Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

660 - AWAN – Musik dan Awak Perempuan


Nama Inisiator

Zunifah

Bidang Seni

musik

Pengalaman

4 tahun

Contoh Karya

Pementasan Lelagu - Pimpro Zunifah.rar

Situs Web

Media Sosial

Kategori Proyek

kerjasama_kolaborasi

Deskripsi Proyek

Proyek ini adalah ajang musik alternatif unjuk kreativitas perempuan mulai dari belakang sampai depan layar. Rangkaian kegiatannya meliputi diskusi-diskusi, kelas presentasi alat musik, workshop penciptaan lagu, dan pementasan. Pada pementasan, band-band penampil akan berkolaborasi dengan perupa perempuan yang merespon lagu-lagu secara langsung dengan gambar, pertunjukan kecil, atau video. Proyek ini akan menampilkan karya perempuan, baik musik maupun seni rupa. Harapannya untuk menemukan bibit baru pemusik atau perupa perempuan yang selama ini belum terekspos atau masih ragu untuk mempresentasikan hasil karyanya. Perempuan menjadi pemain utama dalam kerja-kerja itu, meliputi programmer, perancangan publikasi, operator sound yang saat ini masih disebut sebagai soundman, manajer panggung, dan para penampil.

Latar Belakang Proyek

Sehari-hari kita mendengarkan musik dari media elektronik, baik radio maupun televisi, atau menontonnya secara langsung. Menurut saya, lagu-lagu yang dinyanyikan oleh perempuan terkesan tidak orisinil sebagai pengalaman dari perempuan itu sendiri. Kesan perempuan sebagai obyek dalam lagu-lagu itu menurut saya adalah dampak dari industri musik yang bersifat maskulin, sebagai jawaban atas kebutuhan pasar. Lirik-lirik lagu bercerita tentang sakit hati yang disebabkan oleh perempuan, atau lirik yang secara terang-terangan menggambarkan perempuan cantik yang selalu membuat laki-laki mudah jatuh hati. Kini saatnya kita mendengar lagu dari perempuan yang menceritakan pengalamannya sendiri. Akan sangat penting mendengar musik melalui sudut pandang perempuan. Skena musik indie adalah jalur alternatif yang membebaskan para pemusik untuk bereksperimen. Artinya skena ini terbebas dari hegemoni pasar yang berorientasi untung rugi. Oleh sebab itu, skena musik indie ini adalah ruang terbuka untuk perempuan bereksperimen sebebas-bebasnya.

Masalah yang Diangkat

Perasaan, emosi, atau cerita seseorang dapat dikomunikasikan melalui musik sebagai medianya. Siapapun dapat menghasilkan musik tanpa mempersoalkan hierarki antara laki-laki dan perempuan yang selama ini dinormalisasi karena budaya yang dianut patriarki. Proyek ini memberi ruang bebas kepada musisi dan perupa perempuan untuk mempresentasikan karyanya. Proyek ini akan mengekspos karya perempuan lebih banyak di skena musik indie atas dasar potensi yang dimilikinya. Hal tersebut diharapkan mengedukasi publik untuk melihat sosok perempuan melalui karya yang dihasilkan.

Indikator Sukses

1) Seluruh rencana program terlaksana dengan baik; 2) Pemusik dan perupa perempuan antusias terlibat dalam program ini; 3) Muncul kelompok baru band-band perempuan yang menyuarakan ekspresi dari pengalaman yang muncul atas kehendaknya; 4) Antusiasme publik terhadap proyek ini dengan hadir mengapresiasi karya-karya perempuan dan terinspirasi membuat program lain

Lokasi

DI Yogyakarta

Dana yang Dibutuhkan

Rp.111.6 Juta

Durasi Proyek

8 bulan