Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

623 - Menjaga Tradisi & Budaya Melalui Usaha Kuliner


Nama Inisiator

Wahida

Bidang Seni

kuliner

Pengalaman

4 tahun

Contoh Karya

Situs Web

Media Sosial

FB Ida Wahida

Kategori Proyek

akses

Deskripsi Proyek

Proyek ini menjadi salah satu upaya kami sebagai masyarakat pemilik budaya untuk mencoba melestarikan kuliner tradisional (kue-kue, lauk pauk, dan minuman) yang biasa disajikan hanya dalam acara-acara tertentu saja. Melalui kegiatan ini pula kami ingin membuat tempat usaha khusus kuliner tradisional khas Bima yang bisa diakses dan dinikmati oleh masyarakat Bima perantau yang ada di Kota Mataram. Kuliner tradisional ini tidak hanya bisa diakses oleh masyarakat yang ada di Kota Mataram saja, karena kami akan melakukan inovasi agar produk seperti lauk pauk dan minuman bisa menjadi produk oleh-oleh bagi masyarakat Bima yang bermukim jauh dari Bima Nusa Tenggara Barat.

Latar Belakang Proyek

Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu daerah yang menjadi tujuan wisata seperti wisata budaya, wisata alam, dan wisata kuliner. Kuliner tradisonal daerah Nusa Tenggara Barat secara garis besar terbagi berdasarkan tiga suku dan budaya yaitu Sasak (Lombok), Samawa (Sumbawa), dan Mbojo (bima), dan Kota Mataram yang menjadi ibukota provinsi menjadi salah satu wilayah tujuan wisata kuliner. Kuliner tradisional merupakan salah satu yang bisa menggambarkan identitas budaya daerah asalnya. Kuliner tradisional (kue, lauk pauk dan minuman) biasanya hadir sebagai suguhan pada acara-acara tertentu saja seperti, hantaran pernikahan, sunatan, selamatan kehamilan, dll. Keberadaannya mulai tergeser oleh makanan dan minuman yang berlabel modern sehingga diperlukan upaya yang berkesinambungan untuk menjaga dan melestarikannya. Kerinduan masyarakat perantau pada makanan tradisional bisa menjadi peluang usaha sehingga keberadaan kuliner tradisional akan tetap terjaga.

Masalah yang Diangkat

1. Belum tersedia tempat yang khusus menyediakan kuliner tradisional daerah Bima di Kota Mataram yang bisa diakses oleh masyarakat. 2. Sebagian besar wujud kuliner tradisional tidak bertahan lama (mudah basi dan rusak) sehingga diperlukan usaha dan inovasi agar bisa menjadi produk oleh-oleh bagi wisatawan.

Indikator Sukses

Tersedia Outlet/ lokasi / bangunan yang menjadi tempat produksi dan inovasi yang bisa diakses oleh masyarakat pencinta kuliner tradisional.

Lokasi

Kota Mataram NTB

Dana yang Dibutuhkan

Rp.100 Juta

Durasi Proyek

4 bulan