Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

793 - Wadah Karya Buruh Seni Perempuan


Nama Inisiator

Dova Febrianti Susanti

Bidang Seni

lainnya

Pengalaman

3 tahun

Contoh Karya

PROPOSAL DANA HIBAH.pdf

Situs Web

Media Sosial

instagram.com/dovafest

Kategori Proyek

akses

Deskripsi Proyek

Membuat wadah untuk menampung karya dari para buruh seni wanita. Wadah ini berupa website. Alasan mengapa menggunakan website adalah supaya mudah di akses oleh masyarakat. Website dapat digunakan sebagai “wadah” utama bagi buruh-buruh seni ini, karena website memiliki banyak fitur-fitur khusus yang tidak ada pada media sosial biasa. Sementara itu, media sosial dapat digunakan sebagai media pemasarannya, karena orang cenderung lebih sering mengunjungi media sosial. Website dan media sosial ini dapat dikaitkan melalui link. Website ini akan berisi fitur homepage, profile artist, gallery, contact person, our story, dan artist of the month.

Latar Belakang Proyek

Sewaktu saya duduk di bangku sekolah dasar, saya sempat mengikuti les tambahan pada sore hari di rumah tetangga saya. Di dekat rumah tetangga saya terdapat rumah dimana banyak ibu-ibu melakukan kegiatan membatik. Terkadang ibu-ibu itu mengerjakan batik tersebut di tempat guru les saya agar ia dapat lebih leluasa membatik, karena rumahnya sendiri tidak begitu luas. Saya pernah beberapa kali melihat mandornya, yaitu seorang laki-laki bule, yang sering datang dan memberitahunya tentang pola atau motif baru yang harus dikerjakan sesuai pesanan.Setiap wanita mempunyai hak yang sama untuk berjuang dan berkarya serta menggapai apa yang seharusnya ia dapat raih. Salah satu medianya adalah karya seni. Buruh-buruh seni wanita telah menggunakan media seni untuk mencari nafkah, akan tetapi tidak banyak yang dapat menggunakannya sebagai media mengekspresikan diri. Meskipun sudah bertahun-tahun dan memiliki ketrampilan yang bisa dibilang mumpuni, buruh-buruh ini masih membuat karya-karya tersebut dalam zona yang sama sehingga kreatifitasnya tidak tertuang secara maksimal. Mereka hanya membuat karya menurut keinginan pemborong. Hal itu menjadi suatu hambatan bagi para buruh seni untuk berkembang dan melampaui batasnya.

Masalah yang Diangkat

Buruh-buruh seni ini kurang diapresiasi, karena hal yang mereka kerjakan dianggap “biasa” oleh orang-orang awam. Faktor usia serta kehidupan sosial juga mempengaruhi bagaimana mereka dapat menyebarkan atau memamerkan ketrampilan mereka. Dewasa ini banyak bermunculan akun-akun “seni” yang sudah terkenal, namun kontennya tidak terlalu mendidik. Para pemilik akun tersebut lantas menjadi suatu media untuk promosi, sehingga mereka memiliki pendapatan yang lebih dari cukup. Selain itu masyarakat seringkali melihat hanya dari angka pengikut, sehingga mereka justru lebih mengapresiasi seniman-seniman instan ini. Banyak seniman-seniman yang lebih pantas mendapatkan apresiasi tersebut. Yang peneliti maksud disini adalah para buruh-buruh seni yang telah menjadi pelaku seni selama bertahun-tahun akan tetapi tidak mendapatkan apresiasi yang berhak didapatkannya. Buruh-buruh seni ini biasanya berusia di atas 40 tahun, dimana mereka tidak tahu cara menggunakan media sosial sehingga terkesan tidak memiliki akses untuk menyebarluaskan hasil karya yang sudah mereka buat.

Indikator Sukses

- Banyak pengunjung web. - Feedback/review di web. - Video content/infografis berkelanjutan dan tayang sesuai jadwal. - Bisa mengangkat beragam seni/tokoh seni.

Lokasi

DI Yogyakarta

Dana yang Dibutuhkan

Rp.108 Juta

Durasi Proyek

8 bulan