Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

777 - PEREMPUAN KAPAU: Terus Hidup, Menjaga Rasa dan Tradisi


Nama Inisiator

Yessy Hermawati

Bidang Seni

penelitian

Pengalaman

4 Tahun

Contoh Karya

Lentera Indonesia.jpeg

Situs Web

Media Sosial

http://instagram.com/uciyes

Kategori Proyek

perjalanan

Deskripsi Proyek

Saya seorang perempuan keturunan Minang yang berdomisili di Bandung. Kecintaan pada tradisi dan budaya Minang membuat saya ingin memiliki karya dan kontribusi terhadap pelestarian budaya Minang. Perempuan Kapau adalah proyek perjalanan yang saya ajukan untuk mengenal dan mendokumentasikan hidup perempuan-perempuan Nagari Kapau, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Perjalanan yang dilakukan untuk menggali informasi dan fakta mengenai sejarah Nasi Kapau yang sebagian besar dilakukan secara turun temurun oleh Perempuan nagari tersebut. Selain itu, proyek ini berusaha untuk merekam, mendokumentasikan, dan menghadirkan narasi tentang perempuan-perempuan Kapau yang menjaga tradisi memasak agar hidup dan berkembang. Perempuan Kapau juga berusaha mengungkap kerja keras para perempuan dalam menjalani hidupnya dan menghidupkan kehidupan itu sendiri. Memasak bukan hanya masalah rasa, bagi perempuan Minang tentunya juga terkait dengan peran dan relasinya dalam keluarga, adat, dan masyarakat. Hasil perjalanan ini akan direkam dan ditulis dalam bentuk buku yang berisi narasi dan foto .

Latar Belakang Proyek

Nasi Kapau merupakan salah satu makanan tradisional Minangkabau yang berasal dari Sumatera Barat. Nama Kapau mewakili nama suatu daerah di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Di sana hampir sebagian besar penduduknya memiliki usaha dari keterampilan memasak yaitu nasi Kapau. Masakan ini berbeda dari masakan Minang atau Padang lainnya. Mulai dari jenis makanan, proses memasak, dan cara mereka menjualnya. Namun, yang lebih menarik, di balik rasa lezat dari Nasi Kapau ada peran penting perempuan yang terus menjaga rasa dan tradisi kuliner secara turun temurun. Selain sebagai peracik masakan, perempuan Kapau juga sebagai pemimpin dalam mengatur usaha keluarganya. Dari hal ini, Nagari Kapau dan para perempuannya merupakan sebuah wacana yang menarik untuk diangkat dan didokumentasikan karena di balik sebuah masakan yang terkenal tersebut terdapat peran penting dan perjuangan perempuan-perempuan yang menjaga tradisi, rasa, dan kearifal lokal dalam kuliner tradisional Minangkabau. Kuliner yang bukan hanya tentang rasa dan harga tetapi terdapat berbagai nilai-nilai tradisi dan hidup perempuan Minang.

Masalah yang Diangkat

Keterbatasan referensi atau literatur tentang sejarah dan perkembangan sejarah kuliner tradisional terutama yang mengangkat kerja keras perempuan pelaku usaha kuliner tradisional menjadi dasar masalah dalam proyek ini. Buku-buku kuliner yang umumnya tersedia sebagian besar menyajikan resep dan biografi pelaku kuliner yang sudah modern dan menjadi tokoh kuliner. Selain itu, proyek ini juga mengangkat masalah dinamika perempuan Kapau yang mencakup peran dan relasinya dalam keluarga, adat, dan masyarakat, serta bagaimana mereka terus berjuang dan beradaptasi dengan zaman untuk mempertahankan Nasi Kapau sebagai tradisi kuliner dan juga bisnis yang menghidupi mereka.

Indikator Sukses

Ukuran keberhasilan proyek ini adalah terkumpulnya informasi, data, pengalaman, dan foto para perempuan Kapau yang masih menjadi pelaku usaha kuliner Nasi kapau yang disampaikan dalam bentuk buku utama “Perempuan Kapau”, dan buku tambahan berupa resep-resep dan cara memasak tradisional orang Kapau. Selain itu, akan diadakan sosialisasi buku melalui Peluncuran Buku dan Pameran kecil di Kabupaten Agam, Kota Padang dan Kota Bandung.

Lokasi

Nagari Kapau, Kabupaten Agam, Bukit Tinggi, Padang, Sumatera Barat - Bandung, Jawa Barat

Dana yang Dibutuhkan

Rp.62.460 Juta

Durasi Proyek

5 bulan