Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

763 - Pengadaan Alat Musik untuk Orkes Keroncong Sang Dara


Nama Inisiator

Novika Suryani

Bidang Seni

musik

Pengalaman

5 tahun

Contoh Karya

VID-20180322-WA0000.mp4

Situs Web

Media Sosial

https://www.youtube.com/channel/UC82ybMv1rgSloTjUwAWMlew

Kategori Proyek

akses

Deskripsi Proyek

Proyek Pengadaan Alat Musik untuk Orkes Keroncong Sang Dara ini berangkat dari rasa keprihatinan terhadap peremajaan musik keroncong yang sulit dilakukan. Sulitnya peremajaan keroncong disebabkan oleh banyak faktor. Namun pada kenyataanya masih terdapat anak remaja yang ingin melestarikan keroncong. Orkes Keroncong Sang Dara misalnya. Orkes Keroncong ini terdiri dari 10 anggota yang keseluruhan anggotanya adalah remaja putri. Tetapi kendalanya, Orkes Keroncong Sang Dara tidak memiliki fasilitas alat musik yang memadahi. Selama ini Orkes Keroncong Sang Dara mengandalkan pinjaman alat dari pihak lain dalam setiap aktivitas seninya. Ini disebabkan oleh ketiadaan dana dan mengingat anggota Orkes Keroncong Sang Dara masih berstatus pelajar dan mahasiswa. Sangat tidak memungkinkan, Orkes Keroncong Sang Dara mampu membeli alat musik yang terbilang mahal. Proyek Pengadaan Alat Musik untuk Orkes Keroncong Sang Dara ini, diharapkan mampu membantu Orkes Keroncong Sang Dara dalam melestarikan keroncong. Pada akhirnya alat tersebut akan menjadi modal yang sangat berharga bagi Orkes Keroncong Sang Dara khususnya dan kelestarian musik keroncong pada umumnya. Alat tersebut akan digunakan Orkes Keroncong Sang Dara dalam latihan serta dalam kesempatan menghibur masyarakat. Sehingga nantinya akan mendorong kesadaran masyarakat dalam pelestarian musik keroncong sebagai salah satu warisan budaya bangsa.

Latar Belakang Proyek

Musik keroncong merupakan musik hasil kreativitas nenek moyang yang menjadi saksi perjalanan Bangsa Indonesia dalam berjuang merebut kemerdekaan. Sehingga bisa dikatakan musik keroncong merupakan warisan budaya Indonesia. Namun sangat disayangkan saat ini musik keroncong mulai kehilangan tajinya. Meski demikian, di beberapa daerah musik keroncong masih bisa ditemui keberadaannya. Di Kota Yogyakarta misalnya, grup-grup keroncong masih bisa ditemui. Tetapi eksistensi musik keroncong di Yogyakarta lebih didominasi oleh generasi tua. Peremajaan musik keroncong masih sulit dilakukan. Ini dikarenakan persepsi di dalam masyarakat khususnya generasi muda yang berasumsi bahwa keroncong merupakan musik yang ketinggalan zaman, menjadi salah satu penyebabnya. Saya adalah mahasiswi asal Yogyakarta sekaligus seorang seniman yang tertarik serta perduli terhadap pelestarian musik keroncong. Saat ini saya tergabung dalam Orkes Keroncong Sang Dara. Orkes Keroncong Sang Dara merupakan Orkes Keroncong remaja asal Yogyakarta. Menariknya, keseluruhan anggotanya adalah remaja putri yang masih berstatus pelajar dan mahasiswa. Orkes Keroncong Sang Dara baru berdiri sekitar 1 tahun ini. Selama ini Orkes Keroncong Sang Dara dikawal oleh seorang seniman senior laki-laki yang bertindak sebagai pelatih. Diharapkan hadirnya Orkes Keroncong Sang Dara mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat khususnya generasi muda untuk peduli terhadap kelestarian musik keroncong.

Masalah yang Diangkat

Musik keroncong mulai ditingal oleh masyarakat Indonesia. Keberadaannya saat ini semakin sulit ditemui. Padahal musik keroncong merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang perlu dijaga. Akan sangat disayangkan jika musik keroncong punah atau malah diakui negara lain seperti halnya kasus Reog Ponorogo beberapa tahun silam. Namun upaya pelestarian musik keroncong sampai saat ini masih sulit dilakukan khususnya bagi generasi remaja. Keroncong dianggap sebagai musik yang sudah ketinggalan zaman dan tidak lagi mampu bersaing. Untuk itulah Orkes Keroncong Sang Dara hadir memberi angin segar bagi peremajaan musik keroncong pada masyarakat. Namun saat ini Orkes Keroncong Sang Dara mengalami kendala dalam berkarya. Kendala yang dialami Orkes Keroncong Sang Dara terletak pada ketersedian alat musik yang memadahi. Dalam berkarya, selama ini Orkes Keroncong Sang Dara mengandalkan alat musik pinjaman dari orang lain. Harga alat musik keroncong yang terbilang mahal belum bisa dijangkau oleh Orkes Keroncong Sang Dara yang anggotanya masih berstatus pelajar dan mahasiswa.

Indikator Sukses

1. Terpakainya alat musik tersebut dalam setiap kegiatan latihan Orkes Keroncong Sang Dara 2.Terpakainya alat musik tersebut dalam setiap penampilan Orkes Keroncong Sang Dara 3. Meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap karya-karya Orkes Keroncong Sang Dara

Lokasi

DI Yogyakarta

Dana yang Dibutuhkan

Rp.60 Juta

Durasi Proyek

2 bulan