Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

962 - "Dandanan Lamban Adat Lampung Pesisir"


Nama Inisiator

Nadilla Sari Wiriawanputri

Bidang Seni

penelitian

Pengalaman

2 tahun 3 bulan

Contoh Karya

Final Phase 3 Pre-Survey Report.pdf

Situs Web

Media Sosial

@budayakreatiforg

Kategori Proyek

riset_kajian_kuratorial

Deskripsi Proyek

"Dandanan Lamban Adat Lampung Pesesekh" merupakan riset berkelanjutan yang dilaksanakan bersama dengan seorang kolektor tekstil, menelusuri tekstil dekoratif di sepanjang pesisir Lampung, khas suku Lampung Saibatin. Dengan lebih menelusuri daerah-daerah di Lampung, dapat terlihat lebih jelas penumbuhkembangan kreativitas secara lebih mendalam yang dilakukan demi menjaga pengetahuan dan pentingnya sisi budaya tekstil yang dibuat oleh pengrajin perempuan lokal yang merepresentasikan kebijakan budaya dan warisan mereka. Untuk mengungkap penumbuhkembangan kreativitas, proyek ini akan menjalani penelitian lapangan ke wilayah-wilayah kunci di pesisir Lampung, seperti Cuku Balak (Lampung Selatan) dan Jabung (Lampung Timur). Untuk melestarikan pengetahuan dan pentingnya budaya, hasil dari penelitian ini akan dipamerkan dalam bentuk pameran tekstil yang dikurasi sebagai bentuk penceritaan warisan menggunakan tekstil langka yang telah dikumpulkan dari suku Lampung Pesisir. Selain itu, hasil dari proyek ini akan berkontribusi untuk membangun arsip pengetahuan mengenai tekstil tradisional Indonesia.

Latar Belakang Proyek

Dalam perjalanan menelusuri berbagai daerah di wilayah pesisir Lampung, kami telah menemukan perbedaan yang jelas dalam gaya dan fungsi tekstil dekoratif Lampung. Khususnya pada Pesesekh Lampung (wilayah pesisir); pakaian dan pengaturan dekoratif adalah simbol hirarki kerajaan sosial yang mematuhi nilai-nilai budaya dan pengaturan adat. Pada temuan dari penelitian mendalam kami sebelumnya, terdapat kemungkinan bahwa Kabupaten Tanggamus mungkin merupakan persimpangan budaya antara Saibatin Selatan dan Barat melalui penggunaan tekstil dekoratif mereka. Oleh karena itu, sangat penting untuk menelusuri daerah-daerah tersebut untuk menemukan bukti dan data yang memungkinkan sebagai asal-usul tekstil tradisional ini dan memetakan transformasi mereka ketika mereka mencapai kota-kota pesisir Lampung yang berbeda.

Masalah yang Diangkat

Lampung memiliki sejarah tekstil yang kaya, terutama pada Tapis dan Kain Kapal, keduanya dengan informasi yang terdokumentasi dengan baik. Tekstil yang belum ditemukan secara khusus adalah kerajinan hiasan dari Kain Lampung Nampan, Kirai dan Kibung, yang hingga saat ini masih digunakan dalam ritual penting orang Lampung; Oleh karena itu, terdapat kesenjangan dalam pengetahuan diverifikasi tentang tekstil tradisional Lampung yang perlu diisi. Sedikitnya informasi yang tersedia berarti potensi untuk eksplorasi sangat besar. Kami menyimpulkan bahwa nama-nama tekstil dekoratif adalah Kain Nampan, Kirai dan Kibung berdasarkan fungsinya, namun belum ada nama berdasarkan desain atau tekniknya. Hal tersebut memungkinkan kita untuk masuk lebih dalam untuk sejarah tekstil, dan bekerja dengan individu lokal untuk membangun aspek identitas budaya.

Indikator Sukses

1. Database tekstil dekoratif Lampung yang dibuat oleh pengrajin wanita lokal yang mewakili kearifan budaya dan warisan mereka yang menyoroti pentingnya budaya dan pengetahuan tentang budaya. 2. Pameran dan diskusi tentang Tekstil Dekoratif Tradisional Lampung: bercerita tentang temuan penelitian kami, dengan mengundang pemain kunci di bidang tekstil tradisional, seni tradisional, penelitian budaya, kelompok pelestarian budaya dan institusi. 3. Penelitian lapangan dan pameran terkurasi video dokumentasi: video singkat yang menunjukkan hasil penelitian lapangan dan pembukaan pameran yang dikurasi, memposting secara viral di media sosial (YouTube dan Instagram) untuk mendapatkan kesadaran dan paparan proyek sebagai bentuk pelestarian budaya.

Lokasi

Lampung

Dana yang Dibutuhkan

Rp.250 Juta

Durasi Proyek

6 bulan