Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

659 - SINJANG DRUPADI


Nama Inisiator

Sukmawati Nita Lestari

Bidang Seni

lainnya

Pengalaman

23 tahun

Contoh Karya

POSTER.jpg

Situs Web

www.nitaazhar.com

Media Sosial

https://www.instagram.com/sogakultura/

Kategori Proyek

kerjasama_kolaborasi

Deskripsi Proyek

Sinjang Drupadi adalah persembahan karya Fashion teatrikal, yang dikolaborasikan dengan koreografi tari, musik, seni instalasi dan videografi yang bercerita tentang kisah tragis Drupadi dalam perjuangannya menjaga kehormatan keluarga Pandawa melawan Korawa melalui kain panjang yang dikenakannya. Kisah Mahabarata yang menjadi awal dari perang Bharatayuda ini menyimpulkan, bahwa Sinjang (jarik) bukan hanya sekedar kain panjang sebagai penutup tubuh semata tetapi juga mengandung narasi tentang perjuangan perempuan dalam menjaga kehormatannya dan martabat bangsa. Sinjang menjadi simbol bagi perlawanan perempuan terhadap dominasi-dominasi kaum Lelaki. Narasi inilah yang sangat penting untuk dikritisi oleh perempuan dan masyarakat luas. Dengan Sinjang/jarik, saya berusaha untuk membangkitkan kembali spirit dan jati diri bangsa Indonesia dalam berbusana.

Latar Belakang Proyek

- Semakin jauhnya filosofi sinjang dengan tradisi hidup keseharian perempuan di Jawa masa kini, mengingat pada masa lalu sinjang ini menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Jawa. Dari lahir, Sinjang digunakan untuk alas melahirkan, untuk menggendong dan membedong bayi, digunakan sebagi selimut, hingga ketika menjadi dewasa Sinjang dipakai sebagai busana pengantin khususnya masyarakat Jawa, dan sampai pada akhirnya Sinjang dikenakan untuk menutup hidup manusia.

Masalah yang Diangkat

Dengan adanya arus globalisasi dan semakin suburnya persilangan budaya, mengakibatkan terjadinya ketegangan antara budaya yang menjadi bagian dari tradisi dengan budaya-budaya baru. Busana adat yang sangat beragam jenisnya dan mempunyai keunikan, keindahan serta bernilai estetik tinggi itu pun tergeser (dengan alasan fundamental tertentu) sehingga menimbulkan masalah terhadap eksistensi budaya lokal karena melunturnya rasa cinta terhadap karya cipta lokal, dan menganggap bahwa sinjang/batik berada dalam posisi yang lebih rendah ketimbang busana yang merupakan produk peradaban modern.

Indikator Sukses

Acara ini selain mengundang masyarakat luas, juga para pejabat terkait dan pemuka lintas agama agar dapat menjadi inspirasi/opini dalam upaya menegakkan kembali kebhinekaan Indonesia dan memupuk rasa nasionalisme serta melestarikan budayanya sebagai identitas bangsa. Acara akan diselenggarakan di pelataran candi sebagai tempat bersejarah yang merupakan warisan nenek moyang kita agar kita bisa belajar untuk lebih menghargai dan memaknai budaya sendiri.

Lokasi

Candi Plaosan, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah

Dana yang Dibutuhkan

Rp.360 Juta

Durasi Proyek

8 bulan