Anda berada di mode pratinjau.
| | |

Pemohon Hibah

WILHELMINA MALI DAPPA


Riwayat Berkarya

Bidang Seni yang Ditekuni

kuliner

Pengalaman Berkarya

5 Tahun

Contoh Karya

Situs Web

https://koran.tempo.co/konten/2016/12/22/410055/Pemberdaya-Petani-Perempuan-Sumba

Media Sosial

https://id-id.facebook.com/wilhelmina.dappa

Proyek


No. Formulir

855

Judul Proyek

FESTIVAL JAGUNG WARISAN PANGAN SUMBA

Lokasi Proyek

Nusa Tenggara Timur - Kabupaten Sumba Barat Daya

Deskripsi Proyek

Proyek ini adalah sebuah festival dalam skala pulau Sumba yang diadakan di Sumba Barat Daya dengan melibatkan para perempuan kelompok tani jagung. Jagung sebagai simbol tanah Nusa Tenggara Timur, khususnya Sumba dianggap mampu dimanfaatkan sebagai jantung kehidupan orang Sumba. Jagung bisa menjadi makanan pokok yang diolah menjadi berbagai jenis makanan, bahkan menjadi karya seni seperti gantungan kunci dan kreasi daun/bunga. Selain memanfaatkan jagung, dan memelihara simbol Sumba itu sendiri, jagung juga bisa menjadi unsur penting dalam pertahanan pangan secara mandiri dan keberlanjutan lingkungan. Olahan jagung dengan cara kreatif dari tangan-tangan terampil para perempuan sumba adalah salah satu bentuk pernyataan bahwa perempuan sumba mampu memanfaatkan hasil bumi menjadi olahan yang indah, sehat dan mudah dijangkau. Hal ini juga merupakan penegasan bahwa berkarya dengan produk lokal hasil pertanian organik adalah salah satu cara para perempuan sumba menjaga tanah Sumba, tanah yang berdasarkan cerita sejarahnya diberi nama dari seorang perempuan yang sangat dicintai, tanah yang menjadi lambang ibu, lambang perempuan sumba.

Kategori

lintasgenerasi

Latar Belakang Proyek

Saya adalah salah satu perempuan sumba yang tergabung dalam Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) dan menjabat sebagai sekretaris cabang di wilayah sumba barat daya. Saya tertarik untuk mengembangkan jagung menjadi berbagai jenis makanan. Makanan tersebut berupa olahan kreasi makanan ringan atau snack yang sehat dan gurih. Olahan jagung ini bisa menjawab menjadi salah satu kegelisahan pariwisata sumba dimana sekarang sumba menjadi salah satu tempat favorit untuk berwisata. Kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan ekonomi perempuan yang saya dampingi dalam berbagai usaha pengembangan jagung sebagai produk lokal. Festival ini akan melibatkan para perempuan dalam kelompok tani yang berjumlah 7 kelompok dengan masing-masing berjumlah 20 orang. Mereka akan diberikan pendampingan berupa pengolahan makanan berbahan dasar jagung yang akan dipamerkan dalam festival nanti. Agar lebih terfokus, pelatihan akan melibatkan masing-masing 5 orang dari 7 kelompok yang ada. Peserta pelatihan selanjutnya akan melakukan transfer pengetuan pada anggota lainnya. hal ini juga bertujuan untuk melatih daya tangkap perempuan saat pelatihan serta kemampuan berbagi pengatahuan dan rasa percaya diri saat berbagi dengan anggota kelompok lainnya.

Masalah yang Diangkat

Sebagai tanaman lokal, eksistensi jagung terancam dengan arus moderinasi yang menawarkan makanan kemasan hasil olahan pabrik yag jauh lebih praktis dan beraneka macam. Selain itu, penggunaan bahan kimia oleh para petani jagung pun pengancam ketersediaan jagung karena produk yang bercampur bahan kimia tidak akan bertahan lama serta merusak kadungan tanah dan kandungan gizi dalam jagung. Kegelisahan akan tanaman lokal dan kualitas tanah yang kian menurun inilah yang menjadi ide awal festival jagung warisan sumba. Perempuan sumba akan menjadikan festival ini sebagai ruang untuk menyuarakan kepedulian terhadap pangan lokal, lingkungan, budaya, dan kreativitas yang dimiliki. Melalui tangan-tangan terampil perempuan sumba, akan tercipta berbagai kreasi berbahan jagung yang sehat, nikmat dan menarik serta layak dijadikan ole-ole usai perjalanan wisata di pulau Sumba.

Durasi Proyek

9 bulan

Indikator Sukses

1. Festival Jagung Warisan Sumba terlaksana 2. Keterlibatan perempuan petani dalam rangkaian festival 3. Kerjasama antar perempuan dalam mewujudkan ide festival 4. Kerjasama kelompok perempuan dengan pemerintah daerah

Dana Hibah

Rp.106 Juta