Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

687 - Belajar Bersama Lintas Generasi Perempuan tentang Tari


Nama Inisiator

DEWI ASTUTI

Bidang Seni

seni_pertunjukan

Pengalaman

Lebih dari 7 tahun menjadi pelatih tari Joge Bungin kreasi baru untuk anak-anak.

Contoh Karya

29497148_576339492728928_5416093110469918720_n.jpg

Situs Web

Media Sosial

Kategori Proyek

lintasgenerasi

Deskripsi Proyek

Proyek “Belajar Bersama Lintas Generasi Perempuan tentang Tari Tradisional Joge Bungin” merupakan kegiatan transformasi dan pendokumentasian pengetahuan serta pengalaman berkesenian perempuan di Desa Pulau Bungin, Alas, Sumbawa, NTB di bidang seni pertunjukan tari. Joge Bungin merupakan tari tradisional yang telah dipraktikkan lebih dari 200 tahun oleh para perempuan suku Bajo sebagai bagian dari ritual adat (perkawinan, penyembuhan, dan perayaan). Namun, seiring berjalannya waktu, pewarisan budaya ini banyak mengalami tantangan terutama makin berkurangnya minat generasi muda perempuan untuk mempelajari Joge Bungin. Kegiatan ini merupakan dialog lintas generasi untuk belajar bersama tentang Joge Bungin dimana generasi tua akan berbagi pengalaman kepada generasi penerusnya. Data terakhir yang diperoleh, kini tersisa tinggal 5 penari senior yang berusia 60 – 70 tahun yang masih diminta menari untuk acara adat, untuk meretas sekat antar generasi. Transformasi pengetahuan dan pengalaman para generasi tua akan diwujudkan dalam pelatihan dan pendampingan tarian yang akan dilakukan di Sanggar Mutiara, Pulau Bungin sedangkan hasil akhir dari pelatihan ini adalah pementasan Joge Bungin yang dilakukan di balai pertemuan desa. kegiatan ini juga akan mendokumentasikan dan membuat video tutorial gerakan tari disertai dengan makna gerakan tersebut. Untuk itu, kami akan berkolaborasi dengan pembuat video professional untuk mendokumentasikan Joge Bungin sebagai sarana belajar generasi muda.

Latar Belakang Proyek

Proyek “Belajar Bersama Lintas Generasi Perempuan tentang Tari Tradisional Joge Bungin” ini berangkat dari panggilan jiwa saya sebagai pewaris Joge Bungin. Ibu saya saat beliau masih hidup adalah seorang penari Joge Bungin yang memiliki visi untuk melestarikan Joge Bungin ini agar generasi muda perempuan di pulau ini semakin peduli. Ibu saya mendirikan Sanggar Mutiara sebagai sanggar tari satu-satunya yang ada di pulau Bungin. Sejak beliau meninggal, saya melanjutkan cita-cita beliau hingga saat ini.

Masalah yang Diangkat

Joge Bungin adalah tarian tradisional yang menjadi bagian dari kehidupan orang Bajo di Pulau Bungin. Namun, seiring dengan perkembangan zaman tidak banyak anak muda yang meminatinya. Selain kekurangan penari, pemusik tradisional yang mengiringi tarian ini juga tidak melahirkan generasi baru. Kedua hal ini menjadi permasalahan utama yang harus segera diatasi. Karena tanpa Joge Bungin, kebudayaan laut suku Bajo akan menjadi timpang.

Indikator Sukses

1. Terwujudnya revitalisasi dan regenari dalam Joge Bungin, tari tradisional suku Bajo di Pulau Bungin, Sumbawa, NTB 2. Munculnya generasi muda penari Joge Bungin dan pemain musik tradisional pengiring Joge Bungin

Lokasi

Desa Pulau Bungin, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa, NTB

Dana yang Dibutuhkan

Rp.120 Juta

Durasi Proyek

6 bulan