Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

667 - Sekolah Hukum Papua


Nama Inisiator

zuzan crystalia Griapon

Bidang Seni

lainnya

Pengalaman

2 tahun baru memulai untuk melakukan pelatihan kepada perempuan (semua bidang) dan juga pelatihan kepada masyarakat umum (Bidang Hukum )

Contoh Karya

Situs Web

Untuk saat ini kami masih menggunakan Halaman Facebook

Media Sosial

https://www.facebook.com/Kelompok-Belajar-Perempuan-Papua-Yogyakarta-1738200849838212/

Kategori Proyek

akses

Deskripsi Proyek

Sekolah hukum berdiri pada agustus 2017, di dalamnya ada 8 penggerak dianatara 5 perempuan dan 3 laki-laki kami telah melakukan pelatihan hukum sebanyak 3 kali, di Yogyakarta (yg diikuti juga peserta dari Malang dan surabaya) , di Papua (nabire dan Paniai) . Semua biaya merupakan swadaya kami sendiri karena kami merasa ini penting , kadang kami coba meminta donatur pribadi untuk membantu. kami berencana melakukan Pelatihan lanjutan , Tahun ini. Hanya saja kami belum mendapatkan dana yang cukup. Materi yang disampaikan dalam Sekolah Hukum tahap Pertama adalah - Pengantar Hukum - Pengantar Hukum Indonesia - Hak asasi Manusia -Hukum Pidana - Cara membuat Kronologi Tahap Lanjutan - Hukum Perdata - Perempuan dan anak dalam Hukum - LGBT - penanganan kasus-kasus yang dijadikan pekerjaan bagi setiap peserta sebelum tahapan II peserta yang ikut : Gabungan Perempuan dan laki-laki , Harapannya agar pemahaman tentang perempuan perlu dimengerti bersama dan berjuanga bersama. -Pendaftaran : Gratis Hingga saat ini kami telah memiliki : 88 Peserta dari (malang, surabaya, yogyakarta , paniai dan nabire ) kami juga biasanya berkumpul untuk melakukan pelatihan membuat sablon kaos, makan bersama dan diskusi serta olaraga.

Latar Belakang Proyek

Kami adalah beberapa mahasiswa papua ,yang berkuliah di yogyakarta.Tahun 2015 kami mendapatkan banyak informasi tentang perlakuan ketidakadilan kepada perempuan papua, kekerasan seksual verbal maupun non verbal di yogyakarta. Beberapa kasus kami coba laporkan ke kantor polisi namun justru kami ditertawai dan tidak di proses, serta dari pihak kepolisian juga mempersulit kami seperti tidak membuat surat lapor dan investigasi lapangan. Akhirnya kami coba bersama-sama diskusi dengan kawan-kawan perempuan pada agustus 2016 - 2017 dengan kelompok yang bernama Kelompok belajar Perempuan Papua Yogyakarta (KBPPY), dalam kelompok ini kami berdiskusi selama 1 tahun lebih , dan akhirnya sesuai kebutuhan kami memulai dengan membuat sekolah hukum papua, yang mana untuk membantu kawan-kawan perempuan mengerti tentang hukum, dan melatih mental untuk saling membantu ketika ada masalah. Hingga saat ini kami masih terus bekerja sama dengan teman-teman bantuan Hukum untuk membantu memberikan materi. semua yang kami lakukan berdasarkan swadaya kami dan donatur yang turut mengerti keadaan kami. kami merasa perjuangan untuk perempuan tidak dapat dilakukan sendiri namun harus dilakukan bersama-sama. Dan ternyata selama 7 bulan setelah sekolah hukum ini berdiri sudah banyak yang merespon. sedangkan kawan-kawan KBPPY kami memiliki beberapa kali melakukan perjalanan untuk memberikan informasi tentang masalah perempuan, kekerasan sesksual.

Masalah yang Diangkat

pokok Pemikiran kami adalah memberikan gambaran hukum kepada seluruh kawan-kawan agar dapat membantu sesama ketika mendaptkan masalah, khususnya kepada perempuan, agar melalui pelatihan tersebut dapat memberikan pemahaman yang luas tentang akar permasalahan perempuan. serta kami melibatkan kawan-kawan perempuan dalam melatih soft skill, memimpin dalam kegiatan, mendesain kegiatan , melakukan hal-hal sesuai kemampuan.

Indikator Sukses

1. Peserta dapat mengerti dengan benar tentang hukum 2. Peserta memiliki keberanian untuk memabantu korban kekerasan (Perempuan dan anak) 3. Peserta dapat membuat kronologi masalah-masalah perempuan di sekitarnya dan dapat mengkawal hingga korban mendapat bantuan hukum 4. Peserta dapat terus berjejaringan dan terus membagikan ilmu kepada perempuan-perempuan lainnya

Lokasi

Yogyakarta , Paniai(Papua), Nabire (papua)

Dana yang Dibutuhkan

Rp.12 Juta

Durasi Proyek

7 bulan