Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

730 - Studi Fenomenologi Sosial pada Perempuan Ronggeng


Nama Inisiator

STELLA MONICA FEBRIANTI,S.S

Bidang Seni

sastra

Pengalaman

2 tahun

Contoh Karya

5. stella Article 1514443300.pdf

Situs Web

Media Sosial

Kategori Proyek

riset_kajian_kuratorial

Deskripsi Proyek

Penelitian ini terinspirasi dari sebuah novel karya Ahmad Tohari, ‘Ronggeng Dukuh Paruk’ mengenai fenomena perempuan yang tinggal di daerah pesisir pantai, di mana Fenomena Perempuan Ronggeng menjadi sebuah ‘Shared Value’ di masyarakat tersebut. Ronggeng bukan lagi sebagai mana yang dilekatkan pada penari daerah pesisir pantai namun sudah menjadi jati diri bagi perempuan pesisir untuk menjadi ‘manusia seutuhnya’. Perempuan Ronggeng dianggap memiliki suatu kualitas tersendiri untuk dapat memikat kaum Adam lewat tarian.Perempuan ronggeng juga memiliki kepercayaan diri yang tinggi sebagai jati diri ‘perempuan seutuhnya ‘ menurut versi mereka. Berbeda dengan persepsi masyarakat luas bahwa ronggeng adalah ‘wanita penggoda’. Namun demikian, seperti yang digambarkan di novel ‘Ronggeng Dukuh Paruk’, Ronggeng merupakan sebuah value yang diinginkan oleh kebanyakan perempuan di Dukuh Paruk. Konsep makna kebebasan diri terwujud lewat karakterisasi ronggeng tersebut.Muncul sebuah pertanyaan inti tentang bagaimana transformasi makna ‘ronggeng‘ terbentuk di masyarakat pesisir. Metode yang digunakan adalah fenomenologi sosial menurut Albert Schutz di mana pembentukan makna dibentuk oleh adanya konsensus pada ruang lingkup budaya tertentu dan dalam durasi tertentu sehingga menciptakan ‘shared value’ bagi masyarakat. Kata Ronggeng bukanlah hanya sebuah stigma yang ada sejak lama di masyarakat, namun juga merupakan sebuah konsep yang diinternalisasikan oleh masyarakat pesisir terhadap nilai seorang perempuan ronggeng.

Latar Belakang Proyek

Inspirasi di dapatkan setelah membaca Novel Ronggeng Dukuh Paruk oleh Ahmad Tohari. Fenomena Perempuan Ronggeng dalam novel tersebut tidak hanya sebagai profesi saja namun sudah menjadi konsep yang memiliki ' Common shared value' di lingkungan Dukuh paruk dan meluas di masyarakat pesisir pantai. Perempuan Ronggeng menjadi sebuah fenomena dimana perempuan mampu memilih dan mengakui jati

Masalah yang Diangkat

Kami ingin membongkar konsepsi makna 'Ronggeng' yang terdapat pada masyarakat pesisir pantai. Konsep ' Ronggeng' yang pada awalnya merupakan bentuk hiburan menjadi ' common shared value' mengenai citra dan jati diri seotrang perempuan ronggeng. Melalui Metode Fenomenologi sosial maka dapat diketahui bagaimana konsep Ronggeng melalui kacamata Perempuan Ronggeng. Konteks Historis dan Sosial akan menjadi pendukung bagaimana makna ' ronggeng' bertransformasi dari dahulu sampai saat ini. Pertanyaa inti pada penelitian ini adalah bagaimanakah transformasi makna ' Ronggeng " terbentuk pada masyarakat pesisir pantai.

Indikator Sukses

1. Proses penelitian : wawancara investigasi dan pengambilan data berupa foto untuk memahami konteks dan hakikat makna ‘ronggeng‘ dan transformasinya pada masyarakat pesisir pantai. Selain itu wawancara investigasi dan foto akan menjadi data yang digunakan untuk melihat perilaku dan tingkah laku masyarakat pesisir pantai.Wawancara akan dilakukan kepada 7 hingga 10 Ronggeng orang sebagai purposive sample. 2. Hasil Penelitian : Akan dibuat 2 buku . Buku pertama adalah pelaporan Hasil Penelitian sebagai bahan kajian akademik dan edukatif. Buku yang kedua adalah 'photobook' . Kami juga akan menggunakan arsip dokumentasi berupa fotografi, illustrasi, dan arsip fisik lainnya sebagai gambaran bentuk kontekstualitas konsep ronggeng 3.Kedua buku ini rencananya akan dicetak masing - masing 200 eksemplar dan akan disumbangkan ke lembaga-lembaga akademik seperti kampus, sekolah, perpustakaan, LSM dan komunitas-komunitas peduli perempuan.

Lokasi

Cirebon dan Purwokerto

Dana yang Dibutuhkan

Rp.150 Juta

Durasi Proyek

9 bulan