Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

911 - Perayaan Tepian Pantai


Nama Inisiator

Dina Triastuti

Bidang Seni

seni_pertunjukan

Pengalaman

6 tahun 3 bulan

Contoh Karya

IMG_2110.JPG

Situs Web

www.kalanari.org

Media Sosial

@kalanaritheatre

Kategori Proyek

perjalanan

Deskripsi Proyek

Perayaan Tepian Pantai merupakan sebuah kegiatan yang terdiri dari pertunjukan dance-theatre dan workshop pembuatan kostum. Pertunjukan ini terinspirasi oleh asal usul bangsa Moro yang mendiami pulau Morotai, di Maluku Utara. Mitos tersebut menyusun narasi laut, langit, permukaan tanah, dan hutan yang hadir dalam balutan tari, teater, fesyen, musik dan visual. Kami ingin me-reka ulang kehadiran fesyen/busana/kostum yang selalu hadir sebagai bagian dari artistik pertunjukan. Mengingat kostum akan menjadi titik utama eksplorasi, maka kami perlu membagi pengalaman mencipta fesyen tersebut melalui workshop mengkreasi kostum, aksesoris, head-piece dengan sumber daya lokal yang tersedia.

Latar Belakang Proyek

Karya berjudul Moro: A Fashion Story pertama kali dipentaskan di Galeri Indonesia Kaya sebagai salah satu penampil terpilih ruang kreatif seni pertunjukan bulan April 2018. Secara konten dan narasi karya ini terinspirasi sepenuhnya oleh kekayaan alam dan kultural pulau Morotai. Sehingga penting kiranya membawa pertunjukan ini untuk dipentaskan kembali ke tempat inspirasi dan ide ini lahir. Selama residensi singkat saya di Morotai, banyak aspek yang seharusnya potensial untuk digali kemudian diwujudkan dalam bentuk kekreatifan lain dengan tetap mengedepankan nila-nilai kemanusiaan serta positif. Perjalanan kembali ini akan menjadi media penting bagi saya dan tim kelak untuk mempertanyakan ulang bangsa Moro dan Morotai, mencipta dan bekerja dengan masyarakat lokal. Bukan hanya pertunjukan, namun berbagai hal terkait pertunjukan demi kemajuan bersama.

Masalah yang Diangkat

Kaum perempuan, anak-anak dan remaja hampir selalu kita jumpai di sepanjang tepian pantai Morotai, terutama di dermaga dan pusat pelelangan ikan. Saat hari beranjak senja, mereka adalah kaum yang senantiasa setia menunggu bapak, suami, kakak laki-laki tercinta saat merapatkan kapal beserta hasil tangkapan ikan hari itu. Disatu sisi, kaum perempuan tersebut seringkali merasa minder, kurang percaya diri, takut kemudian menerima keadaan apa adanya. Melalui perjalanan ini kami ingin menularkan semangat, berbagi pengetahuan, belajar bersama bahwa kita bisa mengupayakan keinginan kita dengan berbuat sesuatu baik untuk diri sendiri dulu maupun orang lain.

Indikator Sukses

Tidak ada yang lebih penting dari kehadiran, keterlibatan, lalu partisipasi barulah apresiasi. Melalui perjalanan kembali ini, saya yakin bahwa kaum perempuan di Morotai juga memiliki semangat, keberanian untuk mewujudkan keinginan mereka. Dan yang lebih penting memulai kreativitas menciptakan sesuatu apapun nilainya baik ekonomis, edukatif maupun kultural.

Lokasi

Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara

Dana yang Dibutuhkan

Rp.257 Juta

Durasi Proyek

1 bulan