Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

695 - Dokumentasi Seni Tradisi Perempuan Suku Anak Dalam


Nama Inisiator

Rini Febriani

Bidang Seni

sastra

Pengalaman

6 tahun

Contoh Karya

3bukuRFH.jpg

Situs Web

https://steemit.com/@puanswarnabhumi , http://rinifebrianihauri.blogspot.co.id/

Media Sosial

Instagram Rini Febriani Hauri

Kategori Proyek

lintasgenerasi

Deskripsi Proyek

Saya ingin membuat buku mengenai napak tilas dan pemikiran perempuan SAD (Suku Anak Dalam) di Makekal Hulu Taman Nasional Bukit Duabelas. Setelah buku terbit, buku tersebut akan dibagi-bagikan ke seluruh kantong-kantong budaya, lapak baca, kampus, komunitas, LSM, dan sekolah (SMP/SMA) di Provinsi Jambi.

Latar Belakang Proyek

Budaya bagi SAD (Suku Anak Daalm) adalah alam hidup. Ketika alam tidak menyediakan hidup, maka budaya juga bergeser. Masuknya perkebunan, perambahan hutan, dan manusia modern, tentu memberikan efek luar biasa bagi budaya SAD. Mau tidak mau, beberapa budaya SAD mengalami akulturasi, asimilasi, hingga benturan kebudayaan yang menyebabkan kebudayaan asli menjadi hilang. Dalam kasus ini, kita harus bersikap konkret dan realistis bahwa budaya merupakan suatu ruang yang dinamis dan mengalami perkembangan. Maka sebelum kebudayaan tersebut benar-benar hilang, upaya napak tilas kebudayaan dari sudut padang perempuan SAD sangatlah penting/ krusial, sebab budaya patriarki dalam SAD sangat kuat. Dari latar belakang inilah, saya ingin menulis buku tentang perspektif kebudayaan dari sudut pandang perempuan SAD. Selain itu, juga mendokumentasikan aktivitas, gagasan, dan kebudayaan perempuan SAD yang mulai bergesar, ditinggalkan, bahkan tidak diwariskan.

Masalah yang Diangkat

Hilangnya beberapa tradisi pada perempuan SAD (Suku Anak Dalam) ternyata tidak banyak diketahui oleh generasi Suku Anak Dalam masa kini. Misalnya saja tradisi bededekiron, yakni menari dan menyanyi di tengah belantara yang dilakukan oleh 3 – 4 perempuan rimba untuk menghibur dan memupuk kebersamaan. Kini, yang tersisa hanyalah menyanyi saja. Induk Bejajo, salah satu perempuan rimba, mengatakan bahwa dirinya sangat menyayangkan bila generasi pemuda/i rimba masa kini tidak mengetahui budaya nenek moyangnya. Budaya bagi SAD sangat penting karena merupakan representasi atas alam.

Indikator Sukses

- Diterimanya sebagai rekan oleh SAD di kawasan hutan Taman Nasional Bukit Duabelas - Terkumpulnya data mengenai kebudayaan perempuan SAD. - Tercapainya dokumentasi budaya perempuan SAD dalam bentuk buku. - Tersebarnya buku-buku ke kantong-kantong budaya, sekolah, kampus, institusi, LSM, dan perpustakaan-perpustakaan yang ada di Provinsi Jambi.

Lokasi

Makekal Hulu, Kawasan Hutan Taman Nasional Bukit Duabelas, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi

Dana yang Dibutuhkan

Rp.400 Juta

Durasi Proyek

9 bulan