Anda berada di mode pratinjau.
| |

Pemohon Hibah

Prajna Bhadra Darmastuti


Riwayat Berkarya

Bidang Seni yang Ditekuni

audiovisual

Pengalaman Berkarya

3 tahun

Situs Web

Media Sosial

https://www.youtube.com/channel/UC9RI2jeUIsEiGn9Myw_EaNQ?disable_polymer=true

Proyek


No. Formulir

895

Judul Proyek

Film Fiksi Pendek "Lanang"

Lokasi Proyek

Kebumen

Deskripsi Proyek

Proyek ini bernama Produksi Film Fiksi Pendek dengan judul "LANANG". Film ini bercerita tentang seorang pemuda yang menjadi penari Lengger Lanang, yaitu penari laki-laki namun berpakaian perempuan. Proyek ini diinspirasi dari kisah nyata, yaitu pemain Lengger Lanang, yang saat ini mulai punah dan kesulitan untuk regenerasi. Pemeran dan pemain merupakan pelaku asli dari tari Lengger Lanang yang tersisa dari daerah Kebumen, Jawa Tengah. Tim produksi merupakan guru dan remaja/siswa-siswi SMK N 1 Karanggayam jurusan multimedia yang tergabung dalam komunitas film Netuka Creative Community. sebuah komunitas yang sudah berdiri selama 3 tahun dan sudah membuat 18 produk, antara lain film dokumenter, film fiksi dan iklan layanan masyarakat. serta mendapatkan 2 penghargaan nasional, 1 penghargaan provinsi dan 3 penghargaan tingkat kabupaten.

Kategori

lintasgenerasi

Latar Belakang Proyek

Latar belakang proyek ini terdiri dari 2 unsur. yaitu unsur edukasi, dan unsur sosial. Unsur edukasi dilatar belakangi oleh kebutuhan guru dan remaja (sebagian besar perempuan) Karanggayam yang memiliki minat dan potensi luar biasa dalam bidang film, namun terbatas oleh sarana dan prasarana yang minim. Meskipun berada dalam lingkungan sekolah, namun keterbatasan di daerah yang kurang lebih +17 km dari perkotaan dan akses jalan yang sulit, serta perhatian dan dukungan yang kurang dari masyarakat, menyebabkan kesempatan untuk berekspresi dan berkembang sangat kurang. Meski demikian, semangat dan tekad terus ada, dalam kondisi apapun, akan terus berkarya. Meski demikian berharap adanya kesempatan berupa dukungan dalam berproduksi akan menjadi kehormatan dan penambah semangat yang luar biasa dalam mengasah keterampilan dan terus berkarya. Unsur sosial dilatar belakangi, adanya beberapa pelaku seni yang sudah langka, Yaitu Lengger Lanang. Pada saat ini pelaku seni tersebut tersisa 3 kelompok. Kelompok tersebut oleh dinas/pemerintah hanya dianggap sebagai penghibur biasa, padahal mereka adalah penjaga budaya tradisional yang hampir punah, sehingga kehidupan mereka masih jauh dari layak. Meski demikian mereka tetap menjadi pelaku seni tersebut, dan menjaga budaya meskipun kehidupan mereka serba terbatas. Untuk itu, kami berharap dapat memberikan penghormatan dengan mengangkat mereka menjadi sebuah latar belakang film.

Masalah yang Diangkat

Tema film ini berlatar belakang sebuah budaya yang hampir punah, berasal dari Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Kebumen. Sebuah tarian bernama Lengger Lanang. Tarian Lengger tetapi dimainkan oleh pria dan berdandan persis seperti wanita. Kesenian tradisional itu merupakan sebuah tarian yang pada awal mulanya adalah tarian yang berhubungan dengan keseimbangan alam, khususnya pada ketentraman dan kedamaian. Namun dengan berkembangnya zaman, dimana pola pemikiran masyarakat semakin asing dengan budaya, maka tarian Lengger yang dimainkan oleh pria berpakaian dan berdandan wanita adalah suatu hal yang kontroversial. Seseorang yang memiliki ketertarikan terhadap lengger. Dia akan mengejar keinginan untuk menjadi lengger sebagai sebuah seni. Namun apa yang terjadi jika seseorang yang merupakan seorang pria yang hidup dapat keluarga konservatif? Sebuah keluarga yang tidak lagi mempercayai bahwa seorang Lengger Lanang adalah simbol dari ketentraman masyarakat. Keluarga tersebut hanya memandang seorang Lengger Lanang adalah penari penghibur rendahan yang hanya mengandalkan “banci” sebagai daya tarik. Juga bagaimana posisi penari wanita dalam Lengger Lanang. Latar belakang ini di ambil sebagai tema film dengan mengambil sudut pandang sebuah persoalan gender dalam budaya dalam masyarakat desa, antara keinginan dan padangan konvensional. Bagaimana seorang manusia berhak untuk memilih apa yang ingin dipilih, tanpa harus mendapatkan judgement dari pandangan orang lain.

Durasi Proyek

4 bulan

Indikator Sukses

Diproduksi dan ditayangkan minimal di 5 desa di Kabupaten Kebumen

Dana Hibah

Rp.58 Juta