Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

639 - Indonesia di Mata Saya


Nama Inisiator

Lutfi Retno Wahyudyanti

Bidang Seni

audiovisual

Pengalaman

10 tahun

Contoh Karya

Melihat Indonesia eps- Jalan Hidup Sang Abdi Dalem.mp4

Situs Web

www.kotakpermen.com, www.banyumilisinema.com

Media Sosial

https://www.instagram.com/lutfiretno/

Kategori Proyek

perjalanan

Deskripsi Proyek

“Indonesia di Mata Saya” merupakan video perjalanan yang menjadi pembuka proyek mendokumentasikan Indonesia. Proyek ini menghasilkan sebuah video tentang pengalaman mengunjungi 35 propinsi di Indonesia. Selain video yang dibuat selama hibah, saya menggunakan foto dan video yang saya ambil sebelumnya. Video ini menjadi pembuka program panjang “Ceritakan Indonesia”. Selanjutnya, tiap bulan saya akan menggunggah sebuah film dokumenter pendek tentang isu sosial di masyarakat. Dalam proyek ini, saya akan melakukan perjalanan ke 7 propinsi didampingi seorang kameramen. Seluruh proses perjalanan didokumentasikan lewat www.kotakpermen.com. Ia membantu saya membuat video perjalanan dan 3 buah film pendek. Perjalanan ke 7 propinsi tersebut saya lakukan dalam tiga tahap dengan jeda untuk riset lanjutan, istirahat, dan mengevaluasi video. Selain dana untuk anggaran perjalanan, saya juga mengajukan pembelian peralatan. Di 4 propinsi, saya membuat video perjalanan dan bertemu dengan komunitas lokal. Dengan agenda diskusi tentang pentingnya pendokumentasian keberagaman Indonesia. Saya akan meminta dukungan mereka untuk menyebarluaskan program saat video “Indonesia di Mata Saya” diluncurkan. Sesi tersebut dapat diubah menjadi workshop menulis atau membuat film. Di 3 propinsi lainnya, saya akan merekam video perjalanan dan tinggal di sebuah komunitas untuk membuat film pendek. Video perjalanan tersebut akan disebarkan di media sosial dengan bantuan iklan dan buzzer.

Latar Belakang Proyek

Selama sekitar sepuluh tahun saya mengunjungi banyak tempat di Indonesia untuk membuat film, menulis buku, atau menulis blog. Saya melihat banyak hal yang tidak muncul di media massa atau menajadi viral di media sosial. Karena sebagian besar perjalanan tersebut merupakan perjalanan kerja, saya kesulitan mengeksplor hal-hal tersebut. Saya ingin menyajikan kembali cerita tentang kesenjangan pendidikan, kekayaan laut, bahaya sampah plastik, dan isu sosial lain secara berkelanjutan lewat media sosial. Proyek ini merupakan pembuka kegiatan mendokumentasikan Indonesia dalam film-film dokumenter pendek. Selain itu, saya ingin mengkampanyekan pentingnya dokumentasi. Masyarakat di Indonesia lemah dalam membuat dokumentasi. Tahun lalu saat saya membuat video di jantung Kalimantan, saya mendengar cerita tentang buah tengkawang yang hanya berbuah 8 tahun sekali. Buah tersebut bisa diolah menjadi minyak yang mahal harganya. Pohon tengkawang jenis ini hanya ada di pedalaman Kalimantan. Sayang, saya tidak menemukan buahnya di desa. Dan tidak ada yang bisa menunjukkan foto penampakan buahnya. Waktu saya menulis tentang buah tengkawang di blog, seorang pembaca bercerita pernah menonton film tentang emas hitam dari Kalimantan. Film tersebut diambil sebuah stasiun TV internasional di Malaysia. Padahal, populasi buah tengkawang sebagian besar ada di Kalimantan Barat. Hal serupa saya temui di hampir setiap lokasi yang saya kunjungi.

Masalah yang Diangkat

Cara berfikir seseorang dipengaruhi oleh apa yang ia lihat, baca, dan rasakan. Film dokumenter merupakan salah satu asupan agar otak terbiasa berfikir kritis. Sayangnya, film jenis ini hanya dinikmati segmen tertentu. Adanya, media sosial menjadi jembatan untuk mempopulerkan film dokumenter. Namun, hal tersebut perlu didukung oleh kampanye yang sistematis. Berita tentang keanekaragaman dan kekayaan alam dan budaya Indonesia cenderung jarang mendapat tempat di media massa. Platform media sosial yang populer pun cenderung membahas tentang gaya hidup dan hal-hal yang sifatnya artifisial. Perlu ada tontonan alternatif yang digarap dengan visual rapi, storytelling kuat, dan dikampanyekan secara sistematis.

Indikator Sukses

Proyek Indonesia di mata saya ini sukses apabila berhasil membuat rekaman video di 7 propinsi. Video tersebut akan saya gabungkan dengan footage lama sehingga menjadi sebuah video yang memperlihatkan apa yang saya lihat selama mengelilingi Indonesia. Video perjalanan tersebut akan diunggah di media sosial. Ada ratusan buzzer dan iklan untuk yang bisa membuat video ditonton lebih dari 100.000 kali. Selain itu, kesuksesan proyek ini dilihat dari adanya 3 video yang siap untuk tayang selama 3 bulan berturut-turut. Dengan demikian, saya memiliki portofolio untuk mencari pihak yang bisa diajak bekerjasama untuk melanjutkan proyek.

Lokasi

Kepulauan Riau, Bengkulu, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara

Dana yang Dibutuhkan

Rp.130 Juta

Durasi Proyek

8 bulan