Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

729 - Yang Liar Memberi harapan


Nama Inisiator

Monika Swastyastu

Bidang Seni

penelitian

Pengalaman

3 tahun

Contoh Karya

Bakudapan.pdf

Situs Web

http://bakudapan.com/id/

Media Sosial

https://www.instagram.com/bakudapan/ | https://www.youtube.com/channel/UC2d8JnVwsOhbCv2TKZPdvXA

Kategori Proyek

riset_kajian_kuratorial

Deskripsi Proyek

“Yang Liar Memberi Harapan” adalah proyek produksi (penulisan dan penerbitan) jurnal yang mengangkat narasi pangan liar dari perspektif perempuan. Pemilihan judul ini, selain bahasan utamanya berupa pangan liar, juga pengetahuan yang berada di seputarnya sering dianggap bukan pengetahuan dalam terminologi ilmu yang formal. Sementara dibalik anggapan remehnya wacana pangan liar, ia memiliki potensi cukup besar. Jurnal ini dibagi menjadi tiga babak yaitu pangan liar ditinjau dari sejarahnya, dalam konteks hari ini akan pengetahuan dan politik pangan, serta masa depan beserta tantangannya sebagai alternatif pangan. Selain itu proyek ini melibatkan perempuan dari generasi yang berbeda untuk memperkaya perspektif dalam memahami konteks sejarah, sosial dan politik yang melatarbelakangi kondisi setiap generasi. Sebelumnya, kami telah melakukan riset sejak Februari 2016 hingga sekarang, dengan metode residensi, wawancara, observasi partisipatif, dan pameran. Kami melihat bahwa narasi tentang pangan liar dari perspektif perempuan perlu diangkat karena pengetahuan, sejarah dan politik pangan dari sisi perempuan jarang dituliskan, diarsipkan dan didistribusikan selain dalam buku resep. Untuk itu proyek penerbitan jurnal ini memiliki urgensinya, terutama sebagai usaha mengarsipkan pengetahuan yang sering dianggap sebagai isu domestik tetapi sesungguhnya terhubung dengan dimensi sosial politik yang luas. Selain sebagai usaha pengarsipan, proyek ini menekankan pada distribusinya agar dapat diakses seluas-luasnya.

Latar Belakang Proyek

Pada Februari 2016, Bakudapan mengikuti residensi Dapur Komunitas di Dusun Mendira, Jombang bersama Mantasa dan Komunitas Perempuan Sumber Karunia Alam yang mengedukasi bahwa tanaman liar yang banyak tumbuh di pekarangan dan hutan dapat dimanfaatkan. Para Ibu kemudian mendirikan kebun bersama untuk membudidayakan beberapa tanaman liar yang bisa diolah. Hasil dari residensi ini membekali kami dengan pengetahuan serta tantangan dalam melihat pangan liar di konteks perkotaan, tempat kami tinggal. Ketertarikan ini kemudian membawa kami pada narasi sejarah tentang para perempuan penyintas eks-tapol 65 yang juga memanfaatkan pangan liar sebagai strategi bertahan hidup semasa di kamp. Kami melihat, setiap masa dan setiap tempat memiliki pengetahuan lokal dan potensinya sendiri dalam soal keberadaan sumber pangan. Bagaimana peran perempuan dalam konstruksi nilai-nilai sosial budaya serta ekonomi dalam persoalan pangan merupakan hal utama yang menarik bagi kami. Melalui narasi-narasi kecil pangan liar, kami ingin menyasar pada persoalan politik pangan yang lebih luas, khususnya dari perspektif perempuan. Sebab, sejauh ini peran perempuan dalam perihal domestik (dapur) sering dikecilkan dan di depolitisasi hanya sebagai subyek yang memasak untuk memenuhi kebutuhan keluarga

Masalah yang Diangkat

Peran perempuan dalam membentuk pengetahuan dan politik pangan perlu dikaji lebih jauh. Misalnya bagaimana doktrin pemerintah tentang apa yang dianggap makanan baik, konstruksi budaya modern yang membuat perempuan melakukan pilihan konsumsi hingga persoalan apa yang disediakan oleh pasar seolah merupakan hal yang terjadi dan diterima begitu saja. Padahal dibalik itu ada kuasa yang bekerja dan patut kita sadari, salah satunya dengan mengetahui banyak narasi dan pengetahuan soal pangan di luar wacana besar tersebut. Berawal dari sejarah bagaimana sebuah tanaman pangan dibudidayakan, menjadi ketertarikan kami dalam kaitannya dengan ekonomi dan pasar. Selain itu melalui belajar langsung di Mendiro yang membudidaya apa yang secara umum dikategori pangan liar, menantang kami berfikir lebih jauh tentang potensinya. Juga keterkaitan pangan liar yang dimarjinalkan dalam ekonomi pangan, sama dengan yang terjadi pada penyintas eks-tapol 65, dimana mereka juga mengkosumsinya sebagai metode bertahan. Kami melakukan riset dan uji coba dalam melihat kemungkinannya dalam latar belakang kehidupan kota, misalnya tentang akses dan ketersediannya di pasar. Harapannya jurnal ini selain memuat beberapa tulisan pemaparan, refleksi dan kajian dari pangan liar juga supaya dapat meneruskan rantai pengetahuan pangan yang terputus antar generasi. Jurnal ini juga akan dilengkapi dengan resep, identifikasi tumbuhan liar beserta narasi sosial budaya yang menyertainya.

Indikator Sukses

1) Jurnal popular dengan kajian ilmiah yang memuat bahasan persoalan pangan liar dari beragam perspektif serta komperhesif yang dapat terbit tepat waktu. Sejauh ini kami merencanakan aka nada 7 sub-bahasan yang mengkajinya dari berbagai sudut pandang. 2) Menghasilkan pengetahuan serta cara melihat yang baru dan kritis dalam persoalan pangan, serta peran perempuan dalam politik pangan bagi para pembacanya. 3) Dapat didistribusikan baik langsung (dengan acara launching) maupun tidak langsung ke seluruh tempat di Indonesia. 4) Menginspirasi proyek-proyek atau program-program sejenis yang berkelanjutan dan saling terhubung untuk membangun relasi dan pengetahuan yang berkelanjutan.

Lokasi

Yogyakarta,

Dana yang Dibutuhkan

Rp.68 Juta

Durasi Proyek

8 bulan