Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

869 - Peuayon Aneuk (Doda Idi) Budaya Aceh yang terancam Punah


Nama Inisiator

Tasmiati Emsa., S.H, M.Si

Bidang Seni

sastra

Pengalaman

baru memulai

Contoh Karya

Situs Web

Media Sosial

Kategori Proyek

riset_kajian_kuratorial

Deskripsi Proyek

Tujuan Proyek (Goal) : Revitalisasi Seniman Perempuan melalui karya seni dalam mewujudkan Aceh yang berbudaya dan bermartabat. Tujuan Khusus (Purpose) • Terpetakan potensi perempuan pecinta seni di Aceh Besar. • Terbukanya Ruang bagi perempuan untuk menampilkan karya seninya. • Terdokumentasikan karya seni perempuan dalam sebuah Video Dokumenter. Hasil (Output) a. Meningkatkan kapasitas perempuan dibidang seni. b. Terpublikasinya hasil karya seni perempuan dalam Peuayon Aneuk (Doda idi) . c. Tersosialisasinya Peuayon Aneuk (Doda idi) kepada masyarakat. d. Meningkatnya pemahaman masyarakat dalam menjaga dan melestarikan Peuayon Aneuk (Doda idi). Kegiatan a. Rapid Assessment Rapid Assessment dilakukan di Kabupaten Aceh Besar, yang bertujuan untuk memetakan kembali perempuan-perempuan pecinta seni. Kegiatan dilakukan dengan menggunakan wawacancara dan kuisioner. b. Perlombaan Peuayon Aneuk (Doda Idi) Lomba bertujuan untuk membuka ruang bagi perempuan pecinta seni untuk dapat menyalurkan minat, bakat serta potensi seni yang dimilikinya kepada publik. Lomba Peuayon aneuk (Doda Idi) akan dilakukan di Banda Aceh c. Video Dokumenter Seluruh hasil kegiatan karya seni perempuan akan dipublikasikan secara luas dengan pemilihan media yang tepat, murah, efesien, dan efektif agar informasi ini dapat disampaikan kepada masyarakat. Video documenter ini akan merangkum seluruh kegiatan program mulai dari rapid assesement dan perlombaan.

Latar Belakang Proyek

Kegiatan bersenandung sebagai pengantar tidur anak merupakan salah satu aktifitas budaya yang menghiasi kehidupan masyarakat Aceh. Aktifitas yang menjadi warisan turun-temurun tersebut dianggap penting karena mampu menjalin interaksi sosial pertama antara ibu dengan anak serta membangun perkembangan otak anak sejak dalam buaian, diantaranya pengenalan terhadap Bahasa ibu, melodi, irama, tangga nada, dan tatanan nilai dalam budaya yang berisi petuah (tunjuk ajar) dan prinsip hidup. Interaksi sosial pertama antara ibu dengan anak melalui senandung dapat dikatakan sebagai bentuk “komunikasi unik” karena memiliki potensi besar kepada si anak. Keunikan komunikasi terletak pada sistem kode bahasa (verbal dan non verbal) yang hanya dimengerti antara ibu dengan anak. Doda idi berasal dari dua kata dalam bahasa Aceh, yaitu doda dan idi. Kata Doda yang sering disebut peudoda berarti bergoyang sedangkan kata idi atau dodi berarti berayun. Anak-anak di Aceh semenjak dalam ayunan telah ditanamkan idiologi-idiologi untuk berperang melawan kaum-kaum yang berani mengginjak injak harkat dan martabat bangsanya. Realita saat ini hikayat dan syair syair tersebut hampir tidak pernah kita dengarkan lagi.

Masalah yang Diangkat

Karya sastra Aceh semacam Peuayon aneuk (Doda Idi) sekarang sudah jarang ditemukan dalam masyarakat, generasi Aceh sekarang banyak yang tidak mengenal bagaimana bentuk-bentuk karya sastra seperti Peuayon aneuk (Doda Idi). Sekarang kita hanya mendengar di Aceh dahulu pernah lahir pujangga-pujangga besar yang terkenal dipelosok negeri. Ibu dapat berperan sangat fundamental dalam mengkonstruksi pikiran dan perilaku anak-anak, Ibu adalah kekuatan yang maha dahsyat yang dimiliki seorang anak untuk menjaga mereka dengan kasih sayang mereka menidurkan anak dengan lagu khusus yang berisi petuah menjadi anak yang baik, berbakti pada orang tua, punya daya juang (jihad) tinggi di jalan Allah dan dalam hidup anak-anak mereka kelak. Doda idi ternyata memiliki satu tujuan, yakni berguna untuk pengelolaan rasa percaya diri seorang anak yang dibangun melalui senandung pengantar tidur sejak anak dalam buaian Minimnya pengetahuan dan penghayatan terhadap nilai-nilai adat dan budaya tanpa disadari telah membuat mereka lupa akan adatnya sendiri .Sikap yang ditunjukkan sebagian besar generasi muda Aceh terkesan mulai menjauh dari budaya, adat dan bahasa Aceh. Sikap ini sangatlah berbahaya dan tidak bisa dibiarkan begitu saja, bila kita tidak ingin identitas dan karakter dari nilai-nilai adat Aceh terkikis dari jiwa generasi muda kita di kemudian hari.

Indikator Sukses

• Adanya dokumentasi hasil rapid asssement • Adanya pemetaan potensi perempuan pecinta seni • Adanya sejumlah perempuan yang mengikuti perlombaan Doda Idi • Adanya pemenang lomba • Adanya video dokumenter • Terdokumentasikannya seluruh kegiatan

Lokasi

Aceh

Dana yang Dibutuhkan

Rp.125 Juta

Durasi Proyek

8 bulan