Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

971 - Peran Perempuan Mengembangkan Sumber Daya Budaya


Nama Inisiator

B W Retno Dewi

Bidang Seni

penelitian

Pengalaman

5 tahun

Contoh Karya

Kumpulan karya 0324 .pdf

Situs Web

https://youtu.be/14TCP1D9CAA

Media Sosial

Kategori Proyek

riset_kajian_kuratorial

Deskripsi Proyek

Proyek ini memanfaatkan metode manajemen sumber daya budaya. Metode ini menyatakan bahwa sumber daya budaya Aibura, setara dengan sumber daya manusia dan alam, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai modal daya tarik wisatawan untuk menikmati wisata budaya. Berbagai kegiatan pemasaran dan operasional jasa wisata budaya, kolaborasi sumber daya manusia digunakan untuk menciptakan dan mengembangkan produk representasi budaya Aibura. Sumber daya budaya Aibura terdiri dari hasil kajian lingkungan fauna dan flora, karakter interaksi masyarakat dan pengaruh akultrasi. Hasil kajian tersebut akan membentuk suatu model pengelolaan dan ukuran keberhasilan sumber daya budaya yang cocok dilaksanakan di Aibura karena memberikan kepastian akan kesinambungannya. Kegiatan yang dilakukan akan meliputi peningkatan kapasitas masyarakat Aibura sebagai pengelola sumber daya budayanya. Langkah yang dilakukan antara lain adalah proses identifikasi sumber daya budaya; deskripsi karakter masyarakat; deskripsi penciri khas masyarakat; deskripsi filosofi atau nilai hidup pijakan masyarakat serta deskripsi produk, barang dan jasa produksi masyarakat dengan sumber daya lokal. Konklusi manajemen sumber daya budaya oleh masyarakat akan mendukung para perempuan mengembangkan cipta karya budayanya dan meningkatkan daya tarik Aibura sebagai tujuan wisata budaya.

Latar Belakang Proyek

Awal perjalanan yang tidak diduga sebelumnya ketika manajer Sea World Club, pak Martin, lahir di Aibura, mengetahui bahwa peneliti dan pengabdian masyarakat tentang budaya ikat tenun sedang berada di Maumere. Cerita tentang Aibura yang berada diperbukitan dan tidak jauh dari Sea World Club menarik perhatian untuk dikunjungi. Dengan ditemani pak Martin ke Aibura makin nyata potensinya sebagai destinasi wisata budaya. Lokasi sejuk dengan pemandangan pegunungan tepi pantai serta beragam artefak hidup merupakan potensi sumber daya budaya yang patut dikembangkan. Oleh karenanya sangat tepat untuk mendapatkan kesempatan bersama teman-teman mengenali dan mengembangkan warisan budaya berwujud dan tak berwujud di Aibura. Desa Aibura adalah salah satu dari sembilan desa di kecamatan Waigete, kabupaten Sikka, propinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia, kodepos 86183. Kini Kepala Desa Aibura adalah bapak Silvanus Fransisco yang ingin mengembangkan wilayahnya menjadi salah satu desa wisata budaya. Nama Desa yang mudah dilafalkan dan didukung oleh para tokoh masyarakat menjadi salah satu penentu keberhasilan penerapan manajemen sumber daya budaya. Sebagian besar penduduk Aibura bermata-pencaharian dari pertanian dan perkebunan. Dilain pihak, warisan budaya Aibura memiliki daya tarik potensial seperti ikat tenun dengan motif khas dan hasil olah makanan sumber daya lokal.

Masalah yang Diangkat

Belum terdapat kategori dan identifikasi sumber daya budaya Aibura. Dalam kunjungan sebelumnya, penduduk desa Aibura menyambut dengan tari-tarian, musik dan memperlihatkan bagaimana menenun ikat tenun. Kemudian para perempuan menceritakan ciri khas lingkungan desanya seperti burung rawa pemakan kenari. Adat budayanya memiliki ciri khas tersendiri yang mengidentifikasikan bahwa mereka berasal dari Aibura dalam budaya Sikka. Belum adanya peran perempuan sebagai tuan rumah Aibura yang menjadi syarat utama tujuan wisata budaya berkualitas tinggi. Hasil cipta karya perempuan Aibura dapat ditingkatkan menjadi daya tarik wisata budaya. Belum adanya pemberitaan mengenai lingkungan fauna flora dengan beberapa keunikan budayanya. Di Aibura ditemukan burung Rawa pemakan kenari yang menjadi motif ikat tenun. Ditemukan juga beberapa varietas tanaman lokal yang dapat menjadi makanan khas. Perlu penyebaran pengetahuan tentang keahlian perempuan pencipta kriya Aibura dan makanan khas produk lokal. Buah2an seperti nanas, ubi ungu, sirih, coklat dan tanaman lainnya berkembang subur akan tetapi masih dapat ditingkatkan pemanfaatannya oleh para perempuan.

Indikator Sukses

Pameran hasil cipta karya perempuan Aibura dapat ditingkatkan menjadi daya tarik wisata budaya. Pameran tentang Aibura dapat dilakukan di pantai Waiara yang merupakan lokasi kunjungan wisatawan. Kumpulan pengetahuan dalam bentuk rekaman media dan memamerkan motif tenun karya perempuan di desa Aibura beserta kisahnya. Buku digital tentang desa wisata budaya Aibura berisi tentang fauna flora, motif khas ikat tenun, makanan khas dan budaya kehidupan bermasyarakatnya. Juga termasuk tempat kunjungan dan tempat menginap bersama penduduk setempat. Teridentifikasi warisan budaya wujud dan tak wujud Aibura. Informasi ini akan dikelola berkesinambungan. Termasuk bagaimana menikmati wisata budaya Aibura dengan beberapa kategori wisata budaya. Terbentuk sentra informasi dan promosi sosial media Aibura yang dikelola berkesinambungan. Informasi mengenai bagaimana menikmati wisata budaya dan pihak yang dihubungi untuk informasi lebih lanjut. Sentra informasi memberi kesempatan wisatawan berbagi gambar dan video tayang sosial media. Terbentuk rekam jejak warisan budaya ikat tenun dan cipta karya lainnya dari kelompok tenun perempuan Aibura beserta kisahnya sebagai sumber daya budaya. Usaha menimbulkan regenerasi melanjutkan budaya ikat tenun Aibura yang memiliki motif tenun khas sebagai sumber pendapatan perempuan. Penyebaran melalui sosial media tentang kisah tentang keahlian perempuan pencipta kriya Aibura, makanan khas dari produk lokal dan budaya kehidupan masyarakatnya

Lokasi

Desa Aibura, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Propinsi Nusa Tenggara Timur

Dana yang Dibutuhkan

Rp.220 Juta

Durasi Proyek

9 bulan