Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

791 - Riset Kultural Perempuan Suku Sasak Lombok di Era Digital


Nama Inisiator

Siti Maryam

Bidang Seni

sastra

Pengalaman

5 tahun

Contoh Karya

BUKU BACAAN ANAK (Kuliner Indonesia yang Mendunia).docx

Situs Web

http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/content/bahan-bacaan-literasi-2017

Media Sosial

Instagram sitimaryam1402

Kategori Proyek

riset_kajian_kuratorial

Deskripsi Proyek

Riset yang saya lakukan ini terkait dengan pengenalan dan penyebarluasan peran kultural para perempuan suku Sasak di Pulau Lombok. Peran tersebut terwujud pada aktivitas mereka dalam mempertahankan dan melestarikan nilai kultural bangsa Sasak melalui hasil karya berupa Tenun Tradisional Khas Sasak, Gerabah Khas Sasak dan Cukli Khas Sasak. Tiga aspek tersebut akan didokumentasikan dalam bentuk buku, pamflet dan artikel yang akan dibagikan dan dimanfaatkan oleh para pelaku pariwisata budaya di Lombok, NTB, baik pihak pemerintah, swasta (hotel dan agen perjalanan), dan masyarakat umum (komunitas literasi dan pariwisata seperti GenPi dan sebagainya). Pemanfaatannya yaitu sebagai alat, media dan wadah promosi wisata budaya yang dimiliki oleh suku Sasak di Pulau Lombok melalui dokumen hasil riset bentuk, makna dan fungsi dari masing-masing hasil karya para perempuan suku Sasak. Selain itu, dokumen hasil riset tersebut dapat dimanfaatkan pada dunia pendidikan sebagai media pembelajaran di setiap jenjang (SD hingga Perguruan Tinggi).

Latar Belakang Proyek

Pariwisata telah menjadi komoditas penting dalam kehidupan masyarakat suku Sasak di Pulau Lombok. Hal tersebut ditunjukkan dengan semakin giat dan gencarnya promosi wisata yang dilakukan oleh pemerintah dan pihak swasta. Dalam hal ini, wisata Pulau Lombok tidak hanya tentang keindahan alam dan keramahan penduduknya. Namun demikian, lebih dari itu kekayaan kultural yang dimiliki oleh suku Sasak harus juga mendapat prioritas dalam kaitannya sebagai bagian dari segmen wisata yang dapat diandalkan. Pemanfaatan aspek budaya yang dimiliki oleh suku Sasak masih terbatas pada beberapa atraksi tradisi dan belum menyentuh konteks lain seperti hasil-hasil karya kultural yang banyak dihasilkan oleh para perempuan suku Sasak. Hasil karya berupa tenun, gerabah dan cukli tentu memiliki nilai, makna dan keunggulannya tersendiri jika mampu dikonseptualisasi oleh berbagai pihak, salah satunya sebagai alat, media dan wadah promosi wisata budaya di era digital. Oleh sebab itu, riset mengenai hasil karya tersebut ditujukan untuk menghasilkan berbagai inovasi dalam penguatan peran kultural perempuan Sasak sekaligus menjadi komoditas pariwisata budaya yang menambah daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Lombok. Pada akhirnya, hasil riset dalam bentuk cetak maupun digital akan sangat membantu pengenalan dan penguatan kultural perempuan Sasak secara global.

Masalah yang Diangkat

Peran kultural perempuan suku Sasak yang telah berlangsung sejak lama hingga era digital saat ini membutuhkan sentuhan yang maksimal dari berbagai pihak. Tidak hanya tentang mengapresiasi hasil karya mereka sebagai komoditas wisata yang sederhana, melainkan bahwa hasil karya berupa tenun, gerabah dan cukli tersebut harus mendapat tempat yang tinggi kaitannya sebagai salah satu warisan budaya yang dapat menjadi komoditas wisata andalan masyarakat. Misalnya, wisatawan saat ini hanya disajikan secara sederhana mengenai nilai, makna, dan berbagai hal tentang hasil karya budaya perempuan suku Sasak. Idealnya, wisatawan juga harus mendapat aspek lain berupa bahan literasi yang menjelaskan secara lengkap dan detail mengenai karya-karya budaya yang dihasilkan oleh perempuan Sasak. Bahan literasi yang dimaksud semisal buku, pamflet wisata dan artikel yang secara khusus membahas lebih sempurna berdasarkan berbagai sumber mengenai hasil karya budaya perempuan Sasak tersebut. Dengan demikian, nilai wisata budaya yang diperoleh tidak hanya tentang wujud nyata karya melainkan juga mendapat informasi yang lengkap melalui bahan literasi tersebut. Bahan literasi tersebut dapat dimanfaatkan oleh pihak pemerintah (dinas pariwisata), swasta (hotel dan agen perjalanan), masyarakat umum (komunitas literasi, komunitas pariwisata) dan dunia pendidikan (sekolah dan perguruan tinggi) di Pulau Lombok.

Indikator Sukses

1) Pelaksanaan riset dibantu oleh tokoh budaya dan tokoh masyarakat suku Sasak; 2) Terkumpulnya data yang lengkap mengenai aspek sosial dan kultural mengenai tenun, gerabah dan cukli khas Sasak; 3) Terwujudnya dokumentasi riset peran kultural perempuan suku Sasak dalam bentuk cetak (buku, pamflet, artikel) dan digital (aplikasi wisata budaya Sasak); 4) Hasil riset berupa cetak dan digital mampu dimanfaatkan secara baik oleh berbagai pihak yang berkecimpung dalam wisata budaya; 5) Hasil karya perempuan suku Sasak dapat berdaya saing di kancah nasional maupun global

Lokasi

Lombok, Nusa Tenggara Barat

Dana yang Dibutuhkan

Rp.150 Juta

Durasi Proyek

8 bulan