Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

842 - Penulisan Novel Cendrawasih


Nama Inisiator

Evi Selviawati

Bidang Seni

sastra

Pengalaman

9 tahun

Contoh Karya

Sinopsis Novel Cendrawasih.docx

Situs Web

https://lukisanaksara.wordpress.com/

Media Sosial

https://www.instagram.com/evselvii/

Kategori Proyek

riset_kajian_kuratorial

Deskripsi Proyek

Proyek ini adalah sebuah proyek penulisan novel Cendrawasih (judul dapat berubah) yang mengambil latar cerita kehidupan suku Moi di Papua Barat. Mereka menganggap bahwa tanah kelahiran mereka adalah perempuan. Sebagai kebutuhan riset, saya merasa harus menyelami kehidupan suku Moi dengan mendatangi wilayah tersebut dan merasakan denyut kehidupannya lebih dekat. Selain riset lapangan, saya juga akan melakukan riset literatur yang dibutuhkan dalam pengembangan cerita. Dana hibah akan digunakan dalam rangka riset guna memperoleh berbagai informasi yang berkaitan dengan masalah yang diangkat dalam novel, terutama unsur adat dan budaya setempat yang harus saya kenal betul. Selain itu, dana juga akan digunakan selama penyusunan draft novel hingga selesai.

Latar Belakang Proyek

Semakin banyak saya melakukan perjalanan mengunjungi beberapa wilayah di Indonesia, semakin saya tertarik dengan budaya dan kearifan lokal masyarakat Indonesia dari berbagai wilayah, suku, dan agama. Rasanya saya ingin menjelajahi setiap jengkal keberagaman Indonesia. Papua adalah salah satu destinasi yang ingin saya datangi. Ketertarikan saya terhadap tanah Papua dimulai tahun 2010 saat saya membaca novel berjudul Tanah Tabu yang mengangkat kehidupan suku Dani di Lembah Baliem. Dari novel itu pula saya mengenal noken, sebuah warisan budaya yang memiliki keterkaitan dengan identitas perempuan Papua. Saya kemudian membaca karya Wallace dan menggali berbagai informasi tentang penjelajahan Wallace di Indonesia. Saya juga membaca buku Ring of Fire. Semua itu menambah ketertarikan saya terhadap keanekaragaman Indonesia, yakni dari keanekaragaman hayatinya. Saya pun mulai berkenalan dengan suku Moi yang hidup di Lembah Klasow melalui berbagai informasi yang saya dapat. Lembah Klasow menjadi salah satu tempat untuk melihat cendrawasih yang kian langka. Dari ketertarikan itulah akhirnya tercetus ide untuk membuat novel berlatar kehidupan suku Moi. Cerita tersebut dijembatani oleh kehadiran tokoh utama bernama Langit yang terinspirasi setelah saya menciptakan beberapa cerita bersambung di akun Instagram saya mengenai perjalanan tokoh tersebut.

Masalah yang Diangkat

Dalam novel yang akan saya tulis, saya akan menyoroti kehidupan masyarakat suku Moi yang tinggal di Kampung Malagufuk, Lembah Klasow, Papua Barat melalui seorang tokoh utama yang bernama Langit. Masyarakat di Kampung Malagufuk kini memang sedang berjuang mengurangi bahkan meniadakan illegal logging yang akan mengancam ekosistem di Lembah Klasow dan tentunya mengancam tanah kelahiran mereka yang akan digusur. Lembah Klasow memang bukan destinasi populer di Papua bagi pelancong, sebut saja Raja Ampat, Puncak Jaya, dan sebagainya. Namun, Lembah Klasow menjadi habitat bagi banyak spesies flora dan fauna yang semakin hari semakin langka keberadaannya. Dalam novel, saya juga akan menyoroti bagaimana noken bisa menjadi bagian dari identitas perempuan Papua. Masyarakat perlu tahu bagaimana akhirnya noken bisa diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO. Untuk lebih jelasnya saya telah melampirkan sinopsis rencana novel saya.

Indikator Sukses

Dapat diselesaikannya draft novel saya pada bulan Januari dan siap untuk masuk ke penerbitan.

Lokasi

Papua Barat

Dana yang Dibutuhkan

Rp.50 Juta

Durasi Proyek

9 bulan