posisi minor, justru sangat istimewa karena ia tidak hanya terlibat tetapi menjadi penentu. Di Suku Sasak Islam Bayan - Lombok Utara kami menemukan sosok Inan Pedangan yaitu pemimpin dapur yang ditentukan melalui kesepakatan tokoh adat berdasarkan garis keturunan. Pada Suku Dayak Kenyah di Kutai – Kalimantan Timur, kami juga menemukan perempuan-perempuan yang dipilih sebagai pengayak beras pada ritual Uman Undat (Prosesi memisahkan beras halus dan beras kasar yang baru ditumbuk ) dan di Tana Toraja dalam tradisi Ma’pairuk, di mana perempuan-perempuan bergotong royong menyiapkan hidangan dalam upacara Rambu Solo’ (upacara kematian). Jauh sebelum pemahaman modern masuk ke wilayah-wilayah terpencil, mereka tidak memasak dalam konteks domestik saja. Namun, perempuan memasak sebagai simbol kemuliaan dan penghormatan terhadap dewi sri sang simbol kehidupan.

Masalah yang Diangkat

Dalam temuan kami, minim sekali usaha pengarsipan resep-resep yang hadir di upacara adat. Proses pengarsipan ini bekejar-kejaran dengan praktik urbanisasi setempat yang dilakukan oleh generasi penerus. Kami memfokuskan pengkoleksian resep dari masakan pada upacara adat karena di momen inilah kami menemukan berbagai resep warisan leluhur yang dimasak dengan tradisi dan kepercayaan adat yang kuat. Menemui perempuan – perempuan terpilih ini menjadi pintu masuk bagi kami menjelajahi kekayaan kuliner negeri ini. Kami ingin melihat penelitian ini sebagai bentuk murni pengumpulan dan penyebaran pengetahuan kuliner dan sebisa mungkin tidak melihatnya sebagai objektifikasi.

Indikator Sukses

1. Terjadinya 3 lokakarya dari perempuan pelaku tradisi melalui komunitas atau kolektif yang berada di Ibukota provinsi masing-masing, untuk membuka kemungkinan penyebaran pengetahuan dari generasi tua ke generasi muda 2. Presentasi karya multimedia dalam bentuk perjamuan makan malam. 3. Terciptanya sebuah situs web yang menampung tulisan resep, pemetaan wilayah, dan dokumentasi foto-video sehingga penelitian ini bisa diakses secara luas oleh berbagai kalangan.

Lokasi

Karang Bajo - NTB, Kutai –Kaltim, dan Tana Toraja –SulSel

Dana yang Dibutuhkan

Rp.285 Juta

Durasi Proyek

6 bulan