Anda berada di mode pratinjau.
| |

Pemohon Hibah

Dinda Ayu Rahmi Unaroma


Riwayat Berkarya

Bidang Seni yang Ditekuni

audiovisual

Pengalaman Berkarya

9 tahun

Contoh Karya

Situs Web

http://cineroma.dindasmart.com

Media Sosial

http://instagram.com/dindaunaroma

Proyek


No. Formulir

818

Judul Proyek

19 Letters

Lokasi Proyek

DKI Jakarta

Deskripsi Proyek

“19 Letters” adalah sebuah film yang bercerita tentang sekelompok sahabat yang berusaha menikmati masa SMA mereka lewat musik, walaupun dihadapkan pada masalah pribadi dan juga kelas akselerasi yang kompetitif. Dengan tingginya angka penerimaan universitas negerinya, dan juga keberagaman ekskulnya, SMA 314 Jakarta adalah salah satu yang terfavorit di Indonesia. Pada siswanya, terdapatlah sembilan belas anak yang menghuni kelas akselerasi, tempat berkumpulnya anak-anak paling jenius di sekolah. Bukannya tiga tahun, mereka hanya memiliki dua tahun untuk menjalani masa SMA mereka. Untuk belajar, dan juga mempersiapkan diri untuk menjalani hidup selepas sekolah. Di kelas tersebut, bertemulah kita dengan tiga sahabat; Dinar (15), juara umum ketika SMP, yang menemukan bahwa di sekolah ini, mendapatkan predikat murid terbaik bukanlah sesuatu yang mudah dicapai. Gia (15), magnet pemersatu teman-temannya di kelas. Cita-citanya untuk menjadi dokter, adalah sebuah tantangan, akibat kondisi akademiknya. Zahra (15), seorang atlet hoki yang harus mengubur impiannya untuk mengikuti kejuaraan nasional karena penyakit jantungnya. Dinar, Gia, dan Zahra menemukan sebuah koneksi melalui musik. Disini, mereka menemukan bahwa konser orkestra ekskul musik klasik sekolah adalah sebuah event yang tidak boleh mereka lewatkan. 19 Letters mengikuti perjuangan mereka untuk memperbaiki diri, menerima kekurangan masing-masing, dan juga menemukan arti sebenarnya persahabatan.

Kategori

kerjasama_kolaborasi

Latar Belakang Proyek

Cerita-cerita tentang masa SMA bukanlah sesuatu yang asing dalam perfilman Indonesia. Namun, sebagian besar cerita tersebut—setidaknya yang akhir-akhir ini beredar di pasaran, bercerita tentang seorang cewek, bertemu cowok, dan bagaimana cinta mereka bersemi. Sesekali ada persahabatan, namun biasanya sahabat tokoh utama tersebut, hanya akan menjadi tempat curhat si tokoh utama. Sebenarnya, cerita-cerita tersebut tidaklah mewakili apa yang saya alami. Waktu untuk memikirkan romansa, itu ada. Namun, sebagian besar waktu saya di masa sekolah dihabiskan dengan sahabat-sahabat saya. Berjuang bersama, berbagi tangisan dan canda tawa, dan bahkan mengalami perselisihan. Karakter kami sebagai wanita-wanita yang berjuang bersama, dapat relate dengan wanita-wanita lainnya, khususnya yang masih remaja. Oleh karena itu, lewat film “19 Letters”, saya ingin menceritakan sebuah kisah persahabatan yang indah, yang dimana kisah saya dan sahabat-sahabat sayalah yang menginspirasinya. Disini, saya juga berharap agar dapat membawa perasaan penonton, dan sama-sama melihat bagaimana indahnya persahabatan itu. Kini, tahap pengerjaan masih dalam proses pengembangan skenario. Diharapkan melalui Cipta Media kami mendapatkan hibah untuk mendanai sebagian keperluan project, yang dimana akan digabungkan dengan dana dari sumber lain. Berapapun hibah yang kami dapatkan, akan sangat membantu keberlangsungan project kami, yang sangat kami percaya dapat menumbuhkan manfaat.

Masalah yang Diangkat

"Jika kamu tidak memiliki semua waktu yang kamu butuhkan, apa yang akan kamu lakukan untuk memaksimalkannya?"

Pertanyaan itu muncul ketika saya mengenang masa SMA saya. Alih-alih tiga tahun, saya hanya memiliki dua tahun. Namun, itu tidak menghentikan saya dan teman-teman saya untuk melakukan semua hal yang paling mengagumkan selama SMA.

SMA adalah salah satu saat paling berharga dalam hidupku. Dalam dua tahun yang singkat itu, saya mendapat kesempatan untuk menemukan diri saya sendiri, melakukan hal-hal di luar batas saya, dan mencari tahu orang-orang macam apa yang cocok menjadi teman saya. Lewat “19 Letters, saya ingin membuat sebuah cerita tentang bertumbuh dewasa, lewat karakter Dinar, Gia, dan Zahra, yang saya harapkan dapat menjadi panduan bagi remaja-remaja wanita lainnya, agar dapat menghargai hidup mereka, dan memaksimalkan setiap waktu yang mereka miliki.

Durasi Proyek

9 bulan

Indikator Sukses

: Terbuatnya final product berupa film, atau webseries. Tentatif, berdasarkan dana yang dapat kami kumpulkan.

Dana Hibah

Rp.500 Juta