Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

784 - Revitalisasi Dongeng Tradisional Lampung


Nama Inisiator

Iin Muthmainnah

Bidang Seni

sastra

Pengalaman

23 tahun

Contoh Karya

Tujuh Carik Perca 2017.jpg

Situs Web

Media Sosial

facebook (Iin Muthmainnah)(https://web.facebook.com/iin.muthmainnah.144), Instagram (imuthiin_dakocan)(https://www.instagram.com/imuthiin_dakocan/)

Kategori Proyek

riset_kajian_kuratorial

Deskripsi Proyek

Melakukan penelitian dan pengumpulan bahan dongeng tradisional Lampung yang tersebar di kantong-kantong budaya dan desa adat di Lampung, mendokumentasikan proses wawancara dan perjalanan dalam bentuk audio visual, menuliskan kembali cerita-cerita tersebut lengkap dengan ilustrasi, mencetak dalam bentuk buku, dan membagi ke pihak-pihak terkait terutama perpustakaan, sekolah, dan lembaga pendidikan lainnya.

Latar Belakang Proyek

Dongeng Tradisional Lampung terus tergerus oleh kemajuan zaman. Dongeng-dongeng kaya dengan nilai tersebut harus dikenalkan kembali kepada generasi muda di Lampung sebagai bagian tak terpisahkan dari budaya dan pendidikan. Sebagian narasi dimiliki secara lisan oleh para native speaker yang ada di berbagai kantong budaya dan desa-desa adat. Desa-desa tersebut tersebar di pelosok-pelosok di wilayah Lampung. Riset penting dalam upaya melestarikan budaya tradisional Lampung dalam hal ini dongeng atau cerita rakyat Lampung yang merupakan bagian tak terpisahkan dari khasanah keragaman budaya Indonesia.

Masalah yang Diangkat

Cerita Rakyat/Dongeng Lampung kaya akan nilai-nilai karakter dari falsafah masyarakat Lampung yang disebut dengan Piil Pesenggiri. Piil Pesenggiri adalah nilai-nilai yang hidup bersama Masyarakat Lampung yaitu: Piil Pesenggiri sendiri yang bermakna memiliki kehormatan dan harga diri yang ditopang oleh 4 falsafah lainnya, yaitu Nemui Nyimah (penghormatan terhadap pendatang), Nengah Nyappur (berbaur dengan masyarakat), Bejuluk Buadek (saling menguatkan dengan ikatan persaudaraan), dan Sakai Sambayan (bekerjasama atau bergotong royong). Dalam Piil Pesenggiri terkandung nilai-nilai universal, tetapi dalam cerita rakyat/dongeng rakyat Lampung, makna-maknanya tersirat dan tidak tertuliskan secara jelas sehingga tidak mudah untuk dipahami oleh masyarakat di Lampung yang sebagian besar adalah pendatang. Maka penulisan kembali cerita/dongeng Rakyat Lampung dengan memunculkan nilai-nilai tersebut secara jelas tanpa mengubah cerita/dongeng secara keseluruhan.

Indikator Sukses

1. Adanya 10 Dongeng/Cerita Rakyat Lampung yang ditulis kembali. 2. Falsafah Piil Pesenggiri yang muncul secara jelas dalam cerita/dongeng yang dituliskan ulang 3. Adanya Dokumentasi Audio Visual yang berisi Wawancara dan Perjalanan 4. Adanya 1000 eksemplar buku

Lokasi

Provinsi Lampung

Dana yang Dibutuhkan

Rp.145.7 Juta

Durasi Proyek

3 bulan