Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

691 - "Sebut Saja Dia Bunga"


Nama Inisiator

Yoseni Lita Veronika Turnip

Bidang Seni

sastra

Pengalaman

3 tahun

Contoh Karya

Contoh Karya.docx

Situs Web

https://yoseniturnip.wordpress.com

Media Sosial

https://www.instagram.com/yoseniturnip/

Kategori Proyek

kerjasama_kolaborasi

Deskripsi Proyek

“Sebut Saja Dia Bunga” adalah sebuah proyek dan judul buku biografi yang diangkat dari kesaksian 7 (tujuh) perempuan yang mengalami isu pelecehan seksual dalam hidupnya serta bagaimana mereka bisa keluar dari kisah pahit yang dianggap aib bagi sebagian masyarakat. “Sebut Saja Dia Bunga” akan memaparkan perjalanan hidup, keterpurukan, rasa trauma, dan kebangkitan dari para korban pelecehan seksual. Selain tujuh subyek utama tersebut, proyek ini juga akan berbagi kiat, saran, dan arahan bagi para perempuan agar dapat terhindar dari berbagai tindakan pelecahan seksual yang ada di tengah masyarakat. Tidak lupa, “Sebut Saja Dia Bunga” juga menghadirkan berbagai sudut pandang orang-orang di sekeliling korban, sudut pandang masyarakat, sudut pandang ahli-ahli yang terkait. Proyek ini bekerja sama dengan salah satu komunitas membaca di Medan, sehingga nanti saya dan rekan-rekan akan mengadakan pameran serta diskusi buku yang mengundang beberapa tokoh serta seluruh lapisan masyarakat yang ingin bergabung di dalamnya.

Latar Belakang Proyek

Sebagai salah satu orang yang pernah mengalami pelecehan seksual, membuat saya tumbuh menjadi seorang yang rendah diri dan penakut. Saya selalu menarik diri dari keramaian dan tidak suka bergaul apalagi menjalin suatu hubungan. Hal ini berlangsung selama belasan tahun tanpa sepengetahuan keluarga, hingga membuat saya merasa tertekan dan ingin menghabisi nyawa. Saya tahu, saya ternyata tidak sendiri. Ada banyak, bahkan ribuan wanita di belahan dunia ini pernah mengalami hal serupa seperti yang saya alami. Kami tidak tahu kepada siapa harus memberi tahu. Di tengah masyarakat yang masih suka melempar batu atas aib orang lain, kami, saya memilih untuk memendamnya sendiri.

Masalah yang Diangkat

Setiap orang berhak mendapat telinga untuk didengar dan bahu untuk bersandar. Si penjahat bisa ditangkap dan membuat yang lain tersadar. Saya mau, korban-korban lainnya bersuara, tegas membela diri, dan berani ‘berteriak’. Ternyata masalah bukan itu saja, masyarakat belum bisa berhenti melihat korban sebagai orang yang ‘cacat’ alias tidak sempurna. Pemikiran dan penghakiman verbal seperti itu masih saja dirasa di tengah-tengah masyarakat khususnya masyarakat tradisional. Tidak bisa dibayangkan dampak buruk psikologi seperti apa yang bisa dialami korban karena mengalami tekanan dari berbagai sudut. Masa depan adalah taruhannya. Hanya sedikit yang akhirnya bisa bangkit dan mengejar mimpi. Di luar sana ada saudara kita memilih bekerja sebagai pekerja seks komersial, mengkonsumsi narkoba, bahkan trauma berhubungan dengan laki-laki sehingga akhirnya menjalin ikatan cinta dengan sesama jenisnya. Siapa yang salah?

Indikator Sukses

-Buku ini dibagikan gratis (diadakan pameran buku) sehingga dapat dibaca oleh masyarakat banyak. -Buku ini mampu merubah paradigma dan sikap masyarakat atas korban kekerasan seksual. -Buku ini mampu menumbuhkan rasa hormat akan hak-hak perempuan yang selama ini dipandang hanya dari utuhnya selaput dara.

Lokasi

Sumatra Utara

Dana yang Dibutuhkan

Rp.23 Juta

Durasi Proyek

6 bulan