Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

661 - Folk Therapy


Nama Inisiator

Nisrina Andini Larasati

Bidang Seni

audiovisual

Pengalaman

5 tahun

Contoh Karya

CreativeWorkersAnxiety.jpg

Situs Web

Media Sosial

Kategori Proyek

riset_kajian_kuratorial

Deskripsi Proyek

Folk Therapy merupakan ide tentang ruang psikoterapeutik terbuka yang dapat diinisiasi siapapun. Ruang ini bertujuan untuk menggali dan mentransformasi problem-problem psikologis dengan kekhasan kolektif masing-masing tanpa terpatri pada teori dan sosok “profesional”. Proyek riset kolaboratif ini berusaha mengeksplorasi bentuk, pola, dan strategi kelompok terapeutik yang efektif dalam saling menopang problem psikologis “personal” yang sebenarnya berakar pada level kolektif. Proyek akan melibatkan proses diskusi informal dan observasi terhadap individu-individu yang berbagi identitas kolektif yang sama (contoh: desainer grafis, orangtua dari anak berkebutuhan khusus, karyawan perusahaan X) dalam situasi terapeutik yang dijalankan selama beberapa pekan/bulan. Temuan-temuan yang diperoleh sebelum, selama, dan setelah pekan trial berlangsung dicatatat dan kemudian dianalisis untuk mendapatkan pola dan strategi yang disebutkan di atas. Data empiris berikut beserta framework teoretis dari riset ini kemudian dituangkan dalam bentuk buku panduan dalam mereproduksi kelompok terapeutik mandiri yang sesuai dengan kekhasan kelompok masing-masing.

Latar Belakang Proyek

Sebagai seseorang dengan latar belakang pendidikan psikologi yang familiar dengan isu tekait, permasalahan psikologis masih menjadi “gajah di pelupuk mata” yang keberadaannya sangat dekat sekaligus menjadi titik buta bagi kita. Stigma, normalisasi gejala psikopatologi, dan keterbatasan akses maupun kapasitas penanganan kasus psikologis menjadi hal yang umum saya temukan dalam pengalaman saya, termasuk dalam studi eksploratif Kecemasan Pekerja Kreatif Urban yang saya jalani dengan Koperasi Riset PURUSHA. Meskipun gerakan mengangkat isu psikologis saat ini cukup gencar terutama di ranah urban, kita seringkali masih terjebak dalam narasi elite “seek for professional help (carilah bantuan profesional)”. Mengapa elite? Narasi ini mengasumsikan bahwa setiap orang memiliki akses dan privilese yang setara untuk memeroleh “bantuan profesional”. Pada praktiknya, bantuan psikologis profesional bukanlah hal yang dapat diraih masyarakat dengan mudah dengan minimnya jaminan yang meliputi kebutuhan kesehatan mental. Di sisi lain, praktik terapi psikologis konvensional memiliki ruang terbatas untuk meraba dan mereformasi akar gejala psikologis dalam ruang publik akibat kecenderungannya untuk melihat problem psikologis sebagai isu personal dan bukan gejala turunan dari permasalahan sosial. Apa yang dapat dilakukan sebagai alternatif dari narasi diagnosis dan bisnis farmakologi di ranah profesional dan kelesuan iliterasi di ranah awam?

Masalah yang Diangkat

Folk Therapy menyasar kondisi dilematis penanganan isu psikologis yang masih terjebak dalam hegemoni terapi konvensional tanpa adanya alternatif yang dapat dilakukan awam secara kolektif dan mandiri. Masalah yang berusaha digali melalui program Folk Therapy tidak lagi berbicara tentang kesehatan mental per se, namun mempertanyakan dan berusaha mengubah narasi-narasi umum yang mengukungnya seperti normalisasi dan romantisasi gangguan kejiwaan pada kelas sosial tertentu, stigma dan apatisme publik awam untuk menciptakan ruang terapeutik terbuka, elitisme bantuan psikologis profesional, dan fiksasi atas penggunaan diagnosis, obat-obatan, dan narasi-narasi sugestif dalam penanganan problem psikologis.

Indikator Sukses

• Proses trial Folk Therapy berhasil dijalankan setidaknya dalam 10 pertemuan • Kelompok trial Folk Therapy mampu menggali dan menemukan resolusi problem psikologis yang menjadi keunikan kelompok selama proses berlangsung • Penerbitan dan distribusi buku guideline untuk mereproduksi teknik Folk Therapy

Lokasi

Jabodetabek

Dana yang Dibutuhkan

Rp.150 Juta

Durasi Proyek

6 bulan